Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
istri vs bibit pelakor


__ADS_3

Setiap manusia tidak ada yang sempurna, namun semua manusia layak berusaha untuk memperbaiki diri agar lebih baik lagi. Dan jika kita memiliki kekurangan jangan lah kalian khawatir, terimalah segala kekurangan yang ada dalam diri kalian dengan ikhlas, karena jika bukan diri sendiri yang menerima segala kekurangan yang ada di dalam dirinya masing-masing, maka siapa lah yang akan menerima segala kekurangan kita itu. Karena sebagian orang hanya lah selalu menginginkan kita sempurna tanpa kekurangan. Jadi, jika diri kita sendiri sudah mampu menerima segala kekurangan di dalam diri sendiri maka lama-lama akan ada yang menghargai kekurangan kita itu.


Seperti dalam hubungan rumah tangga yang harus saling menerima segala kekurangan dalam diri pasangan, berusahalah untuk saling melengkapi bukan malah sibuk mencari yang lebih baik lagi dari pasangan sebelumnya. Karena jika kita selalu ingin bersama orang yang sempurna maka sampai kapan pun tidak akan pernah ada rasa puas dan tak akan menemukan orang yang sempurna.


Sebagaimana pasangan suami istri ini, yang saat ini mereka berdua sedang berpelukan di atas ranjang. Mereka berusaha untuk saling menerima kekurangan satu sama lain dan menerima takdir yang telah ditetapkan untuk mereka. Namun, mereka tetap berusaha dan berdoa agar segala takdir yang kurang baik bisa menjadi baik dengan usaha dan do'a yang mereka panjatkan di setiap sujudnya.


"lain kali jangan kaya gini lagi ya sayang, kalau mau cek kan bisa sama aku, aku juga nggak bakal ninggalin kamu kok, apa pun yang terjadi jika memang kita tidak diberikan momongan kan kita bisa adopsi, ini alhamdulillah hasilnya baik, coba kalau tidak, aku nggak mau kamu down sendirian sedangkan aku nggak tau apa-apa". nasehat dokter Qais setelah akhirnya Lea menceritakan bahwa Lea habis dari dokter kandungan sebelum ke rumah ayah Amar.


" iya A', maaf ya abis aku penasaran dan aku juga pengen tau apa ada yang salah dengan kondisi rahim aku, karena jujur aja ucapan ibu-ibu itu terus terngiyang di kepala aku". ucap Lea sambil mengeratkan pelukannya.


"iya makanya lain kali, otak cantik kamu itu nggak boleh mikir macam-macam ya, otak cantik kamu bolehnya mikirin aku dan keluarga kita doang". ucap dokter Qais sambil mengelus kepala Lea


"oce Aa' sayang" ucap Lea sambil mengecup pipi dokter Qais.


"ish nyium-nyium kode nih ya, udah minum obat yang dapat dari dokter kan?" tanya dokter Qais dan diangguki oleh Lea.


"nah, pintar sudah minum obatnya berarti sekarang saatnya kita olah raga ya, biar obatnya menjadi lebih berfungsi dengan baik, maka kita harus banyak olah raga". ucap dokter Qais sambil memulai pemanasan untuk olah raga ala sepasang suami istri itu.


Keesokan harinya mereka memulai kegiatan mereka masing-masing sampai waktunya jam dua belas siang dokter Qais menjemput Lea di tempat mengajar. Karena kebetulan dokter Qais sedang praktek di klinik jadi hari ini dokter Qais yang bertugas menjemput Lea dan teh Zahra.

__ADS_1


"assalammualaikum A' ". ucap Lea sambil menyalimi tangan dokter Qais


"asaalammualaikum Is". ucap teh Zahra


"waalaikumsalam". jawab dokter Qais sambil mengecup kening Lea lalu menyalimi tangan teh Zahra


"ayo kita pulang sayang, kamu mau nemenin aku di klinik nggak, soalnya mba Citra bawa anaknya ke klinik soalnya hari ini nggak ada yang bisa dititipin buat jagain anaknya". jelas dokter Qais membuat mata Lea berbinar


" wah, Zakir ada di klinik, ayo A' kita pulang udah kangen nih sama Zakir". ucap Lea sambil menuntuk dokter Qais dan teh Zahra agar cepat jalan menuju mobil dan membuat dokter Qais dan teh Zahra hanya geleng-geleng kepala karena melihat antusianya Lea bertemu dengan si gembul Zakir.


Dokter Qais melajukan mobilnya dengan hati-hati meninggalkan tempat Lea mengajar.


