Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
keinginan Shanum


__ADS_3

Setelah mendengarkan cerita tentang kisah cinta teh Zahra dari dokter Qais, membuat Lea terus menangis, dan akhirnya dia masuk ke dalam rumah kembali untuk membasuh wajahnya.


" kok aku baru tau ya A' , aku aja yang dengar ceritanya sedih kaya gini, apalagi teh Zahra yang ngalamin". ucap Lea setelah selesai membasuh muka dan kembali berjalan ke arah mobil dokter Qais dan sudah ada teh Zahra yang menunggunya sangat lama


" ya makanya teh Zahra sampai saat ini masih sebulan sekali ke Bandung untuk berziarah ke makam A' Zhafran karena bagi teh Zahra mereka telah resmi menikah karena A' Zhafran sempat mengucapkan kalimat qobul, dan teh Zahra selalu menginap di rumah abah dan uminya A' Zhafran sehabis ziarah, karena bagi teh Zahra mereka tetap mertua teh Zahra". ucap dokter Qais


" teh Zahra tidak berniat nikah lagi A' ?. tanya Lea


" kalau menurut Aa' mungkin teh Zahra masih sayang dengan A' Zhafran dan belum menemukan sosok yang hampir seperti A' Zhafran yang bisa menjadikan teh Zahra merasa sempurna saat dekat dengannya". terang dokter Qais


" ya udah dikit lagi kita sampai mobil, jangan bahas ini ya ke teh Zahra, takut sedih lagi, dan yang jelas nanti kalau ada waktu yang pas kita ijin ya untuk mendahului teh Zahra". jawab dokter Qais


setelah sampai di dekat mobil, lalu Lea duduk di jok belakang menemani teh Zahra, dan Zhafran mengemudikan kendaraannya.


"kok lama banget sih tadi kalian?". tanya teh Zahra


" itu tadi Lea nyari sesuatu dulu yang ketinggalan dan lupa naronya, maaf ya teh lama nunggunya". ucap Lea memberi alasan


Setelah beberapa menit akhirnya mobil yang di kendarai dokter Qais telah sampai di depan tempat mengajar Lea dan teh Zahra, lalu mereka pun pamit kepada dokter Qais.


Saat Lea dan teh Zahra hendak berjalan masuk ke dalam sekolahan, ada suara anak kecil yang memanggil nama Lea. Seketika membuat Lea dan teh Zahra membalikan badannya dan melihat siapa yang memanggilnya.


"assalammualaikum ibun Lea dan bunda Zahra". sapa Shanum


"assalammualaikum bu Lea, bu Zahra". sapa dokter Syahreza papanya Shanum


"waalaikumsalam" jawab Lea dan teh Zahra

__ADS_1


"hai Shanum cantik banget sih hari ini, udah siap buat belajar kan?". tanya Lea kepada Shanum sambil mengelus rambut Shanum, dan interaksi Lea dengan Shanum selalu diperhatikan oleh dokter Syahreza dan teh Zahra dapat menangkap kalau papanya Shanum yang berstatus duda beranak satu ini tertarik dengan Lea


"hai cantik, kita masuk kelas yuk". ajak teh Zahra agar dokter Syahreza tidak selalu memandangi calon adik iparnya.


" ya udah , dadah papa , Shan masuk sekolah dulu ya, assalammualaikum papa". ucap Shanum sambil menyalimi tangan sang papa.


"ya udah, harus nurut ya sama bu guru, belajar yang benar ya nak, waalaikusalam". ucap dokter Syahreza sambil mengecup kening Shanum


"bu Lea titip Shanum ya". ucap dokter Syahreza kepada Lea sambil tersenyum


" insyaa alloh semua murid yang sekolah disini di jaga dengan baik oleh para guru, jadi pak reza nggak perlu khawatir, permisi pak". jawab Lea


Setelah melihat anaknya masuk ke dalam sekolahan, dokter Syahreza pun melanjutkan perjalanannya ke rumah sakit untuk bekerja.


Dilain tempat ada dokter Qais yang telah sampai di rumah sakit dan sedang berjalan di lorong rumah sakit dengan senyuman yang tak pudar dari bibirnya, membuat rekan kerja dokter Qais yang berpapasan dengannya, menjadi heran karena baru kali ini melihat dokter Qais selalu tersenyum sepanjang jalan, karena biasa dokter Qais hanya menegur rekan kerjanya, atau sesekali tersenyum.


