Godaan Penghuni Telaga

Godaan Penghuni Telaga
Bulan madu


__ADS_3

Setelah acara selesai tamu-tamu sudah pulang, Nina dan Ronald bersiap menuju ke hotel yang sudah di persiapkan oleh Wijaya Kesuma untuk mereka berdua.


Adit sudah bersiap dengan mobil yang dihias khusus untuk mengantar pengantin ke hotel, Nina membersihkan make up pengantinnya di kamarnya dan mengganti baju pengantin dengan pakaian biasa agar lebih nyaman.


"Kamu udah siap?" tanya Ronald, saat memasuki kamar Nina.


"Udah, tinggal masukin baju ganti aja, tunggu sebentar ya," ucap Nina, dia memasuki kamar mandi untuk mengambil sesuatu.


Ronald mengekorinya ke dalam kamar mandi dan langsung memeluk Nina, dia sudah tak sabar untuk melakukan malam pertamanya saat itu juga.


"Apaan sih Sayang, nanti aja kalau udah di hotel, Adit udah nungguin tuh," ucap Nina, namun Ronald tak banyak bicara dan terus mencumbu Nina.


Nina pasrah dan membiarkan Ronald menuntaskan hasratnya saat itu juga, dia tak menyangka Ronald yang biasanya kalem dan sabar saat bernafsu bisa segarang itu, membuat Nina harus menahan suara agar tak terdengar oleh orang di luar kamarnya. Sedang asik-asiknya bercinta, pintu kamar Nina ada yang mengetuk dari luar.


Tok, tok ...


"Nin, udah di tungguin tuh di bawah cepetan turun!!" mama Nina memanggil dari luar kamar.


"Bentar ya Mah," Nina melepaskan dirinya dari cumbuan Ronald.


Ronald menatapnya sebentar dan keluar dari kamar lebih dulu, Nina segera membersihkan dirinya dan langsung turun menemui keluarganya. Di bawah Ronald sedang berbincang dengan Adit di ruang keluarga.


"Yuk berangkat," ucap Nina sambil matanya menatap nakal pada Ronald.


Ronald tersenyum dan menyambut istrinya, setelah berpamitan pada mertua dan orang tuanya, Ronald dan Nina berangkat ke hotel tempat mereka akan berbulan madu, Nina menyandarkan kepalanya pada dada Ronald. Gairah bercinta sesaat tadi masih Nina rasakan.


Ronald membelai kepala Nina, tangan Nina yang nakal meraba tubuhya membuatnya harus menahan geli, baru pertama kali dalam hidup Ronald disentuh oleh wanita seperti ini, ternyata Nina sangat agresif saat sudah menjadi istrinya.


"Selamat berbulan madu ya, besok kalau butuh apa-apa telpon aku aja ok," ucap Adit saat mobil mereka sudah tiba di hotel.


"Trimakasih ya Dit udah mengurus semua ini," ucap Nina sebelum turun.

__ADS_1


*******


Nina dan Ronald memasuki kamar hotelnya, ruang kamar yang dihias dengan bunga mawar, ranjang pengantin juga bertaburan bunga mawar berbentuk hati.


Ronald meletakkan tas berisi baju ganti di dalam lemari, Nina yang sudah tidak sabar mau melanjutkan yang tadi langsung memeluk tubuh Ronald.


Jantung Ronald berdetak tak karuan, dia masih bingung harus memulai dari mana untuk mengawali semua ini, sedangkan Nina semakin agresif mencumbunya.


Ronald pasrah menikmati setiap sentuhan dari Nina, dia membiarkan Nina menguasai tubuhnya dan menuntaskan hasratnya. Nina mengharap Ronald segarang seperti saat berada di rumahnya tadi, tapi di hotel Ronald terlihat sangat berbeda, dia begitu lembut bahkan terkesan takut membuat Nina kesakitan. Nina merasa seperti bercinta dengan orang yang berbeda.


Nina terkulai lemas dan membaringkan tubuhnya dalam pelukan Ronald, Ronald masih tak percaya kalau dia sekarang sudah mempunyai seorang istri.


Setelah Nina tertidur, Ronald pelan-pelan bangkit dari ranjangnya, dia menyelimuti tubuh istrinya dan meredupkan lampu agar Nina tidur dengan tenang.


Ronald ingin mandi dan berendam, untuk menghilangkan rasa penatnya setelah seharian menjadi pengantin dan belum sempat mandi dari tadi.


