Godaan Penghuni Telaga

Godaan Penghuni Telaga
Hasil test


__ADS_3

"Bagaimana hasilnya apa sudah keluar?" Maya sedang berbicara di telpon dengan seseorang dari kantornya.


"APA!! nggak... nggak mungkin kamu pasti salah, aku nggak mau seperti ini, pokoknya rubah hasilnya seperti yang ku mau, atau awas saja ku hancurkan rumah sakit kalian kalau kalian tidak merubah sesuai keinginanku!!" Maya menutup telponnya dengan kesal.


"Arrgghhh... siala*n, bang*at!!!"


Maya berteriak dan membanting semua yang ada di depannya, seorang laki-laki masuk keruangannya saat mendengar keributan di ruangan Maya.


"Ada apa May, kamu kenapa?" tanya pria itu melihat ruangan Maya sudah porak poranda.


Maya mendengus kesal dan kembali duduk di kursinya membuang mukanya memandang ke luar kantornya. Laki-laki itu memanggil cleaning service agar membersihkan ruangan Maya yang berserakan, setelah pegawai cleaning service selesai dan keluar dia menutup pintu lalu mendekati Maya yang masih diam menahan amarah.


"Kamu kenapa lagi sih?" tanya pria itu lagi.


"Carikan aku barang itu, aku ingin bersenang-senang hari ini!" pinta Maya pada pria yang ada di ruangan kantornya.


"Aku tak mau memberimu barang itu lagi, kamu sudah lama berhenti menggunakannya. Pikirkan anakmu May,"


"Heh... Marcel kamu kugaji buat menuruti semua perintahku, kalau kamu membangkang aku bisa cari penggantimu, banyak orang di luar sana yang butuh kerja!" Maya mengancam Marcel.


"Kamu sudah menjadi seorang ibu, apa kamu tidak memikirkan anakmu?" ucap Marcel lagi.


"Duh jangan banyak bac*t kamu, kalau kamu tak bisa mencarikanku barang itu aku bisa mencarinya sendiri!!" Maya menatap tajam pada Marcel.


"Baiklah, tapi ini yang terakhir aku mencarikanmu barang itu." Marcel akhirnya melunak dan menuruti permintaan Maya.


"Aku tunggu kamu di hotel."


Maya mengambil tasnya dan keluar dari ruangannya meninggalkan Marcel yang memandangnya dengan rasa khawatir, setelah Maya keluar Marcel juga pergi mencari apa yang di minta oleh Maya.


*************


"Hallo iya..., apa sudah bisa diambil hasilnya, baiklah siang ini saya akan kesana ya. Trimakasih," Fatih mematikan hand phonenya seketika wajahnya berubah gusar.


"Hasil test sudah keluar, bisakah kamu menemaniku mengambilnya," Fatih mengirim pesan pada Nina.


"Kapan?" balas Nina.

__ADS_1


"Siang ini," balas Fatih.


"Ok dari resto aku langsung kesana, kita ketemu di rumah sakit saja ya. Ok," balas Nina.


"Ok Sayang, trimakasih love you," balas Fatih.


Hati Nina terasa getir membaca pesan dari Fatih, walaupun dia sudah membayangkan hasilnnya akan seperti apa, tapi dia tetap harus menyiapkan hati dan mental untuk menerima hasilnya.


***********


Maya sudah menunggu Marcel di kamar hotel, beberapa saat kemudian Marcelpun datang membawa barang yang dia inginkan. Wanita itu tersenyum senang Marcel memang orang yang bisa diandalkan, dia tidak pernah mengecewakannya dari dulu.


"Ini barangnya, aku mau kembali ke kantor lagi," Marcel meletakkan bubuk putih dalam plastik kecil pada Maya.


"Heh Marcel kantor itu punyaku, aku mau kamu disini menemaniku dan ini juga bagian dari pekerjaanmu!"


Marcel akhirnya tak bisa berkutik dan memilih duduk di kursi hotel menuruti kemauan Maya. Maya kembali menyerahkan benda bubuk putih itu kepadanya.


"Nih bikinin dulu, kamu masih ingat kan caranya!"


Marcel mulai memasang bong dan meracik shabu setelah siap dia menyerahkan pada Maya, Maya langsung menghisap beberapa kali dan mengepulkan asap melalui mulutnya, rasa nikmat langsung menjalar ke otaknya membuatnya tersenyum nikmat dan bahagia.


Keduanya kini sama-sama merasakan efek memakai shabu serasa terbang di awang-awang. Maya merasa panas dan berkeringat dia langsung melepas seluruh bajunya dan langsung menyergap Marcel yang duduk di depannya. Mereka bergumul saling melepas hasrat terbawa suasana dan pengaruh dari narkoba yang mereka gunakan.


Hand phone Maya berdering berkali-kali Maya tak merespon karna dia masih berada di puncak gelora bersama Marcel, beberapa saat Maya mengambil hand phone di nakas, ternyata panggilan masuk dari Fatih membuatnya menghentikan permainannya. Setelah mengatur nafasnya yang masih tersengal dia langsung menelpon Fatih.


"Hallo Fat, ada apa?" Maya berusaha menenangkan suaranya.


"Hasil testnya sudah keluar, apa kamu mau ikut melihat hasilnya?" tanya Fatih.


"Tentu saja, walaupun aku sudah tahu hasilnya pasti benar seperti yang aku bilang. Jam berapa kesana?" tanya Maya dia sangat yakin dengan hasil test DNA Fatih adalah ayah kandung Fatan.


