Godaan Penghuni Telaga

Godaan Penghuni Telaga
Mengejar mimpi


__ADS_3

Nina menikmati hari-harinya di Singapur, dia sudah melupakan tentang Fatih. Selama dua tahun ini Rekso selalu hadir menemaninya setiap malam membuat Nina tidak pernah merasa kesepian di negara ini, dia juga sudah berbaur dengan teman barunya.


Nina selalu mengontrol restorannya dari Singapur, Ratih dibantu oleh Adit mengelola dengan baik usaha Nina di Jakarta.


"Nin restoran kita prospeknya bagus, nanti kita buka cabang lagi ya Nin," kata Ratih saat menghubungi Nina, mereka biasa melakukan video call setiap malam.


"Kamu gak keberatan nanti ngelolanya?" tanya Nina pada Ratih.


"Kami lagi kejar target buat merid," balas Ratih sambil senyum-senyum malu.


"Oh gitu, ok kalau ada waktu suruh Adit hunting tempat. Kalau dapat tempat yang bagus boleh-boleh saja kita nambah cabang," ucap Nina.


"Aku juga pingin pindah rumah Nin, rencana kan Adit kalau merid akan tinggal di rumahku jadi pinginnya di rumah baru, biarin adit yang cari biaya buat nikah aku mau fokus buat beli rumah," Ratih sudah lama ingin keluar dari lingkungannya yang sekarang, dia ingin membahagiakan ibunya dengan membeli rumah baru, agar mereka tidak tinggal di gang sempit lagi.


**************


Fatih juga sudah bekerja sambil melanjutkan studinya di Australia, mempunyai teman baru dan juga suasana baru membuat Fatih perlahan mulai menata hidupnya.


Dia menyewa hunian untuk tinggal bersama teman satu kampusnya yang berasal dari negara lain, bekerja dan kuliah membuatnya tidak sempat untuk berhura-hura kalaupun libur dia menghabiskan waktu pergi ke pantai atau sekedar jalan-jalan keliling kota Sydney.


Saat ini Fatih juga dekat dengan salah satu mahasiswi di kampusnya yang berasal dari Malaysia, dia mulai menjalin hubungan yang serius untuk masa depan mereka berdua.


*************


Tiga tahun sudah Erick berada di kota Semarang, dia sedang menempuh kuliahnya yang tertunda akibat tragedi kecelakaan yang merengut ingatannya, entah mengapa dia begitu tertarik dengan kota itu dan ingin merajut mimpinya disana.


Erick mengambil jurusan pendidikan bahasa inggris karna ingin mengabdikan dirinya menjadi guru saat nanti lulus dari UNN*S, dan berencana membuka bimbel.


Saat ini dia juga sedang menyambi kerja part time menjadi pengajar di salah satu bimbel di kota itu. Jika sedang libur Erick lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menikmati beberapa tempat wisata dikota semarang, selain murah destinasi tempat wisatanya juga banyak.


"Selamat sore Mister saya pulang dulu ya," pamit Intan salah satu murid Erick di tempat bimbelnya.


"Ok see you tomorrow, sampai jumpa esok ya Intan,"


Erick sebenarnya selalu mengajak muridnya berbicara bahasa inggris agar mereka cepat menguasai, tapi tetap saja muridnya lebih sering memakai bahasa Indonesia, bahkan bahasa jawa hingga Erick sekarang jadi paham bahasa jawa.

__ADS_1


"Kamu belum pulang Tan?" Erick menegur Intan saat dia keluar dari tempat les dan mendapati Intan belum pulang.


"Iya ini Mister Masku belum jemput, apa lupa kali ya," Intan menggerutu.


"Ya sudah ayok kuantarin pulang, Mister bawa motor kog," Erick berinisiatif mengantarkan Intan pulang ke rumahnya.


"Beneran Mister? trimakasih," Intan melonjak girang diantar pulang oleh Erick.


Erick mengambil motornya dan kemudian mengantar Intan pulang ke rumahnya. Intan baru SMP kelas satu, dia anak bungsu dari tiga bersaudara.


Diantarin Erick yang ganteng membuat Intan senyum-senyum sepanjang jalan, tentu saja Intan sudah punya rasa tertarik pada laki-laki walaupun baru sebatas kagum dan belum berani berpacaran, karena kakak Intan sudah memberikan ancaman kalau Intan sampai berani pacaran.


"Depan belok kiri Mister, nah turun disini Mister kita udah sampai," Intan memandu jalan Erick.


"Ini rumah kamu Tan?" tanya Erick pada Intan, setelah sampai di rumah yang di tunjuk Intan.


"Bukan ini rumahnya nenek, rumah intan di belakang rumah nenek. Mampir dulu yuk Mister," Intan mengajak Erick mampir ke rumahnya.


"Oh gak usah, Mister langsung pulang saja," Erick mau menghidupkan motornya, tiba-tiba ada pria seusianya yang baru datang dengan motor dan menegur Intan.


"Intan Mas jemput kamu kog kamu malah pulang duluan!" pria itu terlihat kesal pada Intan.


