GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 45. Periksa kandungan


__ADS_3

"Benih cinta kita?" tanya Karen dengan dahi berkerut. Dia tidak begitu paham dengan ucapan Rico.


"Nanti setelah mandi aku jelaskan," ucap Rico.


Rico lalu berdiri dan setelah itu menyiram tubuh Karen, membersihkan dari sisa sabun. Setelah itu membalutkan handuk.


Rico menggendong tubuh Karen ke ranjang. Membantunya memakai baju. Setelah Karen rapi, pria itu duduk di tepi ranjang. Dia mengambil sarapan Karen dan menyuapi dengan telaten.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku tadi. Apa maksud kamu dengan benih kita?" tanya Karen makin penasaran.


"Sayang, di sini! Di dalam perut kamu telah tumbuh benih cinta kita, karena hubungan terlarang itu," ujar Rico perlahan.


Wajah Karen menjadi tegang. Tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Jadi, aku hamil ...?" tanya Karen untuk meyakinkan pendengarannya.


Rico tersenyum menanggapi ucapan wanita yang dia cintai itu. Mengusap perut Karen lembut.


"Untuk itu, aku dan kamu harus sama-sama berjuang demi cinta kita. Untuk itu aku telah mengumpulkan bukti agar kamu bisa ajukan perceraian secepatnya."

__ADS_1


"Aku takut Papi tidak akan melepaskan aku dan mempersulit semuanya."


"Jangan takut, Sayang. Aku telah memiliki satu bukti yang menjadi kelemahan Papi. Kita akan bermain cantik jika dia tidak mau menceraikan kamu."


Karen tersenyum dan menganggukan kepalanya. Sebenarnya dia masih takut jika Arion mendatangi Ayah Rusdi dan mengancamnya. Ayahnya sangat takut dengan Arion.


"Kamu mau keluar. Duduk di taman sambil makan es krim."


"Boleh juga, rasanya sudah lama tidak menghirup udara bebas dan melihat dunia luar," ujar Karen senang.


"Nanti kita duduk di taman. Sebelumnya kita ke dokter kandungan dulu. Aku telah janji untuk melihat perkembangan bayi kita."


Rico berdiri setelah menyuapi Karen. Mengambil kursi roda untuk membantu wanita itu beraktifitas.


Jadi itu sebabnya mengapa pada orang yang mengalami koma, apalagi bila komanya lama, ia akan butuh waktu untuk bisa kembali berjalan seperti biasa. Tubuhnya perlu menyesuaikan diri, ototnya perlu bekerja lagi, dan pusat keseimbangannya pun perlu berupaya lebih keras.


Tentu saja bisa karena ada kemungkinan lain seperti misalnya orang yang koma tersebut kebetulan juga mengalami penyakit stroke, gangguan saraf, atau kelainan lainnya yang mana secara umum memang butuh pelatihan. Tapi secara umum, memang akan butuh pembiasaan lagi. Orang tersebut bukannya lupa mengenai bagaimana caranya berjalan, tapi tubuhnya yang butuh untuk beradaptasi kembali.


Rico masuk ke ruang dokter setelah diminta perawat. Begitu masuk, dia langsung di sambut senyum manis dari dokter kandungan itu.

__ADS_1


"Selamat pagi, Pak Rico," ucap dokter wanita itu ramah.


"Selamat Pagi, Dok."


"Apa ada keluhan?"


"Tidak ada, Dok. Aku hanya ingin tahu perkembangan janin yang ada dalam perut Karen."


"Kalau gitu, bisa bantu ibu Karen untuk berbaring!" ujar dokter itu. Senyum selalu terukir di wajahnya.


Rico menggendong Karen dan menidurkan di kasur. Dokter kandungan yang bernama Zulaida itu mulai memeriksa.


Setelah melihat USG di layar monitor, Karen kembali digendong dan didudukan di kursi depan dokter.


"Seperti yang saya jelaskan tadi, jika kehamilan Ibu Karen saat ini berusia 10 minggu. Dan janin dalam keadaan sehat."


Mendengar penuturan dari dokter itu, Karen dan Rico tidak berhenti mengucapkan syukur.


Di usia 10 minggu kehamilan, ukuran janin dalam rahim sekarang sudah sebesar buah jeruk dengan berat badan kurang lebih satu ons dan panjang dari kepala sampai tumit sekitar 3 cm. Lingkar kepalanya pun tampak membesar ketika dilihat dari USG karena otaknya bertumbuh lebih cepat daripada bagian tubuh lainnya.

__ADS_1


"Di usia kehamilan minggu ke-10 ini, rasa mual masih ada dan ibu akan sering merasa kembung serta perut terasa memiliki banyak gas. Jika ibu mual, Bapak jangan kuatir," ucap Dokter.


...****************...


__ADS_2