Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
berwisata


__ADS_3

Keesok harinya pasangan dokter Qais dan Lea memutuskan untuk berkemas lalu mereka setelah sarapan akan menuju ke hotel tempat keluarga mereka menginap.


Karena mumpung masih berada di Bandung dokter Qais ingin mengajak seluruh keluarga abi Fajri, keluarga ayah Amar, dan keluarga abah Umar, untuk berlibur sebelum mereka akan kembali ke Jakarta.


Setelah sarapan dokter Qais dan Lea langsung memilih untuk check out dan kebetulan barang-barangnya telah ditaruh ke dalam mobil terlebih dahulu oleh dokter Qais sebelum mereka sarapan tadi.


Didalam perjalanan dokter Qais tidak pernah berniat melepas genggaman tangannya dari wanita yang mampu merubah sikap cueknya ini, tapi dokter Qais akan kembali cuek kepada wanita lain agar tidak menimbulkan rasa cemburu yang berlebihan dihati sang istrinya.


Karena suami yang terlalu dekat dengan seorang wanita lain sebenarnya mampu membuat rasa cemburu muncul pada diri seorang istri namun terkadang istri itu tidak mampu mengungkapkan rasa cemburunya itu.


Dokter Qais akan selalu belajar agar menjadi suami yang baik seperti abinya, yang mampu mencintai umma Hana secara tulus dan mampu saling melengkapi segala kekurangan satu sama lain.


Dokter Qais akan selalu belajar menjadi suami yang terkadang akan bersikap tegas namun tidak melukai hati istrinya.


Sejatinya kebahagian seorang istri itu mampu membukakan segala pintu rejeki untuk sang suami.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk dokter Qais sampai di hotel tempat keluarganya menginap.


Sesampainya di hotel tersebut dokter Qais langsung menuju ke kamar tempat abi Fajri dan umma Hana menginap.


tok


tok


tok


"assalammualaikum, abi, umma"ucap dokter Qais dan Lea bergantian


ceklek


"waalaikumsalam, lah kamu dan Lea sudah sampai disini aja nak, ayo masuk". ucap umma Hana sambil mempersilakan anak dan mantunya masuk kedalam kamar.


"abi, dan umma udah rapih-rapih barang bawaannya belum? kalau belum, tolong rapihin ya, soalnya aku ingin mengajak kalian semua berwisata bersama kapan lagi coba kita bisa jalan bareng kaya gini". ucap dokter Qais


"iya kamu benar nak, ya sudah umma tolong rapihkan barang bawaan kita ya umma sayang, biar kita bisa langsung check out sekalian". ucap abi Fajri dan diangguki oleh umma Hana.


" kamu sudah bilang ke yang lain belum nak?". tanya abi Fajri

__ADS_1


"belum abi, abis ini aku mau ke kamar ayah Amar dan bunda Hawa dulu, abis itu baru ke kamar kak Salwa, Almeer dan teh Zahra. oya abi tolong kabari ke abah Umar ya untuk bersiap-siap nanti ketemuan ditempat wisatanya aja". ucap dokter Qais dan di iyakan oleh abi Fajri


"ya sudah abi kami pamit dulu ya mau nyamperin yang lain dulu ya abi, umma" ucap Lea


"iya nak nanti kalau sudah pada siap kabarin ya, kebetulan tadi kami semua sudah sarapan bersama di restoran, jadi kalian cuma tinggal menunggu kami sedikit berkemas saja nak". ucap umma Hana


"ya sudah kami pamit dulu ya, assalammualaikum". ucap dokter Qais


Lalu dokter Qais dan Lea menuju kamar ayah Amar dan bunda Hawa dan mereka menyampaikan keinginan mereka untuk mengajak keluarga mereka untuk berwisata bersama, dan disetujui oleh ayah Amar dan bunda Hawa.


Dan mereka mengajak Kak Salwa dan abang Adnan, mereka pun setuju saat mendengar bahwa tempat wisatanya tidak akan terlalu membuat kak Salwa kelelahan, karena abang Adnan tidak mau membuat kak Salwa terlalu lelah karena nanti mereka akan menuju ke Jakarta dengan waktu tempuh yang lumayan lama, dan takut jika terlalu kelelahan berjalan-jalan akan membahayakan janin dalam kandungan Kak Salwa.


Dokter Qais dan Lea menuju kamar Almeer, dan mereka mengetuk kamar Almeer dan dipersilakan masuk.


