Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
pendarahan


__ADS_3

Setelah diberitahu bahwa ada yang mencari Firman dan Fahira, lalu Lea memutuskan untuk menemui tamu tersebut. Lea juga penasaran siapa gerangan yang ingin bertemu dengan kedua anaknya, karena selama ini anaknya tak pernah ada yang ingin bertemu dan jika yang bertamu itu adalah guru dari tempat anaknya bersekolah juga sangat kecil kemungkinannya karena kedua anaknya adalah anak yang baik tak pernah berulah, mereka selalu menjadi anak yang pintar dan baik dimana pun mereka berada.


Kini Lea sudah sampai di ruang tamu dan melihat ternyata yang bertamu adalah seorang wanita yang Lea perkirakan usianya lebih tua diatas Lea. Dengan senyum manis Lea menyapa tamu tersebut.


"assalammualaikum bu, ada perlu apa ya ibu mencari anak saya?". sapa Lea to the point.


"waalaikumsalam, saya ada perlu dengan Fahira dan Firman, saya Dewi ibu kandung Fahira dan Firman". jawab ibu itu yang mengaku sebagai ibu dari Fahira dan Firman


"wah, senangnya bisa bertemu dengan ibu kandung Fahira dan Firman, perkenalkan saya Azalea ibu yang mengasuh Firman dan Fahira selama ini, ibu mau bertemu dengan Fahira dan Firman ya, tapi maaf bu Dewi kalau jam segini anak-anak masih sekolah, ibu mau menunggu atau mau datang lagi nanti saat anak-anak sudah pulang sekolah?". ucap Lea masih dengan senyum manisnya.


"saya akan menunggu saja karena saya tidak mungkin pulang lagi karena rumah saya di luar kota saya kesini ingin membawa Fahira dan Firman untuk ikut keluar kota bersama saya, karena saya butuh ginjal mereka dan sumsum tulang belakang mereka untuk anak saya yang dari suami baru saya. Saya mau Fahira dan Firman untuk membalas jasa saya yang telah melahirkan mereka ke dunia ini dengan cara mereka menolong anak saya yang sedang sakit saat ini". jelas bu Dewi


Mendengar penjelasan dari bu Dewi membuat Lea terkejut, bagaimana bisa ada orang tua yang tega mengorbankan nyawa anaknya untuk menyelamat nyawa anaknya yang lain.


Apa segitu tak berharganya Fahira dan Firman sehingga ibu kandungnya dengan teganya setelah meninggalkan Fahira dan Firman bertahun-tahun sekarang malah datang untuk meminta kedua anaknya itu untuk menyumbangkan organ tubuhnya untuk saudara tiri mereka.


Begitu tega sekali ibu kandung dari Fahira dan Firman ini, dan semua ucapan bu Dewi membuat Lea marah.


"tunggu bu, maksud ibu anak-anak saya harus berkorban nyawanya untuk anak ibu? maaf bu saya sebagai orang tua Fahira dan Firman saat ini, saya tak mengijinkan ibu membawa kedua anak saya itu , apa bu Dewi tidak memiliki hati nurani sebagai seorang ibu, dimana ibu tega meninggalkan anak-anak ibu yang masih kecil yang mana mereka masih butuh kasih sayang dari ibu kandungnya sendiri namun mereka tak pernah merasakan lagi kasih sayang dari sosok seorang ibu karena dengan teganya ibu meninggalkan mereka dan memilih keluarga ibu yang baru, dan sekarang saat Firman dan Fahira telah bahagia dengan saya dan keluarga saya, ibu dengan seenaknya mau membawa mereka dan hanya ingin dijadikan sebagai penyelamat nyawa anak ibu yang lain tanpa memikirkan Fahira dan Firman, sungguh ibu merupakan orang tua yang egois dan tak punya hati. Jadi, sebaiknya ibu pergi saja dari sini karena saya yang saat ini sebagai orang tua dari Fahira dan Firman, saya tak mengijinkan anda membawa kedua anak saya, silakan anda keluar dari rumah saya". usir Lea dengan emosi

__ADS_1


"kamu tak berhak melarang saya membawa mereka, karena bagaimana pun juga saya tetap ibu kandung mereka dan saya lebih berhak terhadap mereka yang hanya keluarga angkat mereka saja". balas bu Dewi tak kalah emosi.


