GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 7. Bicara Berdua


__ADS_3

Karen mengantar kepergian suaminya hingga masuk ke dalam mobil. Sebelum mobil dijalankan, wanita itu mencium tangan Arion. Pria paruh baya itu mengecup dahinya.


Semua yang mereka lakukan tidak luput dari pandangan Rico. Tampak sekali jika pria itu tidak menyukai apa yang dia lihat. Tangannya terkepal menahan emosi.


Setelah mobil yang ditumpangi suaminya menghilang, Karen melangkah masuk dengan pelan. Dia tahu, selama seminggu ini pasti akan terus berhadapan dengan Rico. Karen takut pertahanannya bobol.


Walau dirinya tidak mencintai Arion, bukan berarti perselingkuhan itu dibenarkan. Dia harus tetap menjaga diri sebagai seorang istri.


Baru saja beberapa langkah memasuki ruang tamu, Karen merasakan pelukan dipanggangnya. Karen tahu pasti siapa yang melakukannya. Jika saja Rico masih kekasihnya, pasti dia akan membalas pelukan itu. Namun, saat ini status mereka sangat berbeda.


"Lepaskan Rico. Nanti ada yang melihat. Aku tidak mau ada masalah di antara kita."


"Aku merindukan kamu. Apa kamu sudah tidak ada rasa lagi denganku?" tanya Rico.


Karen melepaskan pelukan Rico dengan paksa. Membaikkan tubuh menghadap pria itu.

__ADS_1


"Ini bukan soal perasaan. Kita harus melupakan semuanya. Di antara kita tidak mungkin lagi bisa bersama. Status aku dan kamu telah berbeda."


"Apa kamu telah lupa dengan yang kita lakukan dua hari lalu?" tanya Rico.


"Itu hanya satu kesalahan. Aku tidak akan mengulangnya lagi."


"Aku ingin tahu alasan kamu menikahi Papi. Padahal aku telah mengajak kamu menikah, kenapa kamu malah memilih pria tua? Apa karena uang Papi yang melimpah? Karen yang aku kenal dulu tidak matre!" ucap Rico.


Keren tampak menarik napasnya. Mungkin dia harus bicara empat mata dengan Rico agar tidak ada lagi kesalah pahaman lagi. Biar semua jelas dan bisa menerima kenyataan.


"Kita bicara di sana sebentar," ajak Karen.


"Rico, aku tidak pernah mengkhianati kamu. Aku menikah dengan Papi Arion untuk menebus hutang yang ayah aku pinjam. Hutang kami sudah sangat banyak, yang dipakai untuk pengobatan ibu. Kami tidak akan bisa membayarnya hingga kapanpun. Saat Papi Arion memberikan solusi, jika aku menikah dengannya hutang kami akan lunas, ayah menyetujuinya. Karena memang itulah salah satu cara agar semua terbayar," ucap Karen pelan.


"Kenapa kamu nggak jujur denganku Karen? Aku bisa membantumu. Aku pasti usahakan membayar hutang keluargamu," ucap Rico.

__ADS_1


"Aku nggak ingin membebani kamu. Hutang ayah bukan sedikit."


Rico berdiri dari duduknya. Mendekati Karen dan kembali duduk, di samping wanita itu. Rico menggenggam tangan wanita yang sangat dia cintai itu.


"Karen, jika saja kamu menikah dengan pria yang aku yakini bisa membahagiakan kamu, aku pasti akan merelakannya dan mengikhlaskan perpisahan kita. Namun, aku tidak rela jika kamu menikah dengan pria yang aku yakini tidak akan bisa membuat kamu bahagia," ucap Rico.


"Maksud kamu apa, Rico?" tanya Karen. Dia tidak mengerti maksud ucapan pria itu.


"Papiku bukan pria yang tepat untukmu. Batalkan saja pernikahanmu dengan Papi. Aku akan membayar hutang ayahmu. Papi tidak pantas mendapat wanita sebaik kamu. Kita akan jalin hubungan lagi seperti semula."


Karen menatap wajah kekasihnya Rico. Ingin dia menganggukkan kepala tanda setuju, tapi Karen ingat surat perjanjian yang telah dia tanda tangani. Jika dia akan menjadi istri yang baik dan akan menerima semua kekurangan pasangan. Tidak akan menggugat cerai kecuali diceraikan. Begitulah isi surat perjanjian itu.


Tidak mungkin Karen meminta pembatalan pernikahan. Karena dia akan membayar dua kali lipat dari hutangnya jika melakukan itu.


Karen menggelengkan kepalanya dengan terpaksa. Dia tidak akan bisa lari dari pernikahan ini.

__ADS_1


"Kita tidak mungkin bersama. Aku tidak akan mengkhianati pernikahan ini. Kita harus sama-sama belajar ikhlas. Bukankah kita akan tetap dapat bersama walau hanya sebagai ibu dan anak," ucap Karen dengan menahan air mata agar tidak turun membasahi pipinya.


...****************...


__ADS_2