GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 33. Mencoba Mengakhiri Hidup


__ADS_3

Rico langsung pergi begitu dapat kabar dari orang suruhannya jika mereka telah mengetahui keberadaan Karen. Pria itu sangat kuatir melihat video yang dikirimkan Andi. Di mana Karen yang di seret masuk ke rumah.


Rico mengajak satu orang suruhannya yang bisa bela diri untuk berjaga-jaga jika dibutuhkan. Dia juga membawa supir pribadinya.


"Karen, bertahanlah Sayang. Aku akan datang menjemputmu. Aku pasti akan membawa kamu kembali," ucap Rico dalam hatinya.


Rico meminta supir untuk menambah kecepatan mobilnya. Dia takut terlambat sampai di desa itu. Takut juga jika Papinya nekat menyakiti Karen, wanita yang sangat dia cintai itu.


Sementara itu di kamar tempat Karen di kurung, tampak wanita itu kebingungan. Melihat ada kaca yang sedang dia pegang.


"Apa gunanya aku hidup jika hanya berada di dalam kamar saja?" tanya Karen dengan dirinya sendiri.


Karen mengangkat pecahan kaca yang ada ditangannya. Perlahan mendekatkan ke pergelangan tangannya. Dengan sekuat tenaga dia menancapkan ujung pecahan kaca ke tangannya. Terasa sangat sakit.


Karen menjerit kesakitan sebelum akhirnya pingsan. Darah segar mengucur deras dari pergelangan tangannya yang terluka.

__ADS_1


Arion mendengar suara rintihan kesakitan berlari menuju kamar. Membuka pintunya segera.


Saat pintu terbuka, Arion kaget melihat Karen yang telah tergeletak di lantai dengan tangan yang terluka. Darah mengalir deras dari pengalangan tangan wanita itu.


"Dasar bodoh," teriak Arion. Pria paruh baya itu berlari mendekati Karen.


Arion lalu mengambil baju Karen di lemari dan mengikat pergelangan tangan wanita itu untuk mengurangi darah yang keluar.


Arion berteriak memanggil salah seorang anak buahnya dan meminta mengangkat tubuh Karen.


"Cepat bawa masuk ke mobil. Kita harus cepat ke rumah sakit," perintah Arion.


Antoni melihat tubuh Karen yang digendong masuk ke mobil. Dia mengira wanita itu hanya pingsan saja. Pria itu gelisah karena Andi belum sampai. Bagaimana dia akan mengikuti kemana mobil itu pergi membawa Karen.


Beberapa menit kemudian orang yang ditunggu tampak dari kejauhan. Beruntung Andi Segera datang. Tanpa bicara Antoni langsung naik keboncengan dan meminta Andi segera jalan.

__ADS_1


"Cepat jalan. Arion membawa Karen pergi. Kita harus bisa menyusulnya, jangan sampai kehilangan jejak," ucap Antoni.


Mendengar ucapan Antoni, Andi langsung tancap gas. Menjalankan motor dengan kecepatan tinggi. Tampak mobil berhenti di klinik terdekat.


Setelah setengah jam berlalu, tampak tubuh Karen digendong memasuki ambulans. Antoni dan Andi bersiap mengikuti ambukan yang membawa Karen.


Satu jam perjalanan sampailah ke rumah sakit yang cukup besar. Di sana Karen langsung ditangani dokter.


Antoni lalu menghubungi Rico mengabari apa yang terjadi. Pria itu kaget saat mendengar Karen di bawa ke rumah sakit.


"Pak, kita ke rumah sakit X. Nggak jadi ke desa. Percepat lagi laju mobilnya," ucap Rico panik.


"Kecepatan jalannya mobil ini juga telah tinggi. Nanti kalau lebih cepat lagi, sangat berbahaya, Pak. Bisa kecelakaan," ucap supir itu.


"Aku takut terjadi sesuatu dengan Karen. Kenapa dia di bawa ke rumah sakit?" tanya Rico pelan, seolah bertanya dengan diri sendiri. Namun, supir dan satu orang pengawal itu masih dapat mendengarnya.

__ADS_1


"Pak Rico berdoalah. Karena hanya itu yang dapat dilakukan saat ini," ucap supir itu. Rico hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


...****************...


__ADS_2