Diapun mulai mengisi air bath up dengan air hangat, dan menghidupkan musik klasik dari ponselnya, setelah memasukkan sabun dan minyak essential pada air hangat dia pun masuk ke dalam bath up dan menikmati sensasi berendam, sejenak dia pejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya, alunan musik klasik membuatnya merasa sangat nyaman dan tenang.


Nina yang sedang terlelap, merasakan ada yang menaiki kembali tubuhnya, matanya yang masih mengantuk ditambah lampu yang temaram membuatnya hanya membuka mata sebentar dan kembali memejamkan matanya.


Ronald keluar dari kamar mandi dengan badan yang sudah kembali segar, dia mendapati istrinya tidur tak berselimut lagi, diapun kembali merapikan selimut ditubuh istrinya lalu mengecup kening istrinya, dia memandangi wajah istrinya yang terlihat sangat kelelahan, dia pun tak mau mengganggu tidur istrinya.


******


Pagi hari Nina terbangun dari tidurnya, dia melihat Ronald sudah rapi duduk di depan laptopnya dengan secangkir kopi menemaninya.


"Hmm kamu sudah bangun Sayang," sapa Nina sambil menggeliatkan tubuhnya di ranjang.


"Hei ..., sudah ini lagi ngecek kerjaan, mau kopi?" tawar Ronald.


Nina bangkit dan mengenakan kimono milik hotel, dia mendekati suaminya dan sengaja duduk di pangkuan suaminya, lalu menyeruput kopi milik Ronald.

__ADS_1


"Kalau masih capek tidurlah Sayang," bisik Ronald.


"Aku mau berendam dulu ya, biar segar," pamit Nina.


Nina mengecup bibir suaminya dan berlalu ke kamar mandi untuk berendam di air hangat, sedangkan Ronald kembali melanjutkan pekerjaannya.


Nina berendam air hangat di bath up dia memejamkan matanya sambil menggosok tubuhnya dengan spons. Ronald yang tadi di luar ikut bergabung dengannya.


"Bukannya kamu sudah mandi tadi?" tanya Nina.


"Aku cuma ingin menikmati bulan madu ini Sayang," bisik Ronald penuh nafsu.


Nina tak bisa menolak keinginan Ronald, memang benar kalau pengantin baru itu nggak ada capeknya, maunya mengulang dan mengulang lagi.


Puas menggauli Nina Ronald keluar dari kamar mandi dan membiarkan Nina membersihkan dirinya. Selesai mandi Nina keluar dari kamar mandi dan mendapati suaminya kembali bekerja dengan laptopnya.


"Kamu lapar Sayang?" tanya Ronald pada istrinya yang terlihat pucat.


"Iyalah aku bukan lapar lagi tapi udah kelaparan, kita makan di kamar aja ya kakiku udah lemes," Nina menghempaskan tubuhnya di ranjang.


Ronald tersenyum dan segera menghubungi restoran hotel untuk memesan sarapan agar diantar ke kamar, melihat istrinya yang lemas dia pun merasa sangat kasihan.


'Baru sekali udah kayak gitu lemesnya,' Ronald hanya membathin.


ting, tong ... bunyi bel pintu kamar hotel. Ronald bangun dari duduknya dan membuka pintu, pelayan hotel datang membawakan sarapan untuk Nina dan Ronald, setelah meletakkan makanan dimeja pelayan itu pun keluar tak lupa Ronald memberikan uang tip untuk sang pelayan.


Ronald dan Nina kemudian menikmati sarapannya, mereka makan sambil bersenda gurau membahas rencana setelah Nina selesai kuliah. Nina ingin cepat hamil dan segera mempunyai anak setelah menyelesaikan studi S2 nya.


Melihat Nina bahagia seperti ini saja sudah membuat Ronald senang, apa lagi nanti saat Nina benar-benar hamil buah cintanya, pasti itu akan lebih menyenangkan.


Selesai sarapan Nina pamit untuk tidur dia benar-benar merasa capek setelah Ronald berkali-kali menggaulinya. Ronald pun merasa iba dan membiarkan Nina tidur, dia memilih mencari kesibukan dengan pekerjaannya.

__ADS_1


Nina tidak menyadari bahwa yang mencumbunya di rumah dan di hotel bukan Ronald suaminya, tapi Rekso yang menyamar menjadi Ronald. Sedangkan Ronald sendiri dia baru menyentuh Nina sekali, dan belum berani mengulang lagi karena dia merasa kasihan melihat istrinya yang sangat kelelahan.


*********


__ADS_2