Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
Kejahilan Azalea


__ADS_3

Setelah mendengar pernyataan dari dokter Qais yang membuat suasana menjadi haru dan Lea pun masih dalam kondisi sesegukan pasca nangis dipelukan sang ayah. Lalu sekarang tinggal dokter Qais yang harap-harap cemas dengan jawaban yang akan diucapkan oleh Azalea.


Setelah beberapa saat setelah Lea tenang dan sudah memikirkan jawaban apa yang akan Lea berikan untuk dokter Qais. Lalu dengan tarikan nafas yang panjang dan mengucapkan bismillah dan berdoa dalam hati, agar segala jawaban yang Lea berikan kepada dokter Qais dapat ridho dari ALLOH.


"bismillahirrahmanirrahim, semoga apapun yang menjadi jawaban dari Lea buat A' Qais dapat diterima oleh A' Qais dan semuanya" ucap Lea sambil terus menarik dan menghembuskan nafasnya


Membuat semua orang jadi saling pandang dan menganggukan kepalanya. Lalu Lea melanjutkan perkataannya.


"Lea bukan lah wanita yang sempurna karena yang sempurna itu hanya Sang Maha Pencipta, Lea hanya sebagai manusia yang lebih banyak kekurangan dibandingkan kelebihannya. Lea itu anak yang memang seperti kata A' Qais tadi bilang kalau hobby Lea itu banyak ngomong bahkan seperti petasan banting, tapi itu salah satu cara Lea dalam menjalani hidup ini, karena kalau semua manusia itu pendiam yang ada dunia ini sepi kaya kuburan".


spontan ucapan Lea itu mengundang gelak tawa dari semua orang, Lea tetap lah Lea yang walau dalam keadaan serius tetap saja ada gaya atau perkataan yang nyeleneh.


"ish ko ketawa kan emang bener yang Lea bilang kalau yang sepi itu kuburan, Lea juga anaknya manja loh, Lea orangnya jail kak Salwa aja sering ngambek gara-gara Lea jailin pakai kecoa mainan, Lea juga penakut kadang kalau lagi takut Lea suka banguni ayah dan bunda tengah malem, tapi kadang pas Lea banguni ayah dan bunda tengah malem suka bikin suka bikin ayah uring-uringan dan ngomong "ah Lea mah nggak bisa apa liat ayah seneng dikit, merusak kesenangan ayah aja, nggak tau apa kalau nanti ayah jadi pusing dan harus solo karir" itu tuh kata-kata yang sering Lea dengar kalau jiwa penakut Lea kumat dan bangunin ayah dan bunda, padahalkan Lea nggak ngapa-ngapain ya masa dibilang ngerusak kesenangan ayah, padahal Lea selalu berusaha buat jadi anak yang baik agar ayah dan bunda senang, tapi ayah kadang bilang gitu Lea ngerusak kesenangannya, dan setau Lea ayah juga nggak bagus-bagus banget suaranya, kenapa ayah harus solo karir ya? padahal cukup jadi tentara aja itu udah bikin Lea bangga tanpa harus jadi penyanyi solo karir. aneh kan ya". ucap polos Lea yang tanpa sadar sudah membuat ayah Amar dan bunda Hawa menunduk gara-gara nahan malu sedangkan yang lain sudah menahan ketawa.


"jadi gimana A' siap nggak nerima kekurangan Lea yang Lea sebutin tadi? itu yang Lea sadar ya kekurangan yang ada di diri Lea sendiri belum lagi kekurangan-kekurangan yang nggak Lea sadari". tanya Lea kepada dokter Qais

__ADS_1


"insyaa alloh saya terima segala kelebihan dan kekurangan Lea, karena saya juga banyak kekurangannya, yang mungkin nanti Lea akan tau saat sudah mengenal saya lebih jauh. Jadi, gimana Lea mau nggak jadi istri saya? kalau Lea terima lamaran saya silakan Lea ambil cincin ini dan gunakan dijari manis Lea tapi kalau Lea tolak silakan cincin ini Lea berikan kepada umma saya , agar kelak biarkan umma saja yang memilihkan saya pendamping untuk di hidup saya" ucap dokter Qais sambil meletakkan cincin di meja yang ada dihadapan Lea.