"Maaf tadi Intan nunggu lama, jadi sekalian saja saya antarin pulang. Saya Erick Misternya Intan di tempat bimbel," Erick memperkenalkan dirinya.


"Oh gitu, iya ini tadi pakai acara bocor segala motornya. Maaf ya udah ngrepotin, saya Dayat kakaknya Intan, mampir dulu Mister jangan langsung pulang,"


Dayat mengajak Erick masuk ke dalam rumahnya, setelah berfikir akhirnya Erick menutuskan untuk menerima tawaran Dayat, Intan senang Mister Erick akhirnya mau mampir juga.


"Kita disini saja ngobrolnya, saya tinggal disini nemenin nenek kalau Intan di belakang sama orang tua saya, Mister tinggal dimana?" tanya Dayat, sambil matanya mengkode pada Intan agar membuatkan minuman buat Erick.


"Jangan panggil Mister panggil saja Erick biar akrab, biar Intan saja yang manggil saya Mister he he," Erick merasa nyaman berbincang dengan Dayat.


"Oh ok Erick, eh kamu asli orang sini apa bukan?" tanya Dayat, dia tak yakin Erick asli orang semarang, dari logat bicaranya kelihatan kalau Erick tidak ada medok-medoknya.


"Saya pendatang dan kuliah disini, jadi guru bimbel buat ngisi waktu aja biar gak suntuk nganggur di kosan," jawab Erick sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Wah rajin kamu ya, ya udah dari pada suntuk kalau libur kita jalan bareng aja kalau gitu," Dayat juga senang berbicara dengan Erick, orangnya santai dan menyenangkan.


Intan datang membawa dua gelas teh panas dan sepiring ubi rebus, setelah menaruh air di meja Intan ikut bergabung bersama Dayat dan Erick, Dayat langsung melototin Intan agar tidak ikut nimbrung disitu.


"Apa sih Mas, Intan mau ikutan ngobrol juga kog," Intan sewot melihat kakaknya yang tidak ramah dengannya.


"Ora sopan, kono mlebu!" Dayat menyuruh Intan masuk ke dalam, dan tidak boleh ikut ngobrol bersama mereka.


Intan mendengus kesal dan pergi meninggalkan Dayat dan Erick, Erick tersenyum menahan tawanya melihat Intan yang pergi dengan kesal.


"Biarin aja kenapa Yat," cegah Erick, agar Dayat tidak mengusir Intan.


"Nanti kebiasan dia, gak ada sopan santunnya kalau ada tamu," Erick membela dirinya, sebenarnya dia tidak suka melihat adiknya kecentilan sama laki-laki, Dayat bisa melihat dimata Intan ada binar suka pada Erick.


Dayat dan Erick saling bertukar cerita, mereka benar-benar merasa cocok satu sama lainnya dan saling menukar nomor telepon agar bisa berkomunikasi.


Erick berpamitan setelah menghabiskan minumannya dan langsung pulang ke kosannya, setelah mendengar suara motor Erick pergi Intan mendekati kakaknya dan langsung protes karna kesal.


"Mas ini nggak seneng lihat adeknya seneng dikit ya, aku kan pingin ikutan ngobrol sama Mister," Intan menggerutu menunjukkan kekesalannya.


"Opo ae sih, ribut aja kalian malam-malam," nenek Dayat datang mendengar kedua cucunya yang sedang berdebat di ruang tamu.


"Ini lo Mbah, mas Dayat aku gak dibolehin ngobrol sama Misterku, kesel aku!!" Intan mengadu pada neneknya.


"Mister sopo?" neneknya yang tidak tahu apa-apa tambah bingung dengan tingkah cucunya.


"Ini Mbah guru les Intan, masa kami lagi ngobrol dia mau ikutan ra sopan to Mbah," Dayat tak mau kalah dan membela dirinya di depan neneknya.


"Ah maleslah, aku pulang saja kalau gitu!" Intan mengambil tasnya dan pulang ke rumahnya yang berada tepat di belakang rumah neneknya.


Dayat hanya tersenyum melihat kemarahan Intan kepadanya, sedang sang nenek mengantar Intan keluar sampai di pintu dan menutup pintu rumahnya saat Intan sudah menghilang.


Sejak pertemuan Erick dengan Dayat kini mereka menjadi teman akrab, setiap libur mereka memilih jalan atau sekedar nongkrong berdua di rumah Dayat, kalau Erick sedang di rumah Dayat Intan pasti mencoba menarik perhatian Erick namun berakhir dengan bonus jitakan di kepalanya oleh Dayat.


Erick masih belum membuka hatinya dengan wanita lain, entah mengapa dia merasa hatinya selalu kosong. Bahkan saat ada yang berani menembaknya dia sedikitpun tidak berfikir untuk mencoba menjalin kasih.

__ADS_1


Erick sedang menunggu seseorang, entah itu siapa, ada sesosok wanita yang selalu hadir di dalam mimpinya, tapi saat didekati wanita itu menghilang begitu saja membuat Erick selalu penasaran siapakan wanita itu sebenarnya.


*************


__ADS_2