Godaan Penghuni Telaga

Godaan Penghuni Telaga
Bersama mereka


__ADS_3

"Ratih..., aku boleh nanya gak?" Nina berbisik pada sahabatnya saat sedang istirahat di kampus.


"Apaan?" balas Ratih.


"Kamu pernah gak sih mimpi mmm nganu?"


Nina ragu-ragu dan malu menceritakan tentang mimpinya tadi malam.


"Mimpi apa, di gigit ular?" tanya Ratih.


"Bukan, itu mimpi yang di lakukan oleh orang dewasa," bisik Nina.


"Maksud lo apaan, mimpi lagi ML?"


"Hushh... bisa nggak sih lo pelanin volume suara lo,"


Nina melirik kanan-kiri takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.


"Mmm pernahlah, kamu habis mimpi gitu juga ya?" Ratih penasaran melihat Nina yang menahan malu.


"Ya..., ya gitu deh," jawab Nina.


"ML sama siapa?" tanya Ratih berbisik.


"Bukan orang sini,"


"Ha ha ha pasti sama Le min ho kan? lo kan suka drakor sampai kebawa mimpi ha ha ha,"


"Hush ngejaplak aja itu mulut. Bukan,"


"Jadi sama siapa sih?" Ratih penasaran.


"Ya pokoknya kamu gak kenal sama orangnya,"


"Hmm kamu main rahasia-rahasiaan ya sama gue,"


"Bukan gitu Rat, susah jelasinnya kamu gak kenal juga sama dia. Mmm... Rat kalau mimpi gitu emang sampai basah banget ya?"


"Wah kalau sampai basah banget berarti lo benar-benar sampai klimaks ya?" Ratih kembali berbisik.


"Ya aku nanya kamu malah nanya sih, kan kamu lebih pengalaman dari gue,"


Ratih menarik tangan Nina dan mengajaknya ketempat yang sepi agar mereka bebas berbicara.


"Gue capek bisik-bisik disana, disini aman deh buat ngomong. Jadi lo sampai basah banget pas bangun?"


"Iya banyak banget, sampai nembus ke sprei,"


"Wah bisa gitu ya, kamu kencing kali Nin,"


"Nggak lah, kan beda basahnya ngompol sama air itu,"


"Iya sih, kalau menurut pengalaman gue sih kalau mimpi ya basah juga tapi gak sampai kayak elo sampai nembus. Nah kalau beneran ya iya sih sampai meluber-luber," terang Ratih.


"Kamu pernah nglakuin itu beneran Rat?"


Ratih mengangguk mengiyakan pertanyaan Nina.


"Sama Adit?" tanya Nina penasaran.


"Bukan, Adit malah belum ngapa-ngapain gue," wajah Ratih memerah.

__ADS_1


Nina melongo bengong, dia heran karna tidak tahu kalau ratih pernah ML dengan pria lain.


"Itu sama cowok aku yang dulu gue begitu, ah udah jangan diinget-inget bikin sakit hati,"


"Ok...,"


Nina tak melanjutkan pembicaraan mereka, buat Nina sudah cukup mengerti tentang mimpi basah, berarti setiap orang pernah merasakannya bukan hanya dirinya saja.


"Nanti jadi kan bakar-bakar di rumah elo Nin?" tanya Ratih.


Mereka sudah membuat rencana untuk party kecil di rumah Nina.


"Jadi, Bibik udah belanja ikan buat ntar malem," balas Nina.


"Ok sampai jumpa nanti malem ya Nin," pamit Ratih.


"Ok."


************************


Nina sudah mempersiapkan cemilan dan ikan bakar untuk acara bersama temannya di rumahnya nanti malam. Orang tua Nina kebetulan sedang keluar kota untuk urusan bisnis.


Erick datang lebih dulu dari temannya yang lain, Nina menyambutnya dengan ramah. Mereka menyiapkan acaranya di samping rumah Nina agar asap bakar ikan tidak mengganggu tetangga.


"Ya udah kita mulai aja Rick bakar ikannya, nanti mereka dateng udah mateng tinggal makan,"


Erick membuat bara api, Nina mulai memanggang ikannya.


"Kamu ternyata bisa juga jadi tukang panggang ikan ya Nin he he," Erick semakin kagum dengan Nina.


"Bisa dong, kalau ke kampung nenek aku sering manggang ikan, disana ikannya fresh dari laut,"


"Kamu memang calon istri idaman," goda Erick.


