
Sang surya mulai menyinari bumi, memberikan kehangatan untuk setiap umat manusia.
Sepasang suami istri itu sedang menikmati sarapannya di kamar hotel yang mereka tempati. Karena dokter Qais merasa kasian karena melihat istrinya kelelahan sehabis semalam mereka berolah raga walaupun tidak sampai pagi.
Setelah sarapan dokter Qais mengajak Lea untuk check out, karena dokter Qais ingin mengajak Lea untuk ke rumah ayah Amar dan bunda Hawa terlebih dahulu sebelum mereka akan tinggal sementara sebelum mereka akan menempati rumah yang telah dokter Qais siapkan untuk keluarga kecilnya nanti.
Pagi ini jalanan cukup ramai, karena hari ini merupakan hari kerja, sehingga membuat dokter Qais harus rela mengendari kendaraan ditengah kemacetan ibukota.
Beberapa menit kemudian dokter Qais dan Lea telah sampai di kediaman ayah Amar.
tok
tok
tok
"assalammualaikum ayah, bunda". ucap dokter Qais dan Lea bergantian
"waalaikumsalam, aduh si ade udah pulang, bunda kangen banget sama kamu padahal baru sehari kamu tinggal, apalagi nanti abis kamu pindah rumah, pasti bunda bakal kangen bangetttt sama kamu". ucap bunda Hawa.
" eh kalian sudah datang, bunda gimana sih, anak-anak kok nggak disuruh masuk dulu, masa mau diajak ngobrol didepan pintu sih". tegur ayah Amar.
"oh iya maaf ya saking senangnya ketemu sama si ade, bunda jadi lupa nyuruh masuk. ayo kalian masuk, sudah pada sarapan belum nih".ucap bunda Hawa sambil menuntun Lea dan dokter Qais menuju ruang keluarga
" sudah bunda tadi pas sebelum kesini kami sarapan terlebih dahulu". jawab dokter Qais.
__ADS_1
"alhamdulillah kalau sudah, terus sekarang niat kalian mau kaya gimana nak? jadi akan tinggal di rumah umma dan abi kalian dulu untuk sementara?". tanya ayah Amar.
" iya insyaa alloh jadi ayah, ini Lea mau bawa beberapa barang yang Lea perlukan, tapi kalau baju nggak Lea bawa semua karena biar mudah kalau pas lagi nginap disini". ucap Lea
"hahhh , bunda pasti bakal rindu dan kesepian nggak ada kamu". keluh bunda Hawa.
" Lea tau kok bunda, bunda pasti akan rindu dengan anak cantik bunda ini, makannya aku sudah bicarakan dengan A' Qais kalau setiap dua minggu sekali akan menginap disini, biar bisa mengobati rasa rindu bunda itu, soalnya aku nggak mau bunda terlalu rindu, karena menahan rindu itu berat biarkan si dilan, dilan itu yang menanggung rindu, kalau bunda jangan lah, cukup nahan berat badan aja ya bunda biar nggak naik". ucap Lea
"ish bunda mah berat badannya segitu-gitu aja, tapi kalau bunda beratnya naik, ayah tetap klepek-klepek tuh sama bunda".jawab bunda Hawa
"ya karena mau gimana pun bunda, cintanya ayah ke bunda mah udah mentok". gombal ayah Amar.
" ish si ayah mah bisa aja, bunda kan jadi malu, ayah ngegombal di depan menantu kita". ucap bunda Hawa sambil mencubit pelan lengan ayah Amar
" nggak apa-apa bunda, biar aku bisa belajar dari kalian yang tetep harmonis walau sudah menikah lama, jadi nanti aku bisa praktekan ke keluarga kecil aku nanti". ucap dokter Qais sambil tersenyum.
"makasih ayah nasehatnya, jangan pernah bosan untuk menasehati kami". ucap dokter Qais.
Dan Lea pun langsung berdiri dari duduknya dan memeluk orang tuanya bergantian.
"Lea sayang ayah, terima kasih sudah jadi komandan yang baik untuk istri dan anak ayah". ucap Lea kepada ayah Amar dan ayah Amar langsung mengecup kening anaknya
" Lea sayang bunda, terima kasih sudah rela berkorban nyawa untuk melahirkan kakak dan ade, terima kasih sudah selalu menjadi panutan untuk anak-anak mu ini agar menjadi istri yang baik". ucap Lea kepada bunda Hawa membuat bunda Hawa meneteskan air matanya. karena tak menyangka bahwa anak-anak yang dulu dia lahirkan dan dia timang , sekarang sudah tumbuh dewasa dan sudah berumah tangga.
