Godaan Penghuni Telaga

Godaan Penghuni Telaga
Bertemu Marcel


__ADS_3

Hari ini Fatan berulang tahun Maya sudah menyiapkan pesta untuk anaknya dan memberi tahu Fatih untuk datang menemui Fatan. Dengan berat hati Fatih menyetujui permintaan Maya, diapun datang ke acara pesta ulang tahun Fatan.


Maya sangat senang melihat kedatangan Fatih, mereka berfoto bersama layaknya sepasang suami istri, namun Fatih sama sekali tak menunjukkan rasa senangnya. Dia juga bersyukur Fatan tak mau dia gendong, jadi tak perlu repot-repot harus bermain bersama Fatan.


Maya mengupload foto-foto pestanya di WA story, dan tentu saja Nina melihat foto kebersamaan Fatih dan Maya juga anaknya, Nina tersenyum getir menyaksikan kekompakan mereka bertiga.


"Fatan belum mengenalmu Fat, karna kamu tidak pernah dilihatnya. Nanti kalau dia sudah kenal pasti dia lengket sama kamu," ucap Maya saat mereka duduk berdua.


"Aku pulang dulu ya kan Fatannya mau tidur lagian yang lain juga sudah pada pulang," Fatih risih kalau harus berlama-lama di tempat Maya.


"Ini kan hari libur kamu kan sudah janji mau seharian bersama Fatan, bagaimana dia mengenalmu kalau kamu datang cuma sebentar seperti tamu," Maya mencoba menahan Fatih.


"Ya aku juga belum terbiasa dengan semua ini," Fatih menghela nafas dan menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Santai saja anggaplah rumahmu sendiri, oh ya bagaimana Nina kalian baik-baik saja kan?" Maya basa-basi menanyakan tentang Nina.


"Kami baik-baik saja dia sedang sibuk dengan usaha barunya. Tadinya aku mau ajak dia kesini cuma tidak bisa," Fatih juga berpura-pura kalau hubungannya dengan Nina masih baik-baik saja.


"Syukurlah kalau kalian baik-baik saja, aku sebenarnya gak enak sama Nina."


Fatih benar-benar merasa bosan di tempat itu, sungguh membosankan berbicara dengan Maya, kadang dia tak habis pikir bagaimana dulu bisa tidur dengan wanita di depan ini.


Maya tertawa di dalam hatinya dia senang Fatih berada di dekatnya, Maya tak mau terburu-buru mendekati Fatih dia yakin suatu hari nanti Fatih akan jatuh di pelukannya lagi.


*************


Nina memutuskan untuk pindah ke apartemen, karena setiap masuk ke dalam kamarnya kenangan bersama Fatih selalu datang menghantui. Baju-baju Fatih juga masih tersusun rapi di lemarinya.


Dia juga mau fokus dengan usaha yang baru yang dia rintis, Nina menggandeng Ratih untuk membantunya mengelola restorannya.


"Mah Nina dimana Mah?" Fatih yang berkunjung ke rumah Nina tak mendapati istrinya berada di kamarnya.


"Nina sudah tidak tinggal disini lagi Fatih, mama tidak bisa mencegahnya. Dia butuh tempat untuk menenangkan dirinya, dan Nina tidak memberitahu mama dimana dia tinggal yang jelas masih ada di kota ini,"


"Ma kalau Nina telpon bilangin kalau Fatih datang kesini ya Mah," Fatih kecewa, dia sudah berusaha menghubungi Nina tapi tak pernah dihiraukannya.


"Nin, kog Fatih gak pernah kelihatan sama kamu. Kalian baik-baik saja kan?" Ratih yang melihat Nina tak pernah bersama Fatih mulai curiga dan bertanya-tanya.


"Mmm kami baik-baik saja, dia sibuk aku juga punya kesibukan sendiri mengurus semua ini, untungnya ada kamu disini," Bunga tak mau Ratih tau masalah rumah tangganya.


"Eh ngomong-ngomong kapan kalian bikin pesta pernikahan?" Ratih sangat bersemangat menunggu pesta pernikahan Nina.


"Kayaknya nggak bikin pesta deh Rat," jawab Nina datar.


"Hah nggak jadi, yah gak asik," Ratih kecewa.


Nina mengalihkan pembicaraan dan mengajak Ratih membahas hal lain agar tak terus membahas tentang pernikahannya.


