
Teman-teman Nina sudah datang mereka juga sudah mulai membakar ikan bakar yang sudah di siapkan oleh bibik, aroma sedap ikan yang di bakar sudah tercium kemana-mana. Mama dan papa Nina juga ikutan bergabung, Tomi papanya Fatih juga datang, biasanya malam minggu dia datang untuk bermain catur dengan papanya Nina. Sementara Fatih dia belum pulang dari kantornya.
"Fatih belum pulang Nin?" tanya Tomi papanya Fatih.
"Belum Pah, mungkin terjebak macet di jalan," jawab Nina.
Sementara Fatih dia sedang berada di toko perhiasan mau membelikan Nina hadiah atas kelulusannya. Maya yang melihat Fatih langsung datang mendekati dan menyapanya.
"Mau belikan hadiah buat Nina ya?" tiba-tiba Maya sudah berada di sampingnya, membuat Fatih terkejut dan merasa tidak nyaman.
"Kamu ngapain datang kesini, mau beli perhiasan juga?" tanya Fatih ketus.
"Aku tadi habis belanja, mau pulang terus lihat kamu jadi aku datang untuk menyapa, salahkah aku menyapa ayah dari anakku." ucap Maya tanpa beban.
Fatih segera membayar perhiasan yang dia pilih dia ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu.
"Oh ya soal Fatan, aku mau cek DNA tapi dengan syarat kalau dia bukan anakku kamu jangan pernah hadir di depanku juga istriku." Fatih ingin cepat menyelesaikan masalah ini, dia tak mau rumah tangganya terus-terusan ribut.
"Ok, kapan?" tantang Maya.
"Nanti kuhubungi kamu." Fatih beranjak pergi, Maya ikut berjalan mengiringinya.
"Kalau Fatan ternyata benar anak kamu bagaimana?" tanya Maya lagi.
Fatih menghentikan langkahnya dan memandang Maya dengan seksama, jujur dia belum berfikir sampai kesana, dia selama ini hanya berfikir kalau Fatan bukan anak kandungnya.
"Terus maumu apa, menikah denganku. Kamu ingin aku meninggalkan Nina dan bersama denganmu?" Fatih balik bertanya.
"Tidak, setidaknya berbagilah denganku. Aku ingin anakku tumbuh dengan kasih sayang papanya. Seminggu sekali sudah cukup buatku aku tak akan meminta lebih. Kamu juga tidak perlu berpisah dari Nina, aku tidak meminta banyak Fatih," wajah Maya penuh harap.
Fatih meninggalkan Maya dia tak mau istrinya lama menunggu di rumah. Segera dia masuk ke mobil dan memacunya pulang ke rumah. Sesampai di rumah teman-teman Nina sedang bercanda tawa bersama Nina. Melihat Fatih datang Nina berdiri dan menyambut suaminya. Fatih senang melihat perubahan Nina kepadanya dia mencium istrinya saking senangnya tak peduli sedang ada orang lain dirumah itu.
"Maaf telat tadi macet di jalan, saya mandi dulu ya. Kalian duluan aja makannya." Fatih berpamitan pada teman Nina dan masuk ke kamarnya.
Nina mengikuti suaminya dari belakang, sesampainya di kamar Fatih mengeluarkan dari sakunya perhiasan yang tadi di belinya buat Nina.
"Selamat atas kelulusanmu ya Sayang," Fatih memasang kalung di leher nina.
Nina berkaca melihat hadiah dari suaminya yang melingkar manis di lehernya, ada rasa hangat menyeruak di hatinya. Mungkin dia harus memberi Fatih kesempatan sekali lagi, seperti pesan mamanya dia harus cepat menyelesaikan masalah mereka berdua agar tidak berlarut-larut.
"Trimakasih," ucap Nina.
Fatih berdiri di belakang Nina dan mengecup lembut leher istrinya serta memeluknya dari belakang.
"Aku yang trimakasih, karna kamu memberiku kesempatan. Aku mencintaimu Sayang." bisik Fatih di telinga istrinya.
__ADS_1
"Cepetan mandi yang lain udah nunggu di bawah." Nina melepaskan pelukan suaminya.
"Kamu nggak marah lagi padaku kan Sayang?" tanya Fatih.
"Tapi masih berlaku perjanjian kemarin ya," ucap Nina.
"Oh soal itu, tadi aku ketemu sama Maya dan aku bilang aku mau lakukan test DNA, jika aku bukan ayah anaknya dia akan pergi dari kota ini." Fatih menceritakan pertemuannya dengan Maya dan juga rencananya.
"Kalau dia terbukti anakmu, apa yang akan kamu lakukan?" Nina menatap lekat wajah Fatih yang berubah saat Nina bertanya seperti itu.
"Apa kamu masih menerimaku Sayang?" Fatih balik bertanya.
"Dia maunya apa, kamu nikahin?"
"Dia minta aku ada waktu bersama anak itu seminggu sekali." ucap Fatih dengan suara bergetar, dia menelan ludahnya takut dengan reaksi Nina yang tidak bisa diprediksi.
"Cuma itu saja?" tanya Nina, Fatih mengangguk.
