
Suara dentuman musik terdengar sangat memekakkan telinga, bau alkohol juga langsung menyeruak ke indra penciuman saat memasuki ruangan yang minim pencahayaan itu.
"Berikan aku sebotol minuman," ucap Arion sambil duduk di kursi. Pria itu menenggelamkan wajahnya ke telapak tangan sembari menunggu minumannya datang.
Tujuan terakhir Arion jika udah sangat stres adalah club, menurutnya tidak ada lagi tempat yang cocok selain club dan minuman. Di sana Arion bisa melupakan semua beban dalam pikirannya, karena tidak ada yang bisa mendengarkan keluhannya.
"Permisi, Tuan. Ini minuman yang Anda pesan." Pelayan itu menaruh sebotol alkohol di depan Arion.
Mendengar hal itu, Arion langsung megangkat wajahnya dan mengambil minuman pesanannya. Tanpa menunggu lama lagi, Arion langsung membuka tutupnya dan meminumnya dengan cepat. Seakan dia belum mimun selama beberapa hari, karena melihat cara minumnya yang terkesan sangat rakus.
Arion meminum alkohol itu sampai setengah botol, pria itu memberi jeda sebentar sebelum kembali minum. Tetapi, niatnya itu urung saat melihat seorang wanita dengan pakaian seksi berjalan di depannya. Arion langsung menaruh botol alkoholnya di atas meja, kemudian dia bersiul untuk memanggil wanita itu.
Wanita yang berpakaian seksi itu sempat bingung apakah siulan itu ditujuan untuknya atau tidak, dia menatap Arion dan menunjuk dirinya sendiri sebagai pertanyaan apakah siulan itu ditujukan untuknya atau tidak.
"Iya, kemarilah," jawab Arion sambil menepuk kursi sebelahnya. Itu tandanya dia ingin wanita itu menemaninya untuk minum malan ini.
Tentu saja wanita itu langsung senang, dia tersenyum menggoda sambil memainkan rambut panjangnya. Kemudian dia duduk di sebelah Arion dengan senang hati. "Sepertinya Anda sangat kesepian, Tuan," tebak wanita itu.
__ADS_1
"Iya, aku sangat kesepian," jawab Arion sambil menaruh kepalanya dibahu wanita malam itu.
Jemari wanita itu langsung sigap mengusap lembut wajah Arion, dia sudah tahu bagaimana cara mainnya. "Jangan bilang seperti itu, aku di sini siap mendengarkan keluh kesah Anda, Tuan. Ceritakan saja apa masalahmu."
Arion memejamkam matanya, dia semakin mendekatkan diri pada wanita itu. Tangannya juga sudah merangkul erat pinggal wanita itu. "Apa kamu yakin mau mendengarkan semua keluh kesahku, hm? Ini akam sangat panjang."
"Itu tidak masalah, Tuan. Aku akan mendengarkannya dengan baik, sampai ceritamu habis."
Detik itu juga, Arion langsung mengangkat kepalanya dari bahu wanita malam itu. Dia menarik pinggul wanita itu agar bisa lebih dekat dengannya, tatapan Arion juga lebih intens.
"Dengan jarak sedekat ini kamu akan lebih bisa mendengarku, musik di sini terlalu keras," bisik Arion dengan nada yang menggoda.
Arion yang mendengar itu menyeringai, pria itu senang dengan respon yang diberikan wanita itu, rupanya dia pemain yang handal. Kemudian Arion memulai ceritanya, tentu saja dia tidak menceritakan kejadian sesunghuhnya, Arion akan sedikit melebih-lebihkan agar dirinya tidak terlihat bersalah.
Wanita itu mendengarkan seadanya, dia sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan cerita Arion. Dia hanya menginginkan uang pria itu, karena dia sudah mendengar rumor kalau Arion sering memberikan uang yang sangat banyak pada wanita yang dia suka.
"Huh! Ceritaku sangat panjang bukan?" Arion mengakhiri ceritanya dengan pertanyaan. Dia sedikit merasa lega karena sudah mengeluarkan semuanya.
__ADS_1
"Tidak terlalu, aku menikmati ceritamu. Aku juga merasa prihatin mendengarnya, aku berharap masalah Tuan bisa segera berakhir," jawab wanita itu sambil terus membelai tubuh Arion. Dia juga memasang mimik muka sedih agar Arion tahu kalau dia benar-benar merasa ikut sedih.
Arion mengangkat tangannya ke arah pelayan club, mengacungkan tiga jari, menandakan kalau dirinya ingin tiga botol minuman lagi. Tanpa menunggu lama, pelayan itu langsung mengambilkan pesanannya.
Setelah minumannya sampai, Arion langsung memberikan wanita itu sebotol dan untuk dirinya sendiri dua botol. Rasanya malam ini Arion ingin benar-benar mabuk dan melupakan semuanya.
"Bersulang!" teriak Arion sambil mengangkat botolnya.
"Bersulang," sahut wanita itu.
Mereka berdua kemudian minum bersama. Bedanya Arion minum dengan cepat, sedangkan wanita itu perlahan, dia tidak ingin mabuk dulu sebelum Arion.
"Kau tahu, malam ini aku senang bisa bertemu denganmu," bisik Arion tepat ditelinga wanita itu. Hal itu membuat sang wanita merasa geli.
Gerakan Arion semakin jauh, tangannya sudah mulai liar ke mana saja. Wajahnya juga semakin mendekat pada wanita itu, bersiap untuk menciumnya. Tapi, tangan wanita itu langsung sedikit mendorong Arion. "Jangan lakukan itu di sini, banyak yang melihat. Kita bisa melanjutkannya di kamar saja," bisik wanita itu.
"Begitukah? Kalau begitu ayo!"
__ADS_1
Malam itu Arion menghabiskan waktu bersama wanita malam lagi.
...****************...