
Rusdi tidak dapat mengeluarkan suaranya lagi. Dia hanya dapat menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Melihat tanggapan yang diberikan Rusdi, kali ini tubuh Arion yang tampak lemah. Dirinya juga langsung bersandar di dinding rumah itu.
Bagai mendengar suara petir di siang hari, Arion mengetahui semua itu. Entah apa yang ada dalam pikiran pria itu saat ini. Menarik rambut frustrasi.
"Aku seperti tidak percaya dengan kenyataan ini. Kenapa aku baru mengetahui semua ini?"
Arion memukul kepalanya serta membenturnya ke dinding. Rusdi juga tidak bisa berkata apapun. Dia merasa bersalah atas apa yang terjadi.
Aku tidak percaya semua ini. Aku merasa sangat berdosa dan bersalah karena telah ikut andil dalam pernikahan ini. Jika saja dulu aku bertanya siapa ayah biologis Karen, pasti semua ini tidak akan terjadi. Novi, maafkan aku. Tidak bisa menjaga Karen seperti janjiku padamu.
Arion yakin benar jika Karen itu anaknya. Novi tidak pernah berhubungan badan selain dengannya. Pria itu merasa menjadi laki-laki paling be*jat karena meninggalkan aeorang gadis setelah kehormatannya di renggut.
__ADS_1
"Apakah itu berarti Karen anakku?" tanya Arion. Walau dia yakin itu anaknya, tapi Arion butuh kepastian juga dari jawaban Rusdi.
"Kemungkinan besar itu memang anakmu jika memang kalian sepasang kekasih dan pernah melakukan hubungan. Aku menikahi Novi setelah dua apa tiga bulan setelah dia lulus sekolah," ucap Rusdi pelan.
Arion menyandarkan tubuhnya yang terasa lemah. Dadanya makin terasa nyeri. Yang menjadi pertanyaan Arion saat ini adalah, kenapa Novi tidak berterus terang tentang anak mereka saat bertemu dulu? Apakah dia begitu bencinya padaku sehingga menyembunyikan semua kebenaran ini? Tanya Arion dalam hatinya.
Arion menarik rambutnya frustasi. Mengapa dia tidak pernah berpikir mengenai kemungkinan ini saat melakukan hubungan. Pria itu membayangkan bagaimana penderitaan Novi dan kebingungan waniya itu saat mengetahui kehamilannya. Bagaimana dia mencari pria sebagai suami untuk menutupi aibnya.
Rusdi menarik napas dalam tidak tahu harus mengatakan apa. Memulai dari mana. Dia juga tidak menyangka semua yang terjadi saat ini. Melihat Rusdi hanya diam, Arion kembali membuka suara.
"Jadi saat dia kenal denganmu, Novi telah hamil. Dan kau tetap menikahinya walau tahu dia sedang mengandung?" tanya Arion.
Rusdi menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Lidahnya terasa kelu untuk hanya sekedar mengucapkan kata ya.
__ADS_1
Arion menghela napas dalam, membayangkan semua penderitaan dan rintangan yang dihadapi Novi saat mengetahui ada benih yang dia tanamkan tumbuh subur.
Apakah itu yang membuat Novi menjadi dingin dan tampak sangat membenci diriku? Apakah Novi berpikir jika aku sengaja meninggalkan dirinya? Tanya Arion dalam hatinya.
Novi tidak tahu bagaimana menderitanya Arion menahan rindu untuk dapat bertemu dirinya. Lima tahun Arion menahan diri untuk dapat bertemu Novi lagi.
Saat dia kembali, Arion mendapat kabar jika Novi telah menikah dan tinggal entah di mana. Jika saja dia tahu Novi telah melahirkan putri mereka, pasti Arion mencari hingga bertemu.
Rasa marah membuat Arion tidak pernah berpikir begini. Dalam hatinya langsung tertanam kebencian dan dendam.
Harusnya Tuhan ciptakan waktu berjalan dua arah, supaya aku bisa kembali ke masa lalu untuk menghapus semua penyesalan dan kesalahanku. Seandainya aku terlahir kembali, akan kuperbaiki kesalahan dan penyesalanku di masa-masa itu. Penyesalanku adalah pernah hadir ke dalam kehidupanmu dan menghancurkan kesempurnaanmu.
...****************...
__ADS_1