"Apa benar dia tidak menginginkan dirimu juga untuk dirinya. Sepertinya dia masih sangat menginginkanmu." Nina masih menaruh curiga.
"Aku tidak pernah mencintainya, kalaupun dia sangat menginginkan diriku." ucap Fatih.
"Semoga saja dia tidak berulah suatu hari nanti." Nina hendak beranjak keluar tapi Fatih kembali menarik dan memeluknya.
"Percaya padaku Sayang. Please," Fatih memohon penuh harap.
Fatih mencium bibir istrinya dan memagutnya dengan mesra. Dia selalu tidak tahan kalau berhadapan denga Nina.
"Udah aku turun dulu, kamu cepetan mandi lalu turun,"
Nina mengakhiri ciuman suaminya agar tak berlanjut ke ranjang. Nina kembali bersama keluarga dan teman-temannya. Mereka kembali bercerita dan saling tertawa, tak berapa lama Fatih bergabung. Fatih menyuapi Nina saat makan, dia benar-benar ingin memanjakan istrinya. Mama Nina merasa lega melihat anaknya sudah kembali mesra.
*************
Fatih menelpon Maya untuk membuat janji temu melakukan test DNA, mereka bertemu di rumah sakit yang sudah di sepakati. Setelah melakukan serangkaian test Fatih kembali ke kantornya, hasil test akan keluar dalam satu bulan.
Fatih juga mengabari Nina tentang hal ini, dia ingin Nina tahu semua yang sudah dia lakukan. Nina sedang mempersiapkan kebaya buat acara wisudanya minggu depan dia pergi berbelanja bersama Dian, Ratih dan juga Eka.
"Kamu dimana Sayang?" Fatih menelpon Nina.
"Lagi nyari kebaya buat wisuda sama temen-temen," jawab Nina.
"Aku jemput yah," Fatih ingin menemani Nina berbelanja.
"Kamu gak sibuk?" tanya Nina.
__ADS_1
"Ah kan kerja di perusahaan papah, masa gak boleh mau nemeni istri belanja." jawab Fatih.
"Ok aku tunggu ya." balas Nina.
"Love you Sayang." Fatih mengakhiri panggilan telponnya dan segera menyusul Nina ke mall tempat dia sedang belanja.
Fatih menemui Nina di toko kebaya bersama ketiga temannya, Nina sedang mencoba-coba beberapa kebaya dan menunjukkan pada Fatih sampai mendapatkan yang menurutnya sangat cocok. Fatih juga membayar kebaya teman-teman Nina, membuat mereka histeris bahagia.
"Duh makasih ya Nina Fatih, lumayan duitnya bisa di pakai untuk keperluan lain." ucap Ratih.
"Anggap aja kenang-kenangan dari kita," jawab Fatih.
Nina senang melihat teman-temannya bahagia, mereka kemudian menuju restoran untuk makan bersama. Nina dan Fatih berjalan di belakang teman-temannya.
Nina menggandeng Fatih dan menyandarkan kepalanya di lengan Fatih. Dari jauh Maya memperhatikan kemesraan Fatih dan Maya, dia tersenyum getir dan berlalu pergi agar tidak melihat pemandangan yang membuat dadanya terasa sesak.
"Trimakasih, udah bikin mereka senang ya Sayang," ucap Nina pada Fatih.
"Eits... itu nggak gratis ya," balas Fatih.
"Maksudnya?" Nina memandang Fatih penuh tanya.
"Kamu harus membayarnya nanti malam," Fatih mengerling nakal.
"Yah ternyata cuma modus doang," Nina tertawa.
"Kan bayarnya pakai cinta," Fatih menggoda.
"Hutang dulu ya, bayarnya minggu depan." Nina ganti mengerling pada Fatih
"What?!" Fatih menggaruk kepalanya.
Mereka menikmati makan siang bersama, setelah itu berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing. Nina kemudian menemani suaminya di kantor hingga selesai bekerja.
*********
Hari yang di tunggu sudah tiba saatnya Nina di wisuda. Nina berdandan memakai kebaya dan juga seragam toganya. Fatih dan orang tua Nina juga menghadiri acara yang sangat sakral ini. Satu persatu para wisudawan di panggil ke podium untuk prosesi wisuda.
Setelah proses wisuda selesai Nina dan keluarganya mengabadikan dengan berfoto bersama keluarga, dia juga berfoto bersama teman-temannya untuk kenang-kenangan.
Setelah ini babak baru kehidupan Nina juga akan di mulai. Dia bukan seorang mahasiswi lagi, dia akan fokus menjadi istri dan juga memulai merintis usaha seperti mamanya.
Nina berencana membuka restoran dan juga mengembangkan usaha bimbel dengan menggandeng Dian sebagai partnernya dalam bisnis bimbelnya.
Fatih mendukung keinginan istrinya, dia senang kalau istrinya punya kesibukan sebelum mereka mempunyai momongan.
__ADS_1
Fatih sudah berencana akan mendaftarkan pernikahan mereka secara negara dan akan membuat pesta, namun Nina masih menunggu hasil test DNA Fatih keluar agar bisa mengambil langkah selanjutnya, hati Nina masih belum tenang jika hasil test DNA Fatih belum keluar.
****************