"Jam dua," jawab Fatih singkat.


"Ok, aku akan datang," Maya mematikan panggilannya dia melihat jam di layar hand phonenya.


Masih dua jam lagi, diapun melanjutkan permainan liarnya bersama Marcel mereka saling memuaskan dan bergantian mengambil kendali, Maya semakin bersemangat karna akan mendapat kabar bahagia.

__ADS_1


"Simpan tenagamu aku pergi sebentar ada urusan, nanti aku kembali lagi kesini."


Maya bangun dan beranjak ke kamar mandi, setelah mandi dia kembali berdandan rapi dan bersiap ke rumah sakit menemui Fatih mengambil hasil test DNA.


Marcel hanya melirik saat Maya pergi, kalau Maya sudah menggunakan shabu dia tidak bisa kemana-mana selain menuruti kemauan Maya untuk memuaskan nafsunya.


**********


Fatih sudah mengambil hasil test, dia sudah tidak sabar dan segera membukanya seketika wajahnya langsung berubah membaca hasil testnya. Nina yang melihat wajah Fatih berubah langsung mengambil berkas dari tangan Fatih diapun terdiam setelah membaca hasil test DNA suaminya.


Maya yang baru saja datang langsug menghampiri kedua pasangan yang masih shock setelah membaca hasil test, Maya mengambil berkas di tangan Nina, dia tersenyum puas melihat hasil test itu seperti yang dia harapkan.


"Sekarang kamu baru percaya kalau Fatan itu anak kamu, dan sesuai perjanjian kita penuhilah kewajibanmu sebagai ayah menemui Fatan seminggu sekali. Aku tidak meminta lebih padamu Fatih, sebentar lagi dia ulang tahun aku ingin kamu hadir disisinya. Maafkan aku Nina bukan maksudku seperti ini, aku harap kalian berdua tetap baik-baik saja."


Maya pergi meninggalkan Fatih dan Nina dia kembali ke hotel menemui Marcel, sepanjang jalan dia tertawa penuh kemenangan. Sesampainya di hotel dia langsung melucuti seluruh pakaiannya.


"Marcel, aku ingin kamu memuaskanku sekarang," bisik Maya dan langsung menyatukan tubuhnya dengan Marcel.


Marcel sebenarnya sudah lama jatuh hati kepada Maya, namun Maya hanya menganggapnya sebagai body guard dan orang kepercayaannya, bahkan saat hamil Fatan Marcellah yang berpura-pura menjadi suaminya saat pergi periksa ke dokter kandungan setiap bulan, demikian juga saat Maya melahirkan Fatan, Marcel yang berada disisinya menemani hingga Fatan lahir ke dunia.


Maya jatuh hati kepada Fatih sejak pertama kali bertemu dengannya, namun Fatih hanya menganggapnya sebagai wanita cinta satu malam saja, yang melakukan hubungan karna sebuah kebutuhan dan saling memuaskan tanpa adanya sebuah ikatan.


***********


Nina pulang ke rumahnya di ikuti Fatih dengan mobil beriringan di belakangnya, Fatih takut Nina hilang kontrol dan berbuat yang tidak-tidak. Sikap Nina yang tanpa ekspresi membuat Fatih semakin takut, Nina tidak marah dan juga tidak menangis, dia hanya diam tak menghiraukannya.


Sesampainya di rumah Nina langsung masuk ke dalam kamarnya membuka seluruh bajunya dan masuk ke kamar mandi menguncinya dari dalam. Nina membuka shower dan berdiri di bawah air yang mengalir membasahi kepalanya, air matanya luruh seketika dia menangis tanpa bersuara, dadanya terasa begitu sesak hatinya begitu sakit, dia tak tahu harus marah pada siapa.


Fatih yang datang belakangan langsung menyusul Nina di kamarnya, dia mencoba membuka pintu kamar mandi tapi terkunci dari dalam, suara Nina tak terdengar hanya gemericik suara air. Fatih mondar-mandir di kamar dengan rasa cemas.


Satu jam berlalu Nina tak kunjung keluar, Fatih akhirnya mendobrak pintu kamar mandi hingga terbuka. Nina sedang duduk memeluk kakinya di bawah guyuran air shower, Fatih segera mematikan shower dan menutupi tubuh Nina dengan handuk lalu menggendong istrinya dan membaringkannya di atas ranjang.


Nina memalingkan wajahnya dan membelakangi Fatih, Fatih menyelimuti tubuh istrinya agar tidak kedinginan. Nina tetap diam tanpa berkata apapun kepadanya. Fatih bingung tak tahu harus bicara apa dan bagaimana terhadap Nina. Dia ikut berbaring di sisi istrinya dan memeluk tubuh Nina dari belakang.


"Maafkan aku Sayang, hukumlah aku atas segala kebodohanku dimasa lalu tapi tolong jangan tinggalkan aku, temanilah aku menghadapi semua ini. Aku tak bisa hidup tanpamu."


Air mata Fatih menetes di sudut matanya. Dia tak pernah menyangka kebahagiaan yang baru saja dia rasakan seketika berubah seperti ini. Dia juga masih menyangkal dengan hasil test yang dia terima. Bahkan saat bertemu dengan Fatan tak ada sedikitpun rasa keterikatan di hatinya.

__ADS_1


Nina memejamkan matanya, dia kembali menangis tanpa bersuara hanya itu yang dia bisa saat ini menangis dan hanya menangis.


************


__ADS_2