" oya bunda, kak Salwa mana?". tanya Lea
__ADS_1
"oh kakak mu lagi ikut sama abang, katanya kakak mu itu sedang ngidam pengen liat tentara nyanyiin yel-yel tentara sambil lari, bahkan minta yang nyanyi itu harus kepala botak dulu, kalau nggak botak, kak Salwa bakal nyuruh suaminya itu untuk bobo di luar kamar".jelas bunda Hawa sambil ketawa karena mengingat bagaimana tampang shock abang Adnan saat mendengar ngidam sang istri.
"lah si kakak ada-ada aja, tapi itu bayi didalam perut pinter banget ya, tau aja kalau bapaknya udah pulang jadi ngidamnya yang aneh-aneh, padahal pas bapaknya lagi dinas diluar, kak Salwa nggak pernah minta yang aneh, permintaannya masih wajar hanya seputar makanan yang mudah dicari". ujar Lea
"ya mungkin dede bayinya pengen biar bapaknya itu juga ikut ngerasain susahnya kalau wanita hamil, jangan cuma enaknya aja produksi tapi nggak mau disusahin dalam hal ngidam yang masih termasuk sepele, karena hal yang berat seperti, mulas saat lahiran, mempertaruhkan antara hidup dan mati saat proses kelahiran, menyusui, merawat anak 24jam, semua hal berat itu kan tidak akan dirasakan oleh para pria jadi ya kalau hanya masalah ngidam mah, selama masih bisa diusahakan, ya harus coba diusahakan dong, karena kan tugas suami istri itu saling berbagi dalam suka maupun duka, jadi suami juga harus ikut terlibat dalam mengurus anaknya mulai dari dalam perut, jangan cuma bisanya main handphone, sudah gitu kalau anak lecet marahin istrinya deh, padahal suami itu nggak tau ribetnya jaga anak sendirian. Nah, ribetnya jaga anak 24jam itu yang kadang membuat istri merasa lelah sehingga teledor jadi tidak merawat wajah dan tubuhnya, sehingga para suami dengan mudah berpaling pada wanita lain, kan ada istilah kalau rumput tetangga lebih hijau dibanding rumput dirumah sendiri". terang bunda Hawa
Setelah berbincang cukup lama dengan kedua orang tuanya, Lea memutuskan untuk mengajak dokter Qais ke kamarnya.
Sesampainya dikamar Lea dokter Qais terkesima dengan kebersihan kamar Lea semua benda yang ada dikamar Lea, tersusun rapih sesuai warnanya, serta rapih, bersih, dan wangi kamar Lea seperti wangi parfum yang biasa Lea gunakan, yaitu wangi bunga Lily
"memang nih istriku lain dari yang lain, kalau yang cewek lain mah, mentingin cat tembok kamar dan nuansa kamar yang kelihatan girly nah ini, warna catnya cuma warna salem, dan malah tampilan barang-barangnya saja yang ditata rapih sesuai warna". batin dokter Qais.
ucapan Lea membuat dokter Qais tersadar dari terkesimaannya dengan kamar Lea.
"aduh, dua malam nggak tidur dikasur ini sudah rindu aja jadi pengen rebahan dulu deh". ucap Lea.
dan akhirnya dokter Qais mengikuti Lea dan merebahkan tubuhnya di kasur.
"nyaman juga de kamar kamu, kasurnya juga enak buat ditidurin, em gimana kalau kita olah raga dikasur kamu, kan belum tau tuh gimana rasanya, sebelum nanti kita pindahan". modus dokter Qais sambil memeluk Lea
"idih modus banget deh, udah langsung aja to the point kalau Aa' tuh ngajak Lea buat olah raga lagi, ya kan?". jawab Le
" ih pinter banget sih istri aku, yaudah yuk kita olah raga, abis itu mandi dan baru rapihin barang-barang yang mau dibawa". ucap dokter Qais lalu memberikan kecupan di bibir Lea.
"ya udah , hayuk lah sok atus gaskeun, biar dapat pahala". jawab Lea.
__ADS_1
Lalu terjadilah olah raga yang dilakukan bersama oleh sepasang suami istri ini.