GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 23. Di Bawa Pergi


__ADS_3

Arion menyunggingkan senyumnya saat Karen bicara. Dia telah yakin jika wanita itu pasti akan takut melihat kemarahannya.


"Akhirnya kamu mengakui kesalahanmu!" ucap Arion dengan senyum smirk-nya.


"Aku memang mengaku bersalah, karena aku bukan pengecut. Tidak seperti kamu yang hanya bisa menyalahkan aku. Apakah kamu telah menjadi suami yang baik juga? Apakah kamu merasa sangat sempurna sehingga menuntut istrimu sempurna?" tanya Karen dengan beraninya.


"Tuan Arion yang terhormat, memang kamu tidak pernah memaksa aku untuk menikah denganmu, semua atas kemauanku sendiri. Namun, keputusan itu terpaksa aku ambil karena tidak ada pilihan. lain. Kamu secara tidak langsung, memaksa aku menikah, dengan ancaman, ayahku akan dipenjarakan jika tidak dapat membayar hutang dalam waktu 2 x 24 jam," ujar Karen lagi.


Tampak tangan Arion mengepal. Menahan amarahnya. Rasanya ingin sekali menampar pipi wanita yang ada dihadapannya.


Rico maju dan berdiri di samping Karen. Menatap Papinya dengan mata melotot. Tidak ada lagi rasa hormat.


"Aku dan Karen saling mencintai. Setelah mengetahui ini, apakah Papi akan tetap mempertahankan Karen sebagai istri atau melepaskannya untukku?" tanya Rico.


"Jangan berharap sesuatu yang tak mungkin terjadi. Aku tidak akan pernah melepaskan milikku untuk orang lain. Bermimpilah hingga kau tersadar, jika kau dan Karen tidak akan pernah bersatu."

__ADS_1


"Kau juga pasti masih ingat isi surat perjanjian itu, Tidak ada yang bisa menggugat cerai kecuali aku. Kau akan selamanya menjadi istriku, suka atau tidak suka. Cinta atau tidak cinta. Aku bisa saja melaporkan kalian dengan pasal perselingkuhan. Kalian bisa lama mendekam di penjara jika aku yang meminta!" ucap Arion dengan tersenyum sinis.


Tiba-tiba masuk sekelompok pria berbadan kekar. Berdiri mengelilingi Karen dan Rico. Kekasihnya spontan maju dan melindungi Karen. Dia memiliki firasat yang kurang baik. Pasti Papi-nya telah merencanakan sesuatu.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Rico. Rasa hormatnya pada sang Papi tiba-tiba lenyap. Dengan tanpa rasa bersalah dia memanggil kau.


"Apa pun yang akan kamu lakukan padaku dan Rico, tidak akan merubah perasaan ini. Aku tegaskan lagi, jika aku sangat mencintai Rico. Aku akui apa yang aku lakukan ini salah. Berhubungan dengan pria lain setelah menikah. Tapi aku tidak menyesal melakukan itu, karena aku mencintai Rico," ucap Karen dengan suara lantang.


Arion lalu mengangkat tangannya. Lima orang pria berbadan kekar itu langsung memegang kedua tangan Rico. Tentu saja pria itu mencoba melawan.


"Lepaskan ...! Apa yang ingin kau lakukan!" teriak Rico.


"Lepaskan Rico!" teriak Karen. Dia berlari mengejar kekasih hatinya itu.


Rico dipaksa masuk ke sebuah mobil. Karen lalu mengetuk pintu mobil.

__ADS_1


"Lepaskan Rico. Rico tidak bersalah. Jika kalian mau, hukum saja aku. Jangan Rico ...," teriak Karen lagi sambil memukul pintu mobil.


Rico di dalam mobil sudah tidak sadarkan diri. Rupanya orang suruhan Papinya memberikan Rico bius.


Karen berlari lagi ke dalam rumah. Tampak Arion masih berdiri tegak di tempat semula. Wanita itu langsung berlutut dihadapan suaminya itu.


"Bapak Arion yang terhormat, lepaskan Rico. Dia tidak bersalah. Aku yang salah karena mau berhubungan dengannya padahal aku tahu itu sangat terlarang. Hukum saja aku. Lepaskan Rico, aku mohon," ucap Karen.


Arion memandangi wajah Karen dengan sinis. Dia menendang tubuh wanita itu hingga tersungkur.


"Aku memang akan menghukummu juga. Bukan hanya Rico. Bahkan aku akan mennghukummu dengan sesuatu yang tidak pernah engkau bayangkan!" ucap Arion.


Bukannya meringis sakit. Karen mencoba berdiri lagi, walau kakinya membiru karena tendangan Arion.


"Kau bisa saja memisahkan aku dan Rico. Kau bisa saja menghukum aku berat. Tapi kau tidak akan pernah bisa menghilangkan rasa cintaku pada pria itu," ucap Karen dengan beraninya.

__ADS_1


Arion mengangkat tangannya. Menampar dengan keras pipi Karen. Sehingga tubuhnya sedikit terhuyung ke belakang. Darah segar keluar dari sudut bibirnya yang pecah.


...****************...


__ADS_2