"Ya mana tahu sering ku gombalin kamu bisa jatuh cinta sama aku,"


"Mmm ngarep,"


"Iya aku ngarep banget jadian sama kamu,"


Erick mulai serius tidak bercanda lagi, dipegangnya tangan Nina. Nina menunduk malu mendapat tatapan tajam dari Erick.


"Eh ciieehhhh suit... suit...,"


Ratih datang bersama Dian, Eka dan Adit. Melihat Erick sedang memegang tangan Nina langsung mereka godain.


Nina menarik tangannya dan berpindah tempat menjauhi Erick.


"Dasar pengacau," Erick mendengus kesal.


"Kalian jadian?" tanya Eka.


"Apaan sih," jawab Nina.


"Rick kalau lo jantan coba deh lu tembak Nina di depan kami," seru Dian.


"Nah lo berani gak Rick," sambung Adit.


Erick yang kesal di godain teman-temannya akhirnya mendekati Nina, memaksa Nina untuk memandang wajahnya. Erick berlutut di depan Nina. Teman-teman Nina langsung terdiam menunggu Erick menyatakan cinta.


"Nina dengan segenap hatiku yang paling dalam aku ingin menjadikanmu pacarku. Memang aku tidak punya apa-apa saat ini, aku hanya punya cinta yang tulus dari dalam hatiku,"

__ADS_1


Brakkkk...


Suara pot pecah mengejutkan mereka, Nina dan kawan-kawannya mencari ke arah suara, meninggalkan Erick yang berlutut menyatakan cintanya.


"Yah kog bisa pecah sendiri sih ini pot bunga,"


Nina heran karna tiba-tiba pot bunga di sudut ruangan pecah berkeping tanpa ada yang menyenggolnya. Ketiganya tiba-tiba merinding dan merasa dingin.


"Yuk ah pindah serem disini kayaknya," ajak Eka.


Sementara Erick masih berlutut menunggu jawaban Nina.


"Udah deh Rick, kamu berdiri jangan kayak bucin gitu malu tau,"


Nina mendekati Erick dan menyuruhnya untuk segera berdiri.


"Jadi kamu terima apa tidak cintaku?"


prankkkkk...


Lagi-lagi ada suara seperti barang di banting.


"Apa tuh Nin?" tanya Dian.


"Paling juga Bibik nyuci baskom jatuh," jawab Nina.


"Jawab dong Nin, kasihan tu Erick," kata Ratih.


"Emang harus ya?" tanya Nina.


"Ya harulah kasihan kan dia ngarep terus, kamu terima apa tidak cinta si erick?" saut Adit.


"Mmmm ok," jawab Nina.


"Hmmm ok?" teman-teman Nina bingung.


"Ya ok, kalian mau aku jadian sama Erick kan? ya ok aku terima,"


Nina tak enak hati menolak Erick walaupun di hati Nina belum ada rasa apa-apa,. Erick melonjak girang cintanya diterima Nina.


"Yeeee...!!" teman-teman Nina ikut senang.


"Eh Rick inget ya kalau lo sampai bikin Nina terluka, kami berempat yang akan bejek-bejek Elu!" ancam Ratih.


"Siap Bos. Trimakasih Sayangku Nina," ucap Erick senang.


"Udah gak usah lebay, gue gak bisa romantis orangnya," ucap Nina.


"Nggak apa-apa Nin, kita romantisnya kalau lagi berdua saja ya," sambung Erick, di sambut tawa teman-teman Nina.


Mereka menghabiskan malam sambil bercerita dan tertawa ria. Erick duduk di sebelah Nina sambil menikmati ikan bakar.


Jam sepuluh malam mereka mulai membubarkan diri Dian tidak pulang karna mau tidur di rumah Nina menemani Nina yang sendirian.


Ratih pulang bersama Adit, Eka dan Erick pulang dengan motor masing-masing.


"Aku pulang yah," pamit Erick pada Nina.


"Hati-hati di jalan ya Rick," ucap Nina.


"Ok Sayang, trimakasih buat malam ini aku senang sekali,"

__ADS_1


Nina menutup pintu gerbang rumahnya saat teman-temannya sudah menghilang. Kini tinggal Nina bersama Dian, setelah mematikan semua lampu di rumahnya, mereka ke kamar Nina untuk beristirahat.


******************


__ADS_2