Lea pun langsung berpindah duduk ke posisi bunda Hawa yang tadinya bersebelahan dengan umma Hana, dan sekarang Lea sudah duduk disebelah umma Hana sambil tangannya menggenggam kotak cincin yang tadi diberikan oleh dokter Qais.


Sambil terus memegangi kotak cincin itu, Lea pun terus memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan kepada dokter Qais, lalu Lea menyerahkan kotak cincin tersebut kepada umma Hana, dan hal itu sukses membuat semua orang terkejut, dan membuat dokter Qais menundukan pandangan beberapa saat dan langsung berdiri hendak berpamitan dengan yang lain. Namun perkataan Lea selanjutnya membuat dokter Qais mematung.


"umma ini kotak cincin Lea berikan kepada umma ,tapi isi yang didalam kotak cincin ini, tolong umma pakaikan dijari manis Lea, ya!" .ucap Lea sambil tersenyum


Tindakan dan perkataan Lea sukses membuat semua orang deg-degan, gemas dan geleng-geleng kepala, karena bisa-bisanya Lea jail disaat kondisi yang sedang tegang seperti saat ini. Lalu umma pun memasangkan cincin tersebut ke jari manis Lea lalu memeluk Lea dan mengucapkan terima kasih karena telah menerima lamaran dari dokter Qais.


"astagfirullah Lea kamu tuh ada-ada aja deh, sempet-sempetnya jail, nggak liat apa muka dokter Qais tadi udah suram banget pas liat kamu ngasih kotak cincin itu ke ummanya dokter Qais" ucap ayah yang gemas dengan tingkah anaknya


Belum lagi kalau tadi mengingat ucapan polos Lea tentang sang ayah yang suka ngedumel kalau ganggu ayah dan bundanya dimalam hari. Sungguh ayahnya bingung kenapa bisa punya anak seperti Lea, apa Lea ketukar di rumah sakit, tapi itu semua tidak mungkin terjadi karena saat Lea lahir, hanya bayi Lea saja yang perempuan dan sisanya yang lain semua laki-laki.


" iya nih Lea nggak tau apa si A' Qais dari yang tadinya kaya kanebo kering eh pas liat Lea ngasih kotak cincinnya ke umma langsung ngebuat dokter Qais kaya kanebo basah, yang kelemar-kelemer". ledek Almeer langsung disambut gelak tawa dari yang lain dan mendapatkan tatapan tajam dari dokter Qais.

__ADS_1


" ingat de bulan depan nggak ada minta tambahan uang jajan ya dari Aa' ". ucap dokter Qais yang kesal karena diledek oleh sang adik.


"tuh kan Aa' mah maennya ngancem-ngancem segala agar aku nggak dapet jatah tambahan uang jajan dari Aa', curang itu nama.a.??" . protes Almeer kepada dokter Qais


" makanya jangan suka ngeledek Aa' kalau kamu masih butuh uang dari Aa', nanti nggak Aa' kasih aja kamu uang tambahan baru tau rasa" ucap dokter Qais


" ya elah A' , cuma becanda jangan dimasukin ke hati napa A' ". ucap Almeer


"sudah-sudah Aa' , Ade berenti, maaf ya semuanya emang Almeer dengan Qais selalu seperti ini, tapi sebenarnya mereka saling menyayangi , cuma mungkin karena sama-sama laki-laki jadi ya begini deh cara nunjukin kasih sayangnya". ucap abi Fajri


"iya nggak apa-apa kok calon besan, soalnya Lea dengan kakaknya juga suka seperti itu". ucap ayah Amar.


" ya sudah sekarang kan lamaran dokter Qais sudah diterima oleh Lea, jadi mari kita lakukan barbaquean sekarang sebagai merayakan Lea dan dokter Qais sudah resmi lamaran". ucap bunda Hawa


Dan mereka semua menuju ke arah taman belakang dimana tempat mereka akan melakukan barbequean.

__ADS_1


__ADS_2