
Rico dengan suara pelan memohon pada Arion agar pria itu mau menceraikan Karen. Dia juga memohon agar jangan menyakiti Karen lagi.
Rico lalu berlutut dihadapan Arion. Dengan suara mengiba memohon pada Papinya.
"Maafkan aku dan Karen, Pi. Aku mohon bebaskan Karen. Jika Papi ingin membalas perbuatan kami, bisa lakukan padaku. Jangan sakiti Karen. Aku yang memulai semuanya. Aku yang menggoda Karen dan mengajaknya berhubungan lagi. Aku yang pantas dihukum, bukan Karen," ucap Rico dengan suara serak menahan tangis.
Rico tidak peduli jika saat ini dia menjadi pusat perhatian orang di sekitar mereka. Rico hanya ingin Arion membebaskan Karen, karena saat ini benihnya ada di rahim wanita itu.
Mungkin jika Karen tidak sedang mengandung anaknya, Rico tidak akan sampai memohon begini. Dia takut Arion makin menyakiti wanita yang dia cintai setelah mengetahui Karen sedang hamil.
Kemarin Arion hanya tahu jika Rico dan Karen menjalin hubungan, tapi tidak berpikir jika sejauh ini yang mereka lakukan dibelakanganya. Namun, Arion tidak tahu jika kejadian saat itu di luar kendali dan kuasa Karen. Semua ulah dari putranya Rico.
"Bagaimanapun dan sampai kapan pun kau memohon, aku tidak akan pernah menceraikan Karen. Aku ingin kau merasakan bagaimana menderitanya saat jauh dari orang yang cintai. Agar kamu dan Karen merasakan penderitaan dan menyesal karena telah mengkhianati aku!" ucap Arion dengan suara datar.
__ADS_1
Setelah itu Arion berjalan meninggalkan Rico yang masih berlutut. Pria itu langsung terduduk di lantai begitu Arion pergi. Tanpa terasa air mata jatuh membasahi pipinya.
"Tuhan, aku tahu apa yang aku lakukan ini salah. Tapi aku mohon jangan hukum aku dengan memisahkan dengan Karen.Aku sangat mencintainya. Aku tak bisa hidup tanpanya," ucap Rico dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya.
"Indahnya cinta bisa pudar ketika datang cobaan, aku harus menghadapi cobaan tersebut dengan sabar, supaya cinta yang indah kembali indah dan tidak pergi meninggalkanku. Aku yakin semuanya akan indah pada waktunya," ucap Rico dalam hatinya.
Rico bangun, dan duduk di bangku tunggu buat keluarga pasien. Salah seorang perawat keluar dari ruang UGD.
"Apa ada keluarga pasien yang bernama Karen?" tanya perawat itu.
"Saya keluarga Karen. Ada apa ya?" tanya Rico.
"Kami akan memindahkan pasien ke ruang ICU. Apakah administrasi dan pendaftaran sudah di selesaikan?" tanya perawat itu.
__ADS_1
"Akan saya selesaikan. Yang penting lakukan yang terbaik untuk Karen. Apakah saya boleh tahu, apa yang sebenarnya terjadi dengan Karen?" tanya Rico.
Dia masih penasaran dengan apa yang terjadi pada Karen. Dari tadi belum mendapatkan jawaban pasti. Rico hanya tahu kekasihnya itu dalam keadaan kritis.
"Kenapa Bapak tidak tahu keadaannya jika benar keluarganya?" tanya perawat itu sedikit curiga.
"Saya hanya dikabari jika kekasih saya masuk rumah sakit. Tapi tidak tahu apa yang terjadi Sebenarnya!" ucap Rico tegas.
"Pasien sepertinya mencoba bunuh diri. Ini dapat dilihat dari luka dipergelangan tangannya yang cukup dalam, dan terlihat dari pasien yang banyak kehilangan darah," ucap perawat.
Rico kaget mendengar kenyataan yang terjadi. Darahnya mendidih mengingat semua itu. Pastikah Karen tertekan hingga mau melakukan bunuh diri. Apa yang telah Papinya lakukan pada wanita yang dia cintai itu sehingga mencoba mengakhiri hidupnya.
Rico tambah bertekat apapun akan dia hadapi untuk dapat membawa Karen lepas dari Arion. Beruntung saat ini, usaha yang dia jalani sedang berkembang. Sehingga Rico yakin bisa membahagiakan Karen dan anaknya kelak.
__ADS_1
...****************...