
Arion masuk ke ruang kerjanya dengan langkah pasti. Dia akan mengadakan pertemuan dengan rekan. bisnisnya siang ini.
Pria paruh baya itu duduk di kursi kebanggaannya. Menghadap laptop yang ada di meja dan mulai mengetik sesuatu.
Matahari sudah mulai menampakkan wujudnya. Sinarnya yang memancar dengan teriknya masuk melalui kaca jendela.
Seorang karyawannya masuk setelah mengetuk pintu. Arion tersenyum semringah melihat siapa yang masuk. Seorang karyawan muda yang baru dua bulan ini bekerja di perusahaan miliknya ini.
"Sini, Sayang," panggil Arion.
Gadis itu berjalan mendekati meja kerja Arion. Pinggangnya di tarik kuat sehingga jatuh kepangkuannya.
Arion mengecup leher jenjang wanita itu. Hal itu membuat dia jadi menggelinjang.Tangan Arion masuk ke kemeja wanita itu, mencari sesuatu yang kenyal.
Saat sedang asyik bermain di dada wanita itu, terdengar ketukan pintu kembali. Wanita yang ada dipangkuan Arion langsung berdiri dan merapikan kembali kemejanya.
__ADS_1
Arion mempersilakan orang itu masuk. Setelah membuka pintu, tampak pengacaranya Arion berjalan masuk menuju meja kerja di mana pria paruh baya itu duduk dengan congkaknya.
"Ada apa kamu datang pagi begini?" tanya Arion sinis. Jika saja Sariman, pengacaranya itu tidak datang, pasti dia masih bersenang-senang dengan karyawannya tadi.
"Aku membawa surat dari pengadilan agama. Istri Anda telah mengajukan surat gugatan cerai seminggu yang lalu. Hari ini ada mediasi antara Anda dan Karen," ucap Sariman.
Pria yang bertubuh gempal dan pendek itu menyerahkan map yang berisi surat panggilan untuknya. Arion membuka dan membacanya. Meremas kertas itu kuat melempar ke lantai.
Arion melihat karyawan wanitanya itu masih berdiri di samping meja kerjanya. Emosi pria paruh baya itu kembali memuncak.
"Maaf, Pak," ucapnya ketakutan melihat amarah Arion. Dengan tergesa dia meninggalkan ruangan itu.
"Aku mau kamu membatalkan semua gugatan cerai ini!" ucap Arion masih dengan nada tinggi.
Dia tidak mau rekan kerjanya tahu jika dirinya akan bercerai. Apa lagi jika yang menggugat istrinya. Pasti mereka akan langsung berpikir, semua ini kesalahan Arion.
__ADS_1
Arion menikah lagi hanya untuk status. Dia ingin orang tetap berpikir baik tentang dirinya. Jika dia ada istri, pasti semua rekan bisnis berpikir dia pria yang baik, tidak suka jajan di luar.
"Saya sudah menyelidiki isi gugatan cerai dari istri Anda, Pak Arion. Dalam gugatan cerainya, istri Anda menyertakan bukti-bukti kuat tentang Anda yang selingkuh, pemain wanita dan KDRT," ucap Sariman hati-hati.
Dada di kepala Arion seakan mendidih mendengar ucapan pengacaranya itu. Dia tidak pernah mengira ancaman putra angkatnya Rico benar adanya.
Arion berdiri dengan wajah merah menahan amarah. Tiba-tiba, dia mengamuk. Menjatuhkan semua yang ada di meja ke lantai.
"Kamu akan membayar mahal semua ini! Aku tidak akan menerima semua ini dengan suka rela. Aku akan membalasmu, Rico! Dasar anak tak tahu diri," teriak Arion marah.
Sariman masih duduk di kursi yang ada dihadapan Arion. Pria itu tidak bergeming sedikitpun. Dia telah terbiasa melihat amarah Arion. Bukan hal yang aneh dan menakutkan bagi dirinya.
Dia menjadi pengacara Arion sejak Rico masih kecil. Saat mengangkat Rico jadi anaknya, Sariman juga yang mengurus semuanya. Jadi sifat dan karakter pria paruh baya itu telah dia hafal dengan baik.
...****************...
__ADS_1