
Hari ini adalah hari bersejarah untuk Ratih karna hari ini adalah hari pernikahannya, Nina sengaja datang ke rumah Ratih sejak tadi malam. Buat Nina Ratih dan Adit sudah seperti keluarganya sendiri.
Ijab kabul berlangsung sangat khidmat, Nina terharu menyaksikan kedua sahabatnya kini telah resmi menjadi pasangan suami istri, doa terbaik dari Nina untuk Adit dan Ratih, berharap mereka bisa tetap langgeng sampai tua.
Dian juga datang bersama Fatih, hanya Eka yang tidak bisa datang karna sibuk persiapan opening cabang resto di Semarang, malam sebelum acara ijab kabul dia sudah melakukan video call pada Ratih dan Adit untuk mengucapkan selamat.
Pratiwi juga hadir bersama Hendra suaminya, Ratih bukanlah orang lain di keluarga Nina, Hendra sudah cukup lama mengenal Ratih dan sudah menganggapnya seperti anak sendiri.
Pernikahan Ratih layaknya sebuah acara reuni keluarga besar yang jarang berjumpa karena kesibukan mereka masing-masing, di sini mereka bercengkrama layaknya sebuah keluarga yang sangat harmonis, bercanda dan juga bercerita.
Ponsel Nina tiba-tiba berdering, ada panggilan masuk dari Wijaya Kesuma ayah mertuanya. Nina mencari tempat yang sepi dan menerima pangggilan telpon dari Wijaya Kesuma.
"Nin, kamu lagi di mana?" tanya Wijaya Kesuma, suaranya terdengar panik di ujung sana.
"Nina lagi diacara pernikahannya Ratih Pa," terang Nina pada mertuanya.
"Cepat kamu datang ke rumah sakit, Ronald sudah sadar mamamu sudah jalan ke sana!!" ucap Wijaya Kesuma.
"Hah ..., alhdulillah baik Pa Nina langsung ke sana, trimakasih sudah memberitahu Nina ya Pa," Nina langsung mematikan ponselnya, air matanya langsung mengalir deras tak terbendung lagi.
Akhirnya Allah menjawab doa-doanya selama ini, Nina langsung melakukan sujud syukur dan langsung bergegas menemui orang tuanya mengabari mereka kalau Ronald sudah sadar.
Semua yang mendengar kabar tentang sadarnya Ronald ikut bahagia dan juga terharu, Nina berpamitan pada Ratih dan Adit dia akan pergi menemui Ronald di rumah sakit.
Dia berangkat ke rumah sakit bersama keluarganya yang ikut melihat keadaan Ronald, Nina diantarkan pak Tomo, sedangkan Pratiwi dan Hendra membawa mobilnya sendiri.
*********
Mama Ronald telah datang lebih dulu dan menemui Ronald, Ronald tersenyum saat melihat wajah mamanya muncul dari balik pintu, wanita yang sudah melahirkannya ke dunia ini. Suster yang tadi meningguinya keluar setelah mama Ronald masuk ke ruangan.
"Mah, ma -- afkan Ro -- nald," ucap Ronald dengab terbata.
__ADS_1
"Sudah kamu jangan banyak bicara dulu, sebentar lagi Nina istrimu akan datang," ucap mama Ronald, mata wanita itu terlihat mulai berkaca-kaca.
Ronald mengangguk dan tersenyum memandang mamanya, wanita itu berusaha menyembunyikan rasa sedihnya di hadapan anaknya.
Nina telah tiba di rumah sakit, dia bergegas memasuki ruangan setelah mengetuk pintu kamar dengan pelan, dia tersenyum sambil terisak saat melihat Ronald benar-benar sudah sadar, dia pun langsung berlari memeluk tubuh suaminya dan menangis sepuasnya.
"Ma -- afkan a -- ku," ucap Ronald masih terbata.
"Aku yang harusnya minta maaf telah membiarkanmu sendirian, maafkan aku," tangis Nina semakin tergugu.
Hendra dan Pratiwi juga sudah tiba di rumah sakit, mereka masuk ke dalam ruangan di mana Ronald sedang di rawat, mereka tersenyum bahagia melihat menantunya sudah kembali sadar, kesadaran Ronald adalah kebahagiaan untuk Nina anak mereka.
"Sayang, aku mau kasih kamu kejutan," ucap Nina sambil menatap mata suaminya.
Ronald menatap Nina dengan tatapan penuh tanya. Nina meraih tangan Ronald dan menempelkan ke perutnya, Ronald semakin tidak mengerti.
"Aku hamil," ucap Nina senyum bahagia merekah di bibir mungilnya, membuatnya terlihat semakin cantik di mata Ronald.
