
Rico mengacak rambutnya frustasi, pemuda itu sudah melakukan banyak cara untuk bisa menemukan Karen. Tapi, usahanya itu benar-benar tidak menghasilkan apa pun, bahkan dirinya sudah mulai sedikit menyerah untuk mencari tahu. Entah di mana Arion menyembunyikan Karen, rencananya sangat berjalan dengan lancar.
"Tuan," panggil salah satu orang suruhan Rico.
Rico yang awalnya menundukkan kepala dalam langsung menegakkan badannya, dia tampak sangat antusias karena mungkin saja orang suruhannya ini membawa berita terbaru tentang keberadaan Karen.
"Apa? Kau sudah menemukam di mana Karen?" tanya Rico penaaaran.
Laki-laki itu menggeleng pelan, kemudian mulai menjelaskan, "Saya sudah mencari tahu dari beberapa orang terdekat Pak Arion, tapi mereka semua mengatakan kalau tidak mengetahui keberadaan Karen. Sejak saat itu, Karen seakan langsung menghilang saja. Mereka tahu kalau Pak Arion yang membawa, tapi mereka tidak tahu ke mana Karen dibawa. Saya juga sudah mencoba memaksa mereka berkata jujur dan tidak menyembunyikan apa pun, tapi mereka semua tetap tutup mulut."
Rico yang mendengar hal itu langsung menggebrak meja, pemuda itu sangat geram, entah kenapa Papi-nya sangat tega menyembunyikan Karen. Rico juga khawatir kalau Karen diapa-apakan di sana, dia tidak tahu pola pikir dari ayahnya saat marah.
"Sebenarnya apa tujuan Pqpi melakukan ini? Aku yakin kalau orang rumah ada yang tahu, tapi pasti mereka sudah diancam untuk diam. Aku tidak akan membiarkam hal ini terjadi, aku harus bertanya kepada mereka sendiri," gumam Rico dengan penuh emosi. Wajah pemuda itu terlihat sangat memerah, menandakan kalau saat ini dirinya sangat marah.
Rico tahu ini adalah kesalahanya karena telah berhubungan lagI dengan Karen meskipin saat ini wanita itu telah menjadi ibu tirinya, tapi tidak seharusnya Arion menyembunyikan Karen seperti ini. Setidaknya dia akan merasa lega jika mengetahui di mana keberadaan Karen, dia ingin tahu apakah wanita itu baik-baik saja atau tidak.
Saat ini dirinya sangat kecewa dengan Papi-nya, dari awal dia mengetahui kalau Arion menikah dengan Karen, dia sudah tidak suka, itu sebabnya dia menjalin hubungan diam-diam di belakang Arion. Apalagi sekarang dia mencoba memisahkannya dengan Karen, Arion menyembunyikan wanita yang dia cintai, rasanya dia tidak ingin lagi bertemu degan Arion. Tapi, bagaimana pun pria paruh baya itu tetap Papi-nya dan dia satu-satunya orang mengetahui keberadaan Karen sekarang ini.
Sepertinya Rico kali ini harus bisa menahan emosinya dan berusaha untuk membujuk Arion, tapi sebelum itu dia ingin melakukan pencarian sendiri. Kalau memang nanti masih belum menghasilkan apa pun, maka terpaksa dia harus memohon kepada Arion untuk mengetahui keberadaan Karen.
Jujur, selama tidak ada Karen, Rico merasa sangat bingung. Setiap malam dia sangat gelisah, dia juga tidak memiliki kualitas tidur yang baik. Rico terus berpikir apakah mungkin Arion bisa berbuat nekat sampai melukai Karen, karena merasa terkhianati.
__ADS_1
Setiap kali memikirkan itu, Rico selalu membayangkan wajah Karen yang teduh dibanjiri air mata. Pemuda itu sangat yakin kalau di luar sana Karen banyak menangis karena hal ini, dia juga merasa sangat bersalah, Rico kesal kenapa tidak dia saja yang diasingkan. Dia tidak suka jika Karen yang harus menderita karena masalah ini, bagaimana pun awal dari semua ini adalah dari Rico.
