
Sudah tiga hari Karen terbaring di ruang ICU. Dia telah melewati masa kritisnya. Rico sangat bersyukur mengetahui perkembangan kesehatan kekasih hatinya itu.
Rico memegang tangan Karen sambil sesekali mengecupnya. Saat ini Rico sedikit tenang karena Papinya Arion tidak banyak bertindak semenjak diancam. Dia datang hanya sebentar, untuk melihat keadaan Karen setelah itu kembali lagi.
Saat ini Rico sedang mengusahakan untuk memindahkan Karen ke rumah sakit yang lebih baik dan lengkap di kota. Dokter telah mengizinkan karena wanita itu telah melewati masa kritisnya.
"Sayang, sebentar lagi kamu akan dipindahkan ke rumah sakit terbaik. Aku ingin kamu segera sadar."
Dokter dan perawat telah mempersiapkan semua. Arion tidak berani membantah saat Rico mengatakan akan memindakan Karen ke rumah sakit di kota.
Rico duduk di dalam ambulance yang membawa Karen. Tangannya terus saja menggenggam tangan wanita yang dia cintai itu.
"Sabar Sayang, jangan menyerah, dan terus lawan penyakit ini. Tidak lama lagi kamu akan melihat ke belakang dan bilang, 'semuanya sudah kulalui'. Aku tahu kamu pasti bisa, karena kamu kuat. Sakit ini bukan penghalang untukmu. Kamu harus percaya bisa melewati semuanya, Sayang. Ingatlah selalu ada buah cinta kita si rahimmu. Kita akan menjadi orang tua," ucap Rico sambil terus mengecup tangan Karen.
Tiga jam perjalanan, barulah mobil ambulance memasuki halaman rumah sakit. Karen langsung dibawa menuju ruang VVIP.
__ADS_1
Rico meminta agar Karen di rawat dalam ruangan VVIP saja. Semua peralatan medis disediakan dalam ruangan itu. Dua orang perawat terus siaga berjaga di sampingnya.
***
Sementara itu, tanpa Arion sadari, kemanapun kakinya melangkah seseorang mengawasi. Orang itu selalu membuat laporan dengan mengambil video semua kegiatan Arion.
Semua itu Rico lakukan untuk mencari titik lemah dan kesalahan Arion agar nanti saat Karen sadar dia bisa menggugat cerai suaminya itu.
Ini merupakan salah satu cara untuk Karen agar bisa bebas dan berpisah. Jika suaminya terbukti berselingkuh, akan mudah bagi Karen menggugat cerai. Menunggu Arion menceraikan tidak akan pernah pria paruh baya itu lakukan.
Berbeda dengan suasana di sebuah klub malam. Suasananya makin ramai dan bergemuruh ketika dini hari makin menjelang.
Pria-pria hidung belang yang datang makin banyak. Mereka memenuhi lantai dansa dan tempat-tempat duduk mewah yang disiapkan.
Lampu yang semakin meremang di area tempat duduk tampak kontras dengan cahaya warna-warni yang menyilaukan mata di area dansa.
__ADS_1
Arion menikmati minuman yang ada dihadapkannya ditemani dua orang wanita. Dia ingin menghabiskan malam ini dengan salah satu dari mereka.
Setelah merasa kepalanya agak pusing, salah satu dari wanita itu mengajak Arion untuk beristirahat di kamar. Pria paruh baya itu tidak menyadari jika wanita itu telah di bayar oleh orang suruhan Rico.
Sampai di kamar Arion dibaringkan, dia juga ikut berbaring. Setelah itu dia membuka pakaiannya dan juga pakaian Arion. Dia mengambil foto mereka berdua dengan posisi intim. Arion juga tidak msnyadari jika minuman yang tadi dia teguk telah dicampur obat.
Wanita itu lalu mengirimkan semua foto tadi pada salah seorang suruhan Rico. Pria itu tampak tersenyum setelah mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.
"Pasti Pak Rico akan senang jika melihat foto-foto ini," ucapnya dengan senyuman penuh kemenangan.
Sepintarnya Arion menjaga perbuatannya agar tidak diketahui orang, pasti akan ada titik kelemahannya. Tidak selamanya dia akan menang.
...****************...
__ADS_1