"Ha -- mil?" tanya Ronald terkejut.
Ronald sangat bahagia mendengar kabar kehamilan istrinya, dia tidak menyangka akan mempunyai anak, setelah sekian lama mereka menunggu dan mengharap kehadiran sang buah hati akhirnya kini Nina telah hamil.
Suasana berubah menjadi bahagia dan haru di ruangan itu, Wijaya Kesuma juga datang mengunjungi anaknya, dia memeluk Ronald penuh kerinduan, setelah berbincang-bincang agak lama, orang tua Nina berpamitan untuk pulang.
Nina memilih menginap untuk menemani Ronald di rumah sakit bersama mama mertuanya, sedangkan Wijaya Kesuma dia harus pulang ke rumahnya.
********
Ronald harus menjalani serangkaian tes kesehatan setelah sadar dari koma, dia mengalami kelumpuhan ditubuh bagian kanannya, hanya tangan dan kaki kirinya yang masih bisa di gerakkan.
Nina berusaha tegar mendengar kabar dari dokter tentang kelumpuhan suaminya, sedangkan Ronald dia sendiri sebenarnya berharap tidak akan bangkit lagi, hidupnya sudah hancur sejak dinyatakan impoten gara-gara dihajar oleh anak buah Rebeca.
__ADS_1
Sedangkan nasib Rebeca sendiri yak jauh beda, dia juga mengalami hal yang sama dengan Ronald, dia juga lumpuh akibat kecelakaan yang sengaja Ronald lakukan padanya.
Rebeca masih menyimpan dendam pada Ronald, kali ini dia berniat akan benar-benar menghabisi nyawa pria itu, dia yakin cepat atau lambat Ronald juga pasti akan membunuhnya jika dia tidak membunuhnya terlebih dahulu.
Rebeca pergi keluar negri untuk melakukan teraphi agar kakinya bisa kembali berjalan seperti semula, dia ingin mengakhiri nyawa Ronald dengan ke dua tangannya.
Kabar sadarnya Ronald dari komanya membuat wanita itu menjadi geram, dia sudah tak sabar untuk segera menghabisi nyawa orang yang paling dibencinya di muka bumi ini.
"Tunggu kedatanganku Ronald, kubuat kamu mati di tanganku sendiri, aku akan membalas perbuatanmu padaku!!" Rebeca terlihat berapi-api, matanya merah menyala penuh demdam membara.
Setelah sadar dari koma Ronald masih harus di rawat selama dua minggu di rumah sakit. Dokter akhirnya mengijinkan Nina membawa suaminya pulang ke rumahnya. Nina berencana memboyong Ronald untuk tinggal di Semarang, dia ingin hidup di sana menghabiskan masa tuanya.
Nina membicarakan rencananya dengan keluarga Ronald tentang keinginannya akan memboyong Ronald ke Semarang, Wijaya Kesuma setuju dengan keinginan Nina, dia merasa hidup Ronald terancam kalau berada di Jakarta, dia juga merasa kalau Ronald mempunyai musuh di Jakarta.
Satu hari sebelum opening cabang restonya Nina berangkat ke Semarang, dia pergi bersama Ronald, Adit dan juga Ratih, orang tua Nina juga menyempatkan diri untuk hadir sekalian mereka akan mengunjungi mbah Darmi orang tua Pratiwi.
Seperti biasa Erick bagian menjemput ke datangan Nina di bandara, Adit dan Ratih hampir berteriak dan ingin memeluk saat melihat wajah Erick, namun Nina sudah lebih dulu memberi tahu mereka tentang keadaan Erick.
Adit dan Ratih mereka hanya saling pandang kala melihat Erick sama sekali tak mengenali mereka, Ratih tiba-tiba merasa iba pada Nina yang harus melalui kisah seperti ini, kalau hal ini terjadi kepadanya mungkin dia tak akan sanggup menghadapi semua ini.
Ratih dan Adit langsung pergi ke hotel sementara Nina dan Ronald ke rumah neneknya, Nina berencana akan membeli rumah di kota ini, untuk hidup bersama dengan Ronald menghabiskan masa tuanya bersama di sini dengan rasa tenang dan damai.
*********
Note :
Hola readerku tersayang 💞💞💞
ditengah kesibukan, author mencoba menyempatkan waktu untuk update ya,
akhirnya detik-detik cerita ini akan segera tamat ya, 💞💞💞
__ADS_1
apakah Nina akan bahagia bersama dengan Ronald ataukah bersama dengan cinta pertamanya Erick?
Nantikan kisah lanjutannya ya , peluk sayang dari jauh 💞💞