Saat dokter Qais dan Lea sampai di meja kasir tempat mba Citra bekerja dan disebelahnya ada Zakir yang sedang tidur siang.


"yah, Zakirnya tidur ya mba, padahal mau maen sama si embul ini". ucap Lea sambil menoel pipi Zakir.


"iya tadi nggak lama dokter Qais jalan jemput kamu, Zakir langsung mnta bobo". ucap mba Citra.


"ya udah nggak apa-apa de, biarin Zakir tidur dulu biar nanti pas bangun bisa maen bareng kamunya nggak uring-uringan". terang dokter Qais dan di iyakan oleh Lea

__ADS_1


"ya udah kamu mau disini. bareng mba Citra atau mau nemenin aku?" tanya dokter Qais


"nemenin Aa' aja deh, kalo aku disini yang ada aku malah bangunin Zakir, soalnya gemes banget nggak tahan aku buat nggak jailin Zakir". ucap Lea sambil tersenyum.


"ya udah ayo kita ke ruangan Aa' ". ajak dokter Qais.


"Aa' duluan aja aku mau ke toilet dulu". ucap Lea.


Saat Lea sedang bercermin di depan kamar mandi, muncul lah suster Kiara yang kesal karena kehadiran Lea karena dengan hadirnya Lea maka dokter Qais akan selalu menunjukkan perhatiannya kepada Lea.


"ish dasar istri yang manja ngintilin suami melulu, nggak ada kerjaan banget ya jadi ngikutin dokter Qais terus". sindir suster Kiara


Lea hanya melirik sekilas dan tak memperdulikan lagi.


"heh cewek nggak tau diri dan sok kecantikan, gara-gara kamu ya aku nggak bisa jadi istri dokter Qais, aku yang udah dari awal ngedeketin dokter Qais, eh malah kamu yang dapat, apa sih bagusnya kamu, dari segi kecantikan ya udah pasti cantikan aku, dari pekerjaan mendingan aku jadi suster cocok dengan dokter Qais nggak kaya kamu yang cuma guru. Jangan-jangan kamu pake pelet ya buat dapetin dokter Qais, soalnya nggak mungkin banget aku yang lebih segalanya dari kamu malah kalah saing sama kamu, yang pakai baju aja longgar mulu nutupin badan yang ratanya ya, nggak kaya aku bodynya udah kaya gitar Spanyol. Udah emang bener nih kamu pasti pake pelet kan?". cerocos suster Kiara.


"hah, padahal aku nggak mau ya nanggepin ocehan nggak jelas kaya yang tadi kamu ucapin, tapi karena kamu nggak bakal berenti gangguin aku ya jadi harus aku tegasin nih ya. mungkin kamu merasa diri kamu itu lebih segalanya dari pada aku, tapi yang mesti kamu tau jodoh itu sudah di takdirkan dari sebelum kita lahir di bumi, jadi mau kamu lebih dari segalanya tapi kalo kamu bukan jodoh SUAMIKU ya nggak mungkin bersatu walaupun secantik apapun kamu, dan denger ya aku mah nggak perlu pake pelet, karena sebelum dekat dengan A' Qais juga aku udah ada yang suka namun aku tolak karena memang waktu itu belum memikirkan nikah dan hati aku juga tidak ada rasa dengan cowok-cowok itu. Namun, saat A' Qais melamarku dan mampu membuat hatiku ini berdesir ya sudah aku terima lah". ucap Lea


"dan dengar ya kalo kamu masih nekat kaya gini dengan berkata yang tidak-tidak, aku jamin kamu bakal berenti kerja di klinik ini, karena aku bukan wanita yang lemah yang akan mengalah dengan wanita seperti kamu, wanita yang kaya nggak ada kerjaan mu ngerebut suami orang. Sayang banget ya katanya cantik tapi kok mau ya jadi bibit pelakor. Dan ingat ya aku bakal selalu pertahanin yang sudah menjadi milik ku. Jadi, aku nggak takut tuh sama kamu". ucap Lea sambil meninggalkan suster Kiara

__ADS_1


"awas ya kamu, aku tetap akan berusaha buat ngerebut dokter Qais dan bikin dokter Qais jadi tergila-gila sama aku, apapun akan aku lakuin buat ngerebut dokter Qais. Karena hanya aku yang layak jadi pendamping dokter Qais. Dan apalagi kamu belum juga hamil sungguh kasian dokter Qais kalau nikah sama aku pasti langsung punya anak deh". batin suster Kiara


__ADS_2