
"Assalamualaikum Nina," Erick mengirim pesan pada Nina sebelum tidur.
"Wa alaikum salam, hai Rick kamu belum tidur?" balas Nina.
"Belum, makanya mau gangguin kamu dulu biar ngantuk," goda Erick.
"Lah emang godain orang bisa bikin ngantuk apa?"
"Ya bisalah kalau godain kamu lama-lama hati jadi ayem terus ngantuk deh."
"Hmmm kamu bisa aja."
"Boleh video call nggak?" tanya Erick.
"Hah video call, aku mmm bentar ya."
Nina sedang memakai tank top karna sudah bersiap mau tidur, mendengar Erick mau video call dengannya cepat-cepat dia memakai kaos.
"Ok, silahkan." tulis Nina.
tut...
tut...
tut...
"Hai..." sapa Nina malu-malu, baru kali ini dia menerima video call dari cowok.
"Hai Nin kamu cantik juga kalau mau tidur."
"Heleh gombalanmu itu lo Rick ngebosenin," balas Nina dengan muka manyun.
"Bener kog, masa gak boleh muji cewek sendiri sih kamu ini aneh deh."
Nina tersipu malu sebenarnya dia suka di puji sama Erick, hanya saja terasa aneh menurutnya, ya namanya baru pertama kali pacaran.
"Ya aku gak biasa di puji cowok sih, jadi berasa aneh saja." balas Nina.
"Aku gak gombal kamu memang cantik, kalau aku bilang kamu jelek itu namanya fitnah ha ha,"
"Hmm trimakasih ya Rick."
"Untuk apa?"
"Ya udah jadi pacar aku walaupun aku..." Nina tak melanjutkan ucapannya.
"Walaupun kamu gak cinta sama aku." balas Erick.
"Kog kamu tahu?"
"Aku tahu karna kamu gak enak sama teman-temanmu kan, jadi kamu terima aku kemarin."
"Aku masih bingung Rick, jujur aja aku baru pertama pacaran seumur hidupku, aku belum tahu rasanya menyukai seseorang jadi kupikir nggak ada salahnya aku terima kamu, toh kamu baik orangnya."
"Jadi kamu merasa aku orang baik?"
"Ya feellingku sih begitu, nah kamu baik apa nggak sih orangnya?"
__ADS_1
"Yah baru dibilang baik, sekarang nanya gimana sih. Eh Nin ada apa di kamarmu?"
Erick melihat seperti ada bayanga baru saja melintas di kamar Nina. Nina menoleh ke belakang dan ke sekeliling kamarnya.
"Ada apa? gak ada apa-apa kog, aku sendirian aja di kamar."
Nina menunjukkan isi ruang kamarnya melalui camera hand phonenya pada Erick. Erick merasa ada yang lain di kamar Nina aura yang sangat tidak nyaman.
"Hmm kamu suka mimpi aneh gak di kamar itu?" tanya Erick.
"Hmm mimpi aneh, sepertinya nggak pernah."
Nina tentunya gak berani cerita pada Erick kalau dia sering bermimpi di gauli oleh laki-laki yaitu Rekso, pria yang selalu hadir di mimpinya.
"Hmmm syukurlah kalau gitu, kalau mau tidur jangan lupa wudhu ya jaga wudhu, sholat jangan di tinggal."
Nina hanya tersenyum mendengar Erick menyuruhnya sholat, selama ini memang dia tidak pernah melakukan itu walaupun dia beragama islam, orang tuanya juga tidak pernah menyuruhnya.
"Kalau tidur jangan pakai baju terbuka."
"Ih bawel amat ini cowok," Nina membathin.
"Kan panas Rick kalau pakai baju rapet." balas Nina.
"Bukan begitu Sayang itu gak baik. Kapan-kapan aku kalau kesana boleh lihat kamarmu?"
"Ish janganlah nanti dimarah mamaku kalau cowok masuk ke kamarku."
"Ya aku masuk kamu di luar aja, aku cuma mau lihat dari dekat ada apa disana."
"Emang ada apa sih Rick, jangan bikin aku takut deh, aku sering sendirian lo di rumah." Nina jadi penasaran dengan ucapan Erick.
"Ok deh nanti pas mamaku keluar kota aja kamu main kesini, tapi jangan sendiri ya rame-rame bawa temen-temen."
"Ok siap, udah malem nih met bobok ya Sayang sampai ketemu besok di kampus."
"Ok Bye..."
Nina memikirkan ucapan Erick, apa yang di maksud adalah mimpinya bersama Rekso, tapi gak ada yang aneh menurut Nina karna hadirnya Rekso dalam mimpi buat Nina sangat menyenangkan.