Hand phone Nina berdering panggilan masuk dari Maya, Nina menarik nafas panjang sebelum mengangkatnya dia mencoba bersikap tenang dan santai.


"Hallo May," sapa Nina ramah.


"Hai Nin, Nin aku mau ngucapin makasih sama kamu udah ngijinin Fatih ketemu sama Fatan,"


"Mmm bukankah itu memang sudah kewajiban dia."

__ADS_1


"Kamu sibuk apa sekarang?" Maya mencoba berbasa-basi.


"Yah ini usaha kecil-kecilan, terinspirasi dari hoby makan dan kumpul-kumpul sama teman." Nina berusaha untuk tetap santai.


"Mmm minggu depan kalau Fatih ketemu sama Fatan kamu ikut dong biar rame."


"Aku gak janji ya May, oh sory aku harus jalan dulu bye," Nina segera mengakhiri percakapannya dengan Maya, dia menghembuskan nafas membuang rasa emosinya.


*********


Fatih selalu mengirim pesan pada Nina menanyakan kabarnya, namun lagi-lagi dia menelan kecewa Nina bahkan tak mau membacanya apa lagi membalasnya.


Malam itu Fatih sudah sangat kesal dan frustasi, dia memutuskan untuk pergi ke bar membuang rasa penatnya mendengarkan musik sambil minum sedikit agar bisa melupakan masalahnya.


Fatih memesan minum sambil mendengarkan musik yang berdentum memenuhi ruangan, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang.


"Hei kamu Fatih kan?" sapa pria itu.


"Hei... Marcel!!" Fatih berdiri dan menyalami Marcel, mereka berpelukan dan tertawa bersama.


"Kamu lama menghilang Fat?" tanya Marcel dan duduk di depan Fatih.


"Nggak juga masih disini kog, cuma gak pernah dugem aja. Kamu sendiri kemana saja?" Fatih balik bertanya pada Marcel.


"Ya begini-begini aja bro sambil nungguin jodoh datang ha ha," jawab Marcel sambil tertawa.


Mereka berbincang mengenang masa gila dulu lalu berfoto bersama, Marcel langsung memasang di WA story dengan caption "long time never seen" yang langsung di lihat oleh Maya dan meresponnya.


"Kalian dimana?" Maya mengirim pesan pada Marcel.


"He he kenapa Sayang, kamu kangen sama dia?" balas Marcel pada Maya.


"Ok cantik jangan marah gitu dong. Kami sedang di GG bar, mau join?" balas Marcel.


"Buat dia mabok dan bawa ke apartemenku!!" Maya sudah merencanakan sesuatu.


"Siap Bos, ada lagi?" tanya Marcel lagi.


"Kasih dia obat perangsang!!"


"Kenapa harus pakai itu?" Marcel heran Maya menyuruhnya memberi Fatih obat perangsang.


"Kerjakan jangan banyak tanya!!"


Maya tersenyum di apartemennya, dia sudah tak sabar menunggu kedatangan Fatih dan Marcel. Marcel terus mengajak Fatih minum sampai larut malam.


"Tenang aja Bro, nanti aku antar kamu ke hotel kalau kamu gak bisa pulang. Kita udah lama gak bertemu mari kita happy malam ini," Marcel terus menambahkan minuman pada gelas Fatih.


Malam semakin merayap dan waktu sudah menunjukkan pukul 02.00, Marcel mengantar Fatih yang sudah mabok ke apartemen Maya. Fatih yang sudah mabok berat langsung di baringkan ke ranjang dan dia tertidur.


"Kau apakan dia Marcel?" melihat Fatih yang tidak sadar Maya merasa geram, dan memarahi Marcel.


"Kami minum aja sampai mabok, dia yang mabok gue sih nggak," jawab Marcel sambil melangkah pergi.


"Tunggu! kamu sudah kasih dia obat yang kuminta kan?" tanya Maya membuat Marcel menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Sudah sesuai perintah mu Bos, selamat bersenang-senang aku mau pulang udah ngantuk," Marcel keluar dari apartemen Maya tanpa menoleh lagi.


Maya mendengus kesal melihat Fatih benar-benar tertidur karna mabok berat, dia menggerutu dalam hati. Maya membuka semua baju Fatih dan memfoto Fatih lalu menguploadnya ke WA story, dan menulis caption "kamu masih seperti yang dulu".


Maya juga membuka bajunya dan tidur di sebelah Fatih yang tidak sadar dirinya berada dimana. Maya memeluk tubuh Fatih dan memejamkan matanya.


