Godaan Penghuni Telaga

Godaan Penghuni Telaga
Syukuran rumah baru


__ADS_3

Pagi harinya Nina menghubungi mamanya kalau dia dan Ronald akan pindah ke rumah baru, dan dia butuh asisten rumah tangga untuk membantunya mengurus rumah.


"Jadi kapan kalian pindah?" tanya Pratiwi mama Nina.


"Nina tinggal ambil baju aja Mah, Mah kirimin Nina dua ART ya Mah," ucap Nina.


"Jadi kamu udah tidur di situ?" Pratiwi penasaran karena tadi malam Nina tidak pulang ke rumahnya.


"Iya Mah he he," Nina malu-malu.


"Nggak bikin acara apa gitu sebelum di tempatin Nin?" tanya Pratiwi pada Nina.


"Rencana mau undang anak yatim aja Mah, bikin doa sekalian ngumpulin keluarga sama teman-teman di sini," ucap Nina.


"Ok Sayang, Mama senang kalau kamu juga senang. Mau dibawain apa biar pak dhe Tomo sekalian antar asisten ke rumahmu?" tanya mama Nina.


"Di kamar Nina ada koper Mah yang dari Singapur kebetulan belum Nina bongkar nanti pak Dhe bawain itu aja ya, itu punyaku sama punya Ronald Mah dua-duanya bawa ke sini, Nina nggak bisa kemana-mana gak ada mobil nunggu Ronald pulang," ucap Nina.


"Ya sudah nanti sama pak Dhe Tomo aja kalau kamu butuh apa-apa, kamu gak mau ambil mobil baru?" tanya mama Nina.


"Nggak di bolehin bawa mobil sama Ronald Mah, ya udah palingan naik grab aja kalau penting," ucap Nina.


"Oh gitu, mmm nanti kalau butuh apa-apa pakai pak dhe Tomo saja biar aman," Pratiwi mengakhiri percakapan dengan Nina lewat sambungan teleponnya.


Setelah mendapat kabar dari anaknya Pratiwi langsung memilih dua ART dari yayasan miliknya untuk bekerja di rumah Nina, dan memerintahkan pak Tomo supirnya untuk mengantar ke rumah Nina yang baru.


Pak Tomo langsung berangkat ke rumah Nina mengantarkan kedua ART yang Nina minta tak lupa membawakan baju milik Nina dan juga Ronald.


Mobil bertuliskan Yayasan Kasih Sejati berhenti di depan rumah Nina yang baru, mendengar suara mobil datang Nina langsung keluar dan membuka pintu.


"Pak dhe ...!!" seru Nina.


"Eh Non, lama gak ketemu makin cantik saja," sapa pak Tomo.


"Pak dhe nanti antar Nina belanja ya kulkasku masih kosong," ucap Nina.


"Monggo Non. Sri, Nunik ini bos kalian sekarang, ini anaknya ibu Pratiwi pemilik yayasan orangnya baik sebaik mamanya kalian gak usah takut, pak dhe sudah kenal non Nina dari masih SMP," ucap pak Tomo pada kedua ART baru Nina. (monggo\=mari)


"Ah Pak dhe bisa saja, masuk Mbak ayo kutunjukin kamar kalian," Nina mengajak kedua ART-nya masuk ke dalam rumah.


Pak Tomo membawakan koper Nina ke dalam kamarnya, setelah menunjukkan kamar pada kedua ARTnya Nina mengajak pak Tomo pergi berbelanja.


*******


Nina memasak dibantu oleh kedua ARTnya, dia memang lebih suka masak sendiri sudah terbiasa selama di Singapura. Selesai masak Nina menyuruh kedua ARTnya dan juga pak Tomo makan, di dapur ada meja makan khusus buat ARTnya makan, berhubung Ronald tidak ada jadi Nina makan sekalian bersama pak Tomo dan kedua ARTnya.


"Pak Tomo, malem minggu ini Nina mau ngadain syukuran rumah ini, Pak Tomo punya kenalan ustad atau pemilik panti buat acara doa?" tanya Nina pada pak Tomo disela-sela makan.

__ADS_1


"Ada Mbak, untuk malam minggu besok ya Mbak?" tanya pak Tomo.


"Iya Pak, nanti Bapak kabarin ya berapa orang yang bisa datang, jadi aku siapin nasi kotaknya," ucap Nina.


"Siap Mbak, sore ini juga pak Tomo ke rumah ustad di dekat kosan pak Tomo. Non ada perlu apa lagi, kalau gak ada pak Tomo mau balik ke kantor?" tanya Pak Tomo setelah menyelesaikan makannya.


"Nggak ada Pak, pak Tomo pergi saja kan Nina udah ada mbak Sri sama mbak Nunik," ucap Nina.


Pak Tomo berpamitan dan kembali ke yayasan, sementara Nina mengeluarkan baju kotor dari kopernya untuk dicuci, Sri bagian mencuci baju dan Nunik membantu Nina menyusun bajunya di lemari, mereka saling berbagi tugas membersihkan rumah majikannya.


*******


Ronald pulang ke rumah bersama mamanya yang ingin mengunjungi rumah anaknya dan ingin bertemu dengan menantunya. Melihat mama mertuanya datang Nina merasa tidak enak hati karna belum sempat ke rumah mertuanya.


"Wah ..., Mamah malah duluan ke sini, maaf ya Mah, Ronald belum bawa Nina datang ke rumah Mamah," Nina menyalami Martha mama mertuanya.


"Ah sama aja Mama atau kamu yang datang yang penting kita ketemu, kamu suka gak sama perabotan pilihan Mamah?" tanya Martha.