" assalammualikum de". sapa Qais


"waalaikumsalam A', Aa' sudah sampai di rumah sakit?". tanya Lea


" sudah de, ini lagi istirahat sebentar, abis itu baru melayani pasien yang mau kontrol kandungan, oya Aa' ijin ya nanti siang mau ada jadwal operasi, jadi kemungkinan Aa' nggak bisa dihubungi, nanti kalau sudah senggang Aa' kabarin ya sayang". ucap ucap dokter Qais


" ya A' , semangat ya kerjanya nanti pulang ngajar ade pulang sama teh Zahra naek taksi online ya A' soalnya Aa' kan nggak bisa jemput". ucap Lea


" kamu pulang ngajar kesini aja de, nanti Aa' mau ngajak ketemuan sama temen Aa' yang punya usaha WO, tapi nanti kalau Aa' belum kelar operasi , kamu tunggu Aa' aja di ruangan Aa' , bilang aja ma suster Saras kalau kamu calon istri Aa' dan Aa' yang minta kamu kesini, nanti Aa' juga bakal bilang ke suster Saras kok". ucap dokter Qais


" ya sudah nanti ade ke sana ya A', ya sudah ya ade mau lanjut ngajar dulu, assalammualaikum A' ". ucap Lea

__ADS_1


"waalaikumsalam sayang". ucap dokter Qais


Dan setelah menelepon Lea, dokter Qais pun langsung memberitahukan kepada suster Saras bahwa nanti ada calon istri dokter Qais yang bernama Azalea akan datang ke rumah sakit dan disuruh untuk menunggu diruangan dokter Qais. Sebenarnya suster Saras sangat terkejut bahwa dokter Qais memiliki calon istri karena dokter Qais tidak pernah terlihat jalan bareng dengan perempuan, bahkan dekat pun tidak, karena setiap ada suster atau dokter wanita yang mendekati dokter Qais maka dokter Qais akan segera menghindar dengan cara halus.


Ditempat Lea mengajar, Lea sedang mengajari para muridnya menggambar dan mewarnai.


" ibun Lea, liat deh Faiz bikin pahlawan super" tunjuk murid Lea


"wah pintar sekali Faiz". puji Lea kepada muridnya


"ibun, ibun, ibun , liat deh Bunga sedang menggambar bunga nih, sesuai nama aku "Bunga" jadi aku juga membuat bunga deh, ini bunganya warna merah". ucap murid Lea yang bernama Bunga


"ish gemes banget deh ibun, sama Bunga". ucap Lea sambil mencium pipi anak muridnya yang bernama Bunga


dan saat Lea sedang melihat murid yang lain, Lea melihat Shanum sedang serius mewarnai gambarnya.


"wah, shanum gambar apa nih?". tanya Lea kepada Shanum


" ini Shan lagi membuat gambar, ini papa, ini Shanum dan ini ibun Lea, ibun Lea mau kan jadi mamanya Shanum? soalnya kan mamanya Shan ada di surga ". ucap Shanum penuh harap


" maaf sayang bukan ibun nggak mau jadi mamanya Shanum, tapi karena ibun nggak bisa dekat dengan papanya Shanum, karena kalau mau jadi mamanya Shanum harus jadi teman dekat papa Shanum, sedangkan ibun bukan teman dekat papanya Shanum, ibun sudah punya teman dekat dengan ibun yaitu calon suami ibun, maaf ya sayang, tapi ibun tetap akan sayang dengan Shanum kok" jelas Lea kepada Shanum , walau Shanum belum tentu mengerti tapi setidaknya Lea sudah berusaha agar tidak terlalu membuat Shanum berharap


"yah jadi nggak bisa donk ibun Lea jadi mama Shanum dan bobo bareng Shanum, kaya teman-teman Lea yang lain bobo dengan mamany". ucap Shanum dengan wajah sedihnya


" iya, maaf ya cantik, ibun ngga bisa nurutin maunya Shanum" . ucap Lea tidak enak dengan Shanum


Setelah jam mengajar Lea pada sesi pertama, Lea meminta tolong kepada mba Hilwa untuk menunggui anak-anak murid Lea sampai di jemput orang tuanya, dengan alasan Lea mau ke toilet dulu, padahal Lea hanya mengindar dari papanya Shanum. karena nanti Shanum pasti menceritakan kegiatannya di sekolah kepada papanya termasuk menceritakan perkataan Lea . Jadi, lebih baik sekarang Lea sedikit menjauh agar tidak memberikan harapan kepada Shanum.

__ADS_1


__ADS_2