
Dua bulan telah berlalu sejak Karen melahirkan putri tercintanya. Di hari minggu seperti saat ini, waktu yang sangat Rico nantikan karena dia bisa menghabiskan waktu bersama istri dan anaknya.
Setelah menidurkan Tiara, Karen keluar dari kamar menuju ruang keluarga. Dia lalu menghidupkan televisi.
"Kamu lapar?" tanya Rico.
Rico berjalan ke arah istrinya yang baru saja duduk di sofa disampingnya, Karen tampak kelelahan disana, dia baru saja menidurkan putri mereka di kamar, sudah enam puluh hari semenjak Karen melahirkan.
Banyak perubahan sifat dari dirinya, mungkin terkena Baby Blues atau sebagainya, tapi terkadang Rico gemas sendiri kepada istrinya itu, yang akhir-akhir ini terlihat manja.
"Capek, kak," ucap Karen pelan.
Rico baru saja menyelesaikan pekerjaannya, dia meraih puncak kepala istrinya. Dia lalu mengelusnya sejenak.
"Aku masakin sarapan untukmu." Rico berjalan ke arah dapur dan membuka kulkas.
Karen akhirnya berdiri dan menyusulnya juga masuk ke dapur. Dia langsung memeluk suaminya dari belakang disaat suaminya tengah fokus memasak.
"Mas mau masak apa?" tanya Karen.
__ADS_1
"Nasi goreng aja."
"Emang bisa?" Kembali Karen bertanya.
Rico hanya tersenyum dan membuat nasi goreng dari bahan yang dia dapat di kulkas, walaupun sibuk dengan pekerjaannya, Rico juga memiliki skill masak karena sebelum menikahi Karen, dia merupakan seorang perjaka yang mandiri. Rico lebih sering tinggal di apartemen dari rumah orang tuanya.
Melihat suaminya sibuk memasak, Karen kembali ke ruang keluarga dan memilih menyalakan televisi. Wanita itu menonton acara gosip di pagi hari, dia juga sempat melihat jam dinding yang menunjukkan angka sebelas siang, yang berarti ini bukan sarapan lagi, tapi sudah makan siang namanya, semenjak sudah melahirkan ini Karen memang jarang bangun pagi.
Tadi pagi sepertinya bibi telah menyiapkan sarapan roti bakar untuk Rico. Itu tampak dari sisa di piring yang ada di meja makan.
Suara penggorengan beradu membuat kebisingan di tengah keheningan rumah tersebut. Bersamaan dengan aroma nasi goreng yang sudah selesai di masak oleh suaminya Rico.
Karen hanya menatap nasi goreng tersebut dan wajah suaminya bergantian. Hal itu membuat Rico menanyakan hal itu kepada Annisa.
"Suapin," pinta Keren dengan nada manja yang membuat Rico ikut duduk disampingnya.
Karen membuka mulutnya disaat Rico menyodorkan sendok berisi nasi goreng ke mulutnya. Dia hanya menggeleng melihat mulut istrinya yang penuh dengan nasi goreng.
"Mas, nggak makan?" tanya Karen tidak jelas karena mulutnya masih penuh.
__ADS_1
"Kalau mulut penuh tuh jangan bicara dulu," ujar Rico. Dia menyodorkan segelas air yang langsung di minum oleh Karen. " Nggak usah, aku tadi udah makan roti, lagian ini kolestrol. Bukannya kamu juga yang ngelarang makan yang banyak mengandung kolestrol?" tanya Rico.
"Tapi sekali-kali tak pa-pa sih, cobain deh enak tahu," jawab Karen mengambil sendok tersebut dan menyuapi Rico.
Rico yang melihat itu hanya membuka mulutnya menerima suapan dari Karen yang berakhir mereka menghabiskan nasi goreng tersebut berdua.
Setelah makan Rico dan Karen menghabiskan waktu dengan menonton tv kembal. Namun, disaat sedang asik menonton, tiba-tiba hujan turun yang membuat Karen kaget mendengar suara petir.
"Mas tahu gak apa yang aku lakukan saat setelah ayah Rusdi mengatakan jika aku harus menikah dengan temannya?" tanya Karen yang membuat Rico menggeleng.
"Apa?" tanya Rico.
"Aku depresi, bahkan pengen bunuh diri, secara aku harus menikah tanpa cinta, tapi saat aku depresi tentang masa depan aku, hujan turun, yah aku hujan-hujanan aja, karena terkadang air mata yang turun ditengah deraian hujan bisa menyamarkan rasa sakit hati yang dipendam," jawab Karen yang membuat Rico tertegun.
"Maaf aku tak tahu jika kamu juga terluka. Aku pikir ada pria lain yang kamu cintai sehingga memutuskan hubungan kita," ucap Rico. Dia teringat saat tiba-tiba Karen memutuskan hubungan cinta mereka.
Karen hanya tersenyum membalas pelukan suaminya. Dia dapat merasakan cinta yang besar dari suaminya itu.
Terkadang kita harus merasakan sakit hati dulu baru bahagia, dan hujan selalu tahu kapan kita sedih dan bahagia, dia siap menghapus air matamu dan siap menemani kebahagiaanmu.
__ADS_1
...****************...