"Nina seneng kog Mah, kan tinggal nempatin aja, trimakasih Mah. Oh ya Mah malam minggu besok Nina mau ngadain syukuran, mama sama papa datang ya," Nina menceritakan rencananya untuk membuat syukuran di rumah barunya, sekaligus buat acara kumpul keluarga.


"Tentu papa sama mama akan datang, wah kamu udah punya ART rupanya?" Martha melihat ada dua orang ART di dapur Nina.


"Iya Mah, kan tinggal telpon aja ke mamah minta dikirim ART," Nina menyuruh salah satu ART nya menyiapkan minum untuk mama mertuanya.


Ronald mengantar mamanya pulang setelah makan malam di rumahnya, Martha merasa lega Ronald anaknya sudah benar-benar hidup bahagia sekarang, tinggal menunggu hadirnya cucu yang akan menambah kebahagiaan di keluarga mereka.


*********


Keluarga Nina papa dan mamanya juga datang, juga Dian bersama mamanya dan juga om Tomi, Ratih dan Adit bagian konsumsi menyiapkan hidangan buat anak yatim, orang tua Ronald juga hadir walaupun agak terlambat karena terjebak macet.


Setelah selesai doa bersama saatnya mereka menikmati makan bersama, selesai makan ustad Solihin mohon diri membawa anak-anak pulang ke panti karna takut kemalaman dan mengantuk, Nina dan Ronald memberikan santunan untuk panti sebelum ustad Solihin pulang.


"Mbak Nina, kalau butuh pendampingan nanti bisa temui saya ya, minta antar pak Tomo main ke panti," ucap ustad Solihin pada Nina sebelum pulang.


"Mmm ... baik Ustad," ucap Nina ramah.


Ustad Solihin menatap Nina dengan pandangan yang membuat Nina merasa sedikit aneh, tapi Nina tak begitu menghiraukan karna hanya sekilas dan Nina harus menemani para tamunya yang lain.


Nina berkumpul dengan keluarga dan temannya, mereka bercerita dan saling bersenda gurau hingga larut malam.


"Nin seminggu lagi jangan lupa ya," kata om Tomi mengingatkan hari pentingnya akan tiba.


"Siyaap Om, Nina pasti datang sama Ronald, ya kan Sayang?" Nina menyenggol lengan suaminya.


"Hah ..., mmm ya ..., ok ...." Ronald sedikit kikuk.


Sebenarnya Ronald kurang nyaman Nina dekat dengan mantan mertuanya, di tambah lagi Fatih mau datang saat pernikahan papanya, Ronald merasa cemburu kalau Fatih dan Nina bertemu lagi, namun Ronald bersikap biasa tak menunjukkan rasa cemburunya pada Nina.

__ADS_1


Malam semakin larut tamu-tamu Nina berpamitan pulang, rumah Nina kembali hening, tinggal para ART yang berjibaku di dapur membersihkan piring dan gelas kotor.


"Mbak nyucinya besok saja udah malam, kalian pasti udah ngantuk," ucap Nina saat mengecek ke dapur.


"Iya Bu, tinggal manasin lauk aja, sayang nanti basi," ucap Nunik.


"Ya sudah, habis ini langsung istirahat ya, besok santai aja kan hari libur paling


kami bangun siang, kalian masak buat kalian aja ya," pesan Nina sebelum memasuki kamarnya.


Di dalam kamar Ronald sudah bersandar di ranjang sambil memainkan ponselnya, setelah membersihkan dirinya Nina berbaring disisi Ronald.


"Yang kalau om Tomi menikah kita ngado apa ya?" tanya Nina pada suaminya.


"Tauk," jawab Ronald kurang senang.


"Ya kan aku bingung mau ngasih apa," Nina masih tak menyadari kalau suaminya sewot.


"Udah tua juga emang penting ngadoin, yang penting kan doanya," ucap Ronald ketus.


"Ya nggak enak Yang, om Tomi kan ...," Nina tak melanjutkan ucapannya, dia mulai sadar kalau Ronald tidak suka dia membahas Tomi.


"Iya tahu, mantan mertua yang masih ngarep kamu balik sama anaknya," Ronald meletakkan ponselnya di nakas dan tidur membelakangi Nina.


"Yah ... malah ngambek, jangan marah gitu dong Yang, kan itu masa lalu," Nina merayu suaminya dengan memeluk dari belakang.


"Aku tahu masa lalu, tapi kan Fatih belum merid," ucap Ronald sewot.


Nina geram dan membalikkan tubuh suaminya, dia gemas melihat tingkah Ronald yang tidak biasa.


"Kamu cemburu?" Nina menatap mata suaminya.


"Nggak boleh?" Ronald balik bertanya.


"Cemburu sama Fatih?" tanya Nina.


"Ya jelaslah sama siapa lagi masak sama bapaknya," jawab Ronald ketus.


"Sejak kapan kamu jadi pencemburu begini?" Nina tak percaya Ronald ternyata cemburuan.


"Aku ini pencemburu, kamunya aja nggak peka, cuma aku diem kalau lagi cemburu males ribut," Ronald membalikkan tubuhnya dan pura-pura tidur.


Nina menarik nafas dan membiarkan suaminya tidur membelakanginya, baru kali ini Ronald menunjukkan rasa kesalnya pada Nina, biasanya Nina yang sering ngambek pada Ronald.


Nina memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur. Ronald tak tahan telah mendiamkan Nina, perlahan dia membalikkan tubuhnya memandang wajah Nina yang sudah terlelap, dia lalu memeluk tubuh istrinya dan melupakan rasa cemburunya.


*********

__ADS_1


__ADS_2