
Senyum terus tersungging di wajah pasangan pengantin baru ini. Setelah tadi dengan satu kali tarikan nafas Almeer dengan lancar mengucapkan ijab qobul dan berhasil mempersunting Zahwa menjadi bidadari dunianya. Wanita yang akan dijadikannya sebagai pengisi relung hatinya, wanita yang akan dijadikan sebagai tulang rusuknya yang akan dijaga dengan baik, karena tulang rusuknya itu pula lah yang akan menjaga hati dan ke hormatan sang suami, wanita yang akan menjadi istri dan ibu untuk anak-anaknya kelak, wanita yang akan selalu menghiasi hari-harinya, dan Almeer berharap Zahwa akan menjadi wanita satu-satunya yang akan mendampinginya dalam menjalani hidup ini dan menjadi wanita yang kuat untuk melewati segala rintangan yang akan terjadi di dalam kehidupan rumah tangganya kelak.
Zahwa awalnya malu-malu untuk menggandeng lengan Almeer, tapi Almeer terus saja meminta Zahwa untuk terus menggandengnya, jika Zahwa melepaskan gandengannya maka Almeer akan menarik kembali tangan Zahwa dan menaruhnya dilengan Almeer.
"ya ampun, pengantin baru gandengan mulu dah ah, Yuk A' kita juga gandengan jangan mau kalah sama pengantin baru". ledek Lea saat berada didekat Almeer dan Zahwa hendak memberikan ucapan selamat
"sini sayang, kamu jangan lepas ya dari gandengan aku, aku kan nggak bisa jauh dari kamu". timpal dokter Qais ikut meledek adik bungsunya itu.
Ledekan Lea dan dokter Qais membuat Zahwa malu dan hendak melepaskan tangannya dari lengan Almeer, namun Almeer melarangnya dan Almeer menggenggam tangan Zahwa yang berada di lengan Almeer.
"ya biarin aja, syirik aja nih bumil, lagian biar semua orang tau kalo wanita cantik ini tuh sudah ada yang punya". timpal Almeer sambil tersenyum kearah Zahwa membuat Zahwa merona tapi untuk tidak terlihat karena tertutup oleh make up di wajahnya
"apaan si Al". lirih Zahwa sambil memalingkan wajahnya
"cie malu nih, masih baru jadi malu-malu ya pengantin wanitanya, padahal yang pengantin prianya mah boro-boro ada malu-malu, yang ada mah malu-maluin". ledek Lea lagi
"ish teh Lea nyebelin".gerutu Zahwa saat terus saja diledek oleh Lea
"emang bumil yang satu ini tuh mang nyebelin, jadi kamu harus kuat mental ya kalo deket Lea, oke sayang". ucap Almeer
"widih pake sayang-sayangan loh sekarang ke ade Aa' ". timpal dokter Harun saat ikut mendekati Almeer dan Zahwa sambil merangkul teh Zahra yang sekarang perutnya sudah terlihat membuncit karena usia kandungannya sudah memasuki lima bulan
"ya dong, mau lebih dari manggil sayang juga udah boleh, jadi aku udah nggak ngenes lagi sama kalian dan sama truk gandeng, karena aku juga sama tuh kaya kalian, sama-sama sudah punya gandengan". timpal Almeer lalu mengecup kening Zahwa
__ADS_1
"wah bener-bener nih anak udah berani pamer aja y". ucap dokter Harun sambil geleng-geleng melihat kelakuan Almeer
"iya dong kali-kali gitu pamer dikit nggak apa-apa lah". ucap Almeer dengan wajah cueknya
"kamu yang sabar ya Wa, ngadepin si tengil Al ini, emang nih, ade teteh yang satu ini emang udah tengil dari kecil". timpal teh Zahra
"Al mah tengil bukan dari kecil teh, tapi dari mah jadi embrio di dalam perut umma, juga dia udah tengil". ledek dokter Qais membuat yang lain tertawa sedangkan Almeer hanya mengerucutkan bibirnya karena di ledek oleh kakaknya dan kakak iparnya
"ish kalian nyebelin jadi kakak, bukan ucapin selamat dan do'ain ade kalian ini, eh kalian malah ledekin, awas aja nanti anak kalian mirip aku". ucap Almeer
"ish amit-amit"kompak teh Zahra dan Lea sambil mengelus perut masing-masing
"lah kok amit-amit bukannya bersyukur kalo anaknya mirip aku, kan aku ganteng, pinter, rajin ibadah dan sayang keluarga". ucap Almeer
"awas ya kalian, do'a orang yang teraniaya kan, bakal dikabulin nah nanti kalo beneran anaknya mirip aku jangan nangis y". ledek Almeer kepada dua bumil