"jadi kalian mengajak wisata gitu? tapi kalian berpasangan ,masa aku sendirian, jadi nyamuk dong" ucap Almeer


"nggak kok, Aa' ingin mengajak kalian untuk memetik strawberi dan kita akan makan makanan dengan olahan dari buah strawberi". ucap dokter Qais dan dimengerti oleh Almeer


" iya tenang aja Al, kami nggak setega itu kok sama JOMBLO kaya kamu"ledek Lea


"widih kakak ipar ku yang satu ini ngomong JOMBLO nya biasa aja kali". ucap Almeer dan Lea hanya cekikikan sedangkan dokter Qais hanya bisa geleng-geleng kepala


Mungkin karena umur mereka hanya beda satu tahun dan karakter sifat mereka hampir mirip.


Jadi walau main ledek-ledekan tidak akan membuat sakit hati, karena mereka saling tau kalau semua itu hanya sebatas candaan saja.


Setelah dari kamar Almeer, dokter Qais dan Lea menuju ke kamar teh Zahra dan dokter Harun


tok


tok


tok


"assalammualaikum, teh Zahra , A' Harun" ucap dokter Qais


"assalammualaikum, pengantin baru udah bangun belum nih". ucap Lea dan mendapatkan usapan lembut di kepalanya yang diberikan oleh dokter Qais

__ADS_1


ceklek


Dokter Harun membukakan pintu kamar hotelnya dan dilihat ada dokter Qais dan Lea yang sudah berada di depan pintu kamar hotel.


"waalaikumsalam, ada apa Is, Lea? ganggu pengantin baru aja nih kalian?". tanya dokter Harun


"kita mau ngajak jalan-jalan nih, kalian mau ikut tidak?". ucap dokter Qais


"memang jalan kemana? soalnya aku nggak mau buat Zahra lelah, karena kan kemarinkan ada jaitan pada luka teteh kalian itu, jadi takutnya kalau terlalu banyak jalan menyebabkan jaitannya terbuka kembali". ucap dokter Harun


"tenang A', aku hanya mengajak ke kebun strawberi, nanti kalau teh Zahra dan kak Salwa lelah bisa menunggu di tempat makan yang sudah tersedia disana". terang dokter Qais


"ya sudah boleh kalau kaya gitu, aku mau membangunkan teteh kalian dulu ya, soalnya di mengantuk tadi sehabis minum obat". ucap dokter Harun


"iya A' nanti kalau sudah siap kami tunggu di kamar abi dan umma y" ucap dokter Qais


Beberapa menit kemudian mereka semua telah siap dengan barang bawaannya, keluarga ayah Amar menggunakan mobil yang dikendarai oleh abang Adnan, sedangkan di mobil dokter Qais ada abi Fajri dan umma Hana, dan di mobil dokter Harun ada teh Zahra dan Almeer.


"wah, wah, aku dibelakang nih, ceritanya harus melihat keromantisan kalian nih?kenapa nggak teteh aja yang dibelakang sendirian biar bisa istirahat lagi".ucap Almeer


"ish nggak bisa gitu, aku nggak bisa jauh dari istri cantiku ini". ucap dokter Harun sambil mengecup tangan teh Zahra yang selalu berada didalam genggamannya.


"wah, memang benar nih nggak berkepriJOMBLOAN banget ya kalian, harusnya kalian jangan bermesraan didepan aku, kan membuat jiwa jomblo ku ini meronta-ronta tau" gerutu Almeer


Membuat dokter Harun dan teh Zahra tertawa karena berhasil mengerjai Almeer.


"memangnya ada apa istilah berkepriJOMBLOAN yang seperti kamu sebutkan tadi?". tanya teh Zahra sambil nahan ketawanya..


"ada lah ini buktinya aku, harusnya kalau ada JOMBLO kayak aku tuh ya kalian jangan lah bermesraan didepan aku, kasihanilah mata ku yang suci ini harus melihat kemesraan kalian" . ucap Almeer


"iya, maafkan kami ya, kami tidak akan bermesraan lagi ko" ucap dokter Harun sambil mengecup kening teh Zahra.


Ketika mobil terhenti karena lampu merah, beberapa kali pula dokter Harun mengecup pipi dan tangan teh Zahra


Dan itu membuat Almeer semakin memanyunkan bibirnya.


Sedangkan teh Zahra dan dokter Harun sudah tertawa karena berhasil membuat Almeer tambah iri.

__ADS_1


"umma ,abi, Al udah nggak kuat ngeliatin kemesraan mereka ini, harusnya tadi aku nebeng sama A'Qais aja deh biar bisa sama abi dan umma, setidaknya aku bisa peluk umma sebelum nanti aku meluk istriku nanti" batin Almeer


__ADS_2