************


Fatih menggeliat terbangun dari tidurnya, mendapati tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Dia terkejut ada wanita tertidur di sisinya juga polos tanpa pakaian di tubuhnya.


"Oh si*l..., kenapa aku sampai mabok tadi malam, hah... May... Maya," Fatih terkejut wanita tanpa busana di sampingnya adalah Maya.


Maya menggeliat dan terbangun melihat Fatih yang sudah bangun dari tidurnya dia langsung memeluk dan mengecup bibir Fatih.


"Hai Sayang, kamu udah bangun tidur lagi yuk. Kamu pasti capek semalam kita hmm... kamu masih se liar dulu Sayang," ucap Maya sambil mengelus dada Fatih dan tersenyum nakal.


Fatih mendorong Maya dan bangun dari tidurnya, dia tak percaya dan melihat kamar Maya yang berantakan. Fatih segera memakai bajunya dia mengumpat dalam hati bagaimana bisa dia sampai di tempat ini.


"Kenapa aku bisa disini?" tanya Fatih geram.


Maya bangun dan melenggang santai di depan Fatih dengan tubuh polosnya, dia ingin menggoda laki-laki di depannya dengan tubuhnya, namun Fatih sedikitpun tidak tergoda dia malah merasa jijik dan tak mau melihat tubuh Maya.


"Semalam kamu datang mengetuk pintuku, ya aku mau gimana lagi kamu mabok dan menyerangku begitu saja, kupikir kamu memang merindukanku hingga dalam mabokmu kamu pulang kesini."


Ucapan Maya membuat Fatih semakin kesal, Fatih berjalan keluar kamar dan akan pergi dari apartemen Maya, dia bisa gila kalau lama-lama berada di dekat wanita ini.


"Fatih! kamu mau kemana?" teriak Maya melihat Fatih pergi begitu saja.


Fatih tak menghiraukan teriakan Maya dia langsung keluar dan naik taksi kembali ke bar mengambil mobilnya terus pulang ke rumahnya.


Nina yang tak sengaja melihat WA story Maya hatinya langsung panas dan semakin sakit hati, diapun langsung memblokir nomor Maya dan Fatih agar tidak lagi melihat apapun yang mereka pamerkan


**********


"Dari mana saja kamu Fatih, kambuh lagi penyakitmu?" Tomi langsung menegur saat Fatih pulang ke rumah.


Fatih tak menjawab dan langsung masuk ke kamarnya, dia membaringkan tubuhnya karna kepalanya terasa pusing, Tomi menghela nafasnya yang tiba-tiba terasa sesak. Dia mencoba menyabarkan hatinya menghadapi anak semata wayangnya yang sepertinya mulai berulah lagi.


Fatih mencoba mengingat apa yang terjadi semalam, dia bahkan tidak yakin bisa datang sendiri ke apartemen Maya. Dia juga tidak yakin sanggup bercinta dalam kondisi mabok berat, kecuali dulu dia memakai narkoba dia sanggup melakukan hal itu.


Fatih teringat pada Marcel, dia yakin Marcel di balik semua ini. Fatih geram dan meninjukan tangannya pada tembok kamarnya.


"Kurang ajar kamu Marcel, pasti kalian berdua sekongkol. Awas kamu ya, tunggu saja kalau ketemu lagi ku hancurkan kepalamu." Fatih bersungut-sungut menahan amarahnya.


*********


"Kamu di suruh gitu aja gak becus Marcel!!" Maya memaki Marcel melalui telpon.


"Ada apa lagi May?" Marcel yang baru bangun tidur bingung, pagi-pagi sudah kena semprot Maya.


"Aku suruh kamu kasih Fatih obat perangsang, kenapa malah dibikin teler kayak gitu?" Maya berteriak di telponnya.


"Aku udah lakukan semua perintahmu, ya kalau dia teler jangan salahin aku dong, dia yang nyosor sama minuman," Marcel membela dirinya.


"Breng*ek kamu!!" Maya mematikan sambungan telponnya.

__ADS_1


Marcel tertawa di kamarnya, dia memang tidak memberi obat pada minuman Fatih. Marcel hanya membuat Fatih mabok dan tak sadarkan diri, lalu mengantar ke apartemen Maya, karena Marcel juga tidak rela kalau Maya sampai tidur dengan Fatih.


***********


__ADS_2