"anda sudah tak punya hak lagi atas mereka sejak anda tega meninggalkan mereka, dan dimana anda saat Fahira dan Firman yang harus hidup hanya berdua saja setelah kematian nenek mereka? anda tak pernah ada untuk mereka kan jadi sekarang anda sudah kehilangan hak anda sebagai ibu terhadap Firman dan Fahira, sekarang yang berhak adalah saya, meski mereka bukan lahir dari rahim saya tapi saya tak akan setega ibu Dewi yang ingin mengorbankan nyawa mereka berdua untuk menyelamatkan anak ibu yang lain, silakan anda keluar dari rumah ini sekarang juga dan jangan pernah temui anak-anak saya lagi".kembali Lea mengusir bu Dewi.


Suara menggelegar Lea membuat asisten rumah tangga mendengarnya dan menyusul ke arah Lea dan bu Dewi berada sedangkan satu lagi asisten rumah tangga segera menemui teh Zahra untuk membantu mencegah keributan di ruang tamu itu.


"saya tak akan pergi dari sini tanpa membawa kedua anak itu". tolak mentah-mentak bu Dewi.


"baik karena bu Dewi tak mau pergi juga maka dengan sangat terpaksa saya akan bertindak tegas". lalu Lea menarik tangan bu Dewi sekuat tenaga untuk mengusir perempuan itu keluar dari kediaman abi Fajri.


Lea terus saja menarik pergelangan tangan bu Dewi dengan susah payah karena bu Dewi menolak untuk keluar dari rumah itu sebelum berhasil membawa Fahira dan Firman bersamanya.


Dengan langkah cepat teh Zahra berjalan menghampiri Lea yang kini tengah berusaha menarik perempuan yang tidak teh Zahra kenal itu untuk keluar dari rumah ini.


"ada apa ini Lea?". tanya teh Zahra masih dengan wajah panik


"ini teh, masa ada seorang ibu kandung yang tega ingin mengambil ginjal dan tulang sumsum dari Fahira dan Firman hanya untuk menyelamatkan anaknya yang lain dan mengorbankan nyawa Fahira dan Firman. Aku sebagai ibu dari Fahira dan Firman saat ini, tak akan mengijinkan wanita tidak waras ini mengambil kedua anak ku". jelas Lea dengan masih emosi.


Mendengar penjelasan Lea yang secara singkat itu membuat teh Zahra terkejut seperti Lea tadi. Bagaimana bisa ada seorang ibu seperti ini.

__ADS_1


"bu, maaf sebaiknya anda meninggalkan rumah ini karena saya sebagai salah satu dari keluarga Fahira dan Firman saat ini, saya juga tidak mengijinkan anda membawa mereka dari rumah ini". usir teh Zahra secara halus


"apa-apaan kalian, pokoknya saya tetap akan membawa mereka untuk menyelamatkan anak saya yang saat ini sedang sakit". bu Dewi tetap bersikeras menolak keluar dari rumah itu.


"udah lah teh nggak usah baik sama orang macam ini, orang kaya gini patut di usir". ucap Lea terus menarik bu Dewi sampai di depan pintu rumah itu.


Tapi saat sampai di undakan tangga yang berada diteras rumah itu tiba-tiba bu Dewi mendorong Lea dengan sebelah tangannya yang tidak di tarik oleh Lea.


Sehingga dorongan dari bu Dewi itu membuat Lea terjatuh duduk di tangga itu dengan berteriak kesakitan dan darah segar mulai mengalir sedangkan teh Zahra beserta kedua asisten rumah tangganya itu sangat terkejut melihat Lea terjatuh dan mulai mengeluarkan darah organ V nya.


"LEA". teriak teh Zahra lalu berlari kearah Lea sedangkan salah satu asisten rumah tangganya menahan agar bu Dewi tidak kabur dari sana setelah membuat Lea celaka.


"teh, sakit sekali Lea nggak kuat". setelah mengatakan itu Lea langsung tak sadarkan diri.


Pak supir yang mendengar teriakan teh Zahra langsung menghampiri teh Zahra dan terkejut melihat kondisi Lea


Dan tanpa berpikir dua kali akhirnya memutuskan menggendong Lea ke dalam mobil dibantu teh Zahra dan asisten rumah tangga yang satunya lagi.


Lea saat ini sudah berada didalam mobil, teh Zahra akan menemaninya sehingga meminta tolong kepada asisten rumah tangga untuk menjaga baby Zhafran dan untuk bu Dewi teh Zahra sudah meminta untuk petugas keamanan membawa bu Dewi ke kantor polisi.

__ADS_1


Tak lupa teh Zahra mengabarkan di grup keluarga abi Fajri bahwa Lea tengah dibawa ke rumah sakit saat ini.


__ADS_2