"Dengarkan aku baik-baik, aku tidak ingin hasil seperti ini. Aku ingin kau mencari lagi, apa pun caranya aku ingin tahu di mana keberadaan Karen. Mengerti!" Rico mengatakan itu dengan sangat tegas. Pemuda itu sangat sungguh-sungguh jika ingin mendapatkan sesuatu, selagi dia masih bisa apa pun akan dicobanya.
"Baik, Tuan. Saya akan mencari lagi," balas orang suruhan Rico.
"Kalau begitu cepat berangkat sekarang."
"Baik Tuan," ucap orang itu lagi.
Setelah itu, orang suruhan Rico pergi meinggalkan apartemen milik pemuda itu. Sementara itu, Rico juga mulai berpikir cara apa yang harus dia lakukan untuk bisa bertemu dengan Karen, salah satu cara adalah mencari tahu lewat supir pribadi milik Papi-nya. Tapi Rico tahu kalau pria itu sangat setia kepada Arion, pasti ini akan sedikit menyulitkan.
Selama berada diperjalanan, Rico sangat berharap kalau supir ayahnya itu bisa membantunya dengan mengatakan di mana keberadaan Karen. Rico juga berencana menyuapnya dengan uang, karena mungkin dengan cara seperti itu supir Arion bisa membuka suara.
Mobil yang dikendarai Rico sudah sampai di depan gedung perusahaan Arion, kemudian dia langsung memarkirkannya di tempat parkir. Rico bisa melihat kalau mobil Papi-nya ada di sana, yang mana supirnya pasti ada. Pemuda itu tahu di mana keberadaan supir itu, kafetaria, biasanya dia akan menunggu di sana. Tanpa menunda lagi, Rico langsung ke sana dan benar saja, supir Arion sedang di sana dengan ditemani secangkir kopi.
"Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu," ucap Rico saat sudah berada di depan supir itu.
Supir itu sangat terkejut dengan kedatangan Rico, dia berdiri dan bertanya, "Ada apa, Tuan muda?"
"Aku ingin kau mengatakam di mana Papi menyembunyikan Karen." Rico langsung mengatakan apa tujuannya. Rahang pemuda itu terlihat mengeras, menandakan kalau saat ini dia sangat serius.
__ADS_1
"Sa-saya tidak tahu," jawab supir itu terbata.
Rico sedikit memiringkan kepalanya, dia menaruh curiga kalau supir itu memang mengetahui sesuatu. Jika tidak, dia akan menjawab dengan tenang dan tidak akan terbata. "Jangan berbohong kepadaku, aku tahu kalau kau mengetahui semuanya. Cepat katakan di mana Karen disembunyikan?!" bentak Rico.
"Saya benar-benar tidak tahu, Tuan. Pak Arion tidak pernah mengajak saya untuk menyembunyikan Nona Karen," jawab supir itu sambil sedikit menundukkan kepala.
"Lalu jika bukam denganmu, dengan siapa Papi pergi, hah?" Suara Rico cikup keras sehingga menjadi pusat perhatian.
"Saya tidak tau. Saya benar-benar tidak mengetahui apa pun."
Rico diam sejak, pemuda itu memicingkam matanya. Dari pengakuan supir itu sepertinya dia tidak mengetahi apa pun, tapi Rico tidak boleh percaya begitu saja. "Berapa Papi membayarmu untuk tutup mulut? Aku akan memberikan lebih banyak jika kau mengatakan di mana Karen berada," tawar Rico.
"Saya sama sekali tidak diberi apa pun oleh Pak Arion, sungguh. Saya tidak mengetahui apa pun."
"Awas saja kalau na---" Ucapan Rico menggantung saat mendengar suara dering ponsel supir yang ada di atas meja, Rico bisa melihat kalau yang menelfon itu adalah Arion.
Rico mendengarkan percakapan itu, ternyata Papi-nya akan pulang. Pemuda itu langsung mendengus kasar, saat ini dia tidak bisa menemukan apa pun, supir itu pun juga langsung pergi meninggalkan Rico karena Arion sudah menunggunya.
"Lagi-lagi aku tidak bisa menemukan informasi tentang keberadaan Karen! Aku harus bagaimana?!"
...****************...
__ADS_1