"enak aja masa anak Aa' mirip kamu, orang Aa' yang nanam saham saat olahraga bareng Lea, ya berarti ketiga anak Aa' ya harus mirip sama Aa' lah". ucap dokter Qais
"ya kan Aa' nanam sahamnya tiga tuh, nah nanti yang satunya mirip aku ya, biarin deh yang duanya mirip sama Aa' ". ucap Almeer
"lah masa kaci gitu, kalo anak aku yang satu mirip kamu mang mau kamu kasih apa, mau kamu yang biayain sekolahnya gitu". ucap Lea
"ya nggak apa-apa kalo tuh salah satu anak ada yang mirip aku, nanti aku yang bayarin sekolahnya dan aku jadiin dia pengacara kaya aku". ucap Almeer
__ADS_1
"wah beneran nih,banyak saksinya loh". timpal Lea lagi dan diangguki oleh Almeer
"udah lah ngapa jadi ngebahas anak-anak Aa' sih, udah lah saham dari Aa' ya berarti muka juga mirip Aa, udah Aa mau ucapin selamat buat kalian berdua semoga jadi keluarga SAMAWA, dan cepat diberikan keturunan, saling mengerti dan terbuka satu sama lain agar tidak ada rahasia didalam rumah tangga kalian". ucap dokter Qais
"ya maksih A' ". kompak Almeer dan Zahwa
"selamat ya Al, semoga menjadi suami yang terbaik untuk Zahwa dan sebaliknya ya, dan Zahwa harus banyak-banyak sabar ya ngeliat tingkah Al". ucap Lea dan membuat Almeer memutar bola matanya sedangkan Zahwa tersenyum dan memeluk Lea
"selamat ya Al, Aa' titip jagain ade Aa' yang manja ini, sayangi dan lindungi Zahwa, danjika Zahwa punya kesalahan tegurlah secara halus tanpa membentak namun jika kamu sudah tak sanggup menghadapinya maka kembalikan dengan baik Zahwa kepada abah atau kepada Aa' ". ucap dokter Harun sambil menepuk pundak Almeer
"insyaa alloh aku akan selalu menjaganya dengan baik". ucap Almeer
"selamat ya de, kamu sekarang udah ada tempat kamu bersandar seutuhnya, namun jika kamu butuh Aa' maka jangan sungkan untuk datang ke pelukan Aa' karena sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi adik kecil Aa' yang manja". ucap dokter Harun sambil memeluk Zahwa dan Zahwa menangis dipelukan kakak tercintanya, walaupun dokter Harun hanya kakak sepupunya, namun Zahwa sejak dulu menganggap dokter Harun sebagai kakak kandungnya sendiri.
"makasih ya, udah sayang dan jagain aku selama ini, makasih karena sudah menjadi kakak yang terbaik buat Zahwa, Zahwa akan sayang sama Aa' ". ucap Zahwa sambil terus memeluk dokter Harun
"udah jangan lama-lama peluknya nanti suami kamu bakal cemburu karena kamu terus-terusan peluk Aa' ".ucap dokter Harun dan menghapus sisa air mata yang menetes di pipi Zahwa
"selamat ya ade kecil teteh sekarang sudah menjadi seorang suami yang memiliki tanggung jawab kepada istrinya, jangan pernah sakiti istri kamu ya, karena itu sama saja seperti kamu menyakiti umma dan teteh, hadapi setiap masalah dengan kepala dingin dan selesaikan secara berdua dan jagalah komunikasi kalian ya biar mengurangi kesalah pahaman". ucap teh Zahra sambil memeluk Almeer.
"selamat ya Zahwa kamu sekarang benar-benar menjadi adik ipar teteh, selalu jadi istri yang sholehah ya, jika Almeer menyakiti kamu jangan segan untuk mengadu ke teteh biar nanti teteh jewer kuping dia". ucap teh Zahra setelah berada dihadapan Zahwa
Setelah mengucapkan selamat, mereka kini berjalan menuju tempat abi, umma ,Firman dan dan Fahira berada. Mereka memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum acara resepsi dimulai nanti. Apalagi kedua bumil ini tidak boleh telat makan karena kasian dengan anaknya yang masih butuh asupan untuk tumbuh kembangnya.
__ADS_1
Dengan telaten kedua dokter tampan ini tak segan-segan untuk menyuapi istrinya yang tengah mengandung buah hati dari dokter tampan itu.Sebagai ucapan terima kasih mereka sebagai suami kepada istri yang rela mengandung dan membawa kemana-mana buah hatinya yang masih dalam kandungan membuat kedua dokter tampan itu tak malu menunjukan sisi romantis mereka didepan orang banyak.