Nina mulai mengantuk dan memejamkan matanya, sebentar saja dia sudah berpindah ke alam mimpi. Kali ini dia berada di pantai seorang diri, pantai berpasir putih bersih dan begitu tenang tidak ada siapa-siapa disana, hanya dia dan suara debur ombak.
"Kamu menungguku?" Rekso tiba-tiba berada di sampingnya.
"Hmmm kalau aku sendirian begini, aku berharap kamu datang menemaniku,"
"Aku akan datang kalau kamu memanggilku Nina."
"Apa ini di alam mimpiku?" tanya Nina.
"Mimpi dan nyata apa bedanya yang penting kita bahagia menikmatinya."
Rekso menggendong Nina membawanya masuk ke air laut.
"Awww apaan sih Err... mau ngapain nanti bajuku basah."
"Ya kita mandi air laut, masak ke pantai gak mandi ya nggak asik."
__ADS_1
Rekso menurunkan Nina mereka kini basah terkena air laut.
"Aku takut hanyut, jangan terlalu ke tengah di sini saja."
Nina tidak permah mandi di laut ini baru pengalaman pertamanya, kalau pergi ke pantai dia hanya berlarian di bibir pantai tak berani terlalu dekat ke air laut.
"Ada aku tenang saja, apa kamu tidak bisa berenang?" tanya Rekso.
"Bisa tapi tidak di air laut yang bergelombang seperti ini."
Rekso memegang tangan Nina sesekali ombak datang menerjang mereka, saat ombak mulai datang Rekso memeluk tubuh Nina, Nina berteriak karna takut terbawa arus ternyata benar kata Rekso mandi di laut itu menyenangkan.
"Kamu senang?" bisik Rekso.
"Senang dan campur takut."
Nina memeluk Rekso ada ketenangan disana, biarlah walau ini cuma mimpi tapi mimpi ini selalu membuatnya bahagia.
Rekso mengangkat tubuh Nina ke bibir pantai dan membaringkan tubuhnya disana, diapun ikut berbaring di samping Nina.
"Aku bahagia saat bersamamu Nin, apa kamu juga bahagia saat bersamaku?"
Nina bangkit lalu mengecup bibir Rekso, dia sudah tidak malu-malu lagi toh sudah sering melakukan yang lebih dari itu. Rekso membalas ciuman Nina dan berlanjut kehubungan yang lebih intim, sensasi bercinta di pantai membuat gairah Nina menggebu.
**************
Erick melihat Nina di peluk oleh mahluk berbadan besar, Erick berusaha memanggil Nina, akan tetapi Nina tidak mendengar panggilannya. Erick sangat cemas takut Nina celaka karna mahluk itu, tapi bagaimana cara melepaskan Nina dari cengkramannya.
"Nina... Nina...!!!"
Nina masih tak bergeming, seolah dia menikmati pelukan mahluk itu. Tiba-tiba mahluk itu menoleh ke arah Erick, matanya merah menyala penuh amarah. Mahluk itu tidak suka dengan kehadiran Erick, dia menggeram mengeluarkan suaranya yang membuat hati bergetar mendengarnya.
"Lepaskan Nina!"
"Kamu tidak bisa mengambilnya dariku manusia lemah!" mahluk itu mulai terusik.
"Lepaskan dia, jangan ganggu Nina!"
"Dia suka bersamaku, kamu yang mengganggu mahluk lemah!"
"Nina... Nina... sadar Nin, ini aku Erick Nina...!!!"
Erick mendekati mahluk itu akan mengambil Nina, dengan cepat mahluk itu menendang Erick membuat Erick jatuh terjengkang. Erick kembali mendekati mahluk itu, mahluk itu langsung mencengkeram leher Erick, Erick meronta mencoba melepaskan dirinya, mahluk itu mengangkat dan melempar tubuh Erick.
"Arrgghhh...!!!"
Brukkk
Erick tersungkur badannya terasa sakit, dia melihat sekeliling rupanya dia berada di kamarnya dan terjatuh dari tempat tidur.
"Astagfirullah cuma mimpi. Nina ada apa dengan dia, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Nina."
Erick bangkit dan mengambil wudhu kemudian melakukan sholat malam sebelum kembali melanjutkan tidurnya.
***********
note :
__ADS_1
Hai kakak pecinta cerita ini maaf upnya agak lama ya, trimakasih masih setia di sini. Jangan lupa jaga kesehatan yah, semoga covid 19 cepat berlalu. Author rindu kampung halaman ðŸ˜