Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
selesai resepsi


__ADS_3

Masih dihari bahagia dokter Qais dan Lea, para tamu undangan pun silih berganti untuk mengucapkan selamat dan do'a kepada pasangan pengantin baru itu.


Para tamu undangan pun sudah mulai berkurang karena waktu sudah hampir memasuki waktu shalat ashar yang artinya acara resepsi pernikahan kedua insan manusia itu akam segera berakhir.


Badan dan kaki pegal pun merupakan hal biasa yang pasti dialami oleh para pengantin saat mengadakan acara resepsi pernikahan.


Hal itu pun dirasakan pula oleh dokter Qais dan Lea, mereka bahkan selama acara lebih banyak berdiri untuk menyalimi para tamu undangan. Karena dari kedua belah pihak memang memiliki banyak kenalan, dan dari undangan yang mereka sebar hampir datang semua. Hanya beberapa yang berhalangan hadir.


Saat ini Lea sedang duduk disinggah sana ratu dan raja sehari itu. Sambil melepaskan high heels yang Lea gunakan dan memijit sendiri kaki yang pegal sedangkan dokter Qais sedang berbincang sebentar dengan temannya yang masih ada di lokasi itu.


Tidak lama kemudian setelah temannya pulang, dokter Qais menghampiri Lea.


"lelah ya de?". tanya dokter Qais sambil mengelus kepala Lea dan duduk disebelah Lea


"iya A' , pegel banget nih kaki aku". keluh Lea


"ya sudah, kalau sudah tidak terlalu pegel kaki kamu, kita makan terlebih dahulu ya sebelum ganti baju". ucap dokter Qais sambil mulai berjongkok dan sambil mulai memijat kaki Lea.


"ihh, Aa' nggak usah, masa Aa' mijitin aku sih". ucap Lea merasa tidak enak.


" nggak apa-apa sayang, sini Aa' pijitin lagi". ucap dokter Qais sambil meraih kaki Lea kembali


Ketika kedua pengantin itu tengah asyik dengan kegitannya, tiba-tiba terhenti ketika kedatangan dua jomblo keatas panggung.


"ya elah yang pengantin baru lagi maen pijit-pijitan diatas panggung segala". lede.k dokter Harun.


" iya nih A' ,mereka nggak ngeliat apa disini kan nggak semua ada pasangannya, ada juga yang jomblo kaya kita". ucap Almeer


"bae-bae Lea nanti si Qais manis diawalnya doank karena baru nikah, eh pas udah lama mah boro-boro deh romantis kaya gitu, bilang kata sayang aja kayanya juga nggak" ledek dokter Harun.


"iya betul tuh, pas masih pacaran atau baru nikah mah pas pasangannya jatuh bilang, "aduh hati-hati sayang kalau jalan, mana yang sakit", nah pas udah lama mah kalau pasangannya jatuh boro-boro ditolongin yang ada tuh pasangannya bilang gini " makanya jalan pake mata, buta mata lu ya". ledek Almeer

__ADS_1


"makanya Lea jangan percaya sama laki, aku aja nggak mau tuh punya pasangan laki-laki karena " SEMUA LAKI-LAKI ITU SAMA". ucap Almeer kembali


Ucapan Almeer langsung disambut dengan pukulan dan jitakan yang diberikan oleh dokter Qais dan dokter Harun. Sedangkan Lea hanya cekikikan saja.


"ya iyalah kamu nggak mau sama laki, masa PISANG MAKAN PISANG sih". ucap dokter Harun setelah memukul pelan bahu Almeer.


"wah kamu de, kalau sampai suka PISANG MAKAN PISANG mah, sini mending Aa' sun at lagi kamu". timpal dokter Qais.


"udah ah kalian nggak usah ladenin si Al, yang ada nggak bakal kelar-kelar". ucap Lea


" yaudah yuk A' , kita turun aja terus makan soalnya habis makan aku mau ganti baju dulu biar nanti sholat ashar nggak pakai baju ginian". ajak Lea


"ya sudah , hayuk kita turun, ayo A' Harun kita turun tinggalin aja si PISANG MAKAN PISANG sendirian". ucap dokter Qais


Lalu mereka bertiga langsung meninggalkan Almeer sendirian diatas panggung.


Setelah mereka turun dari panggung mereka langsung menghampiri keluarga mereka yang sedang menikmati makanan yang telah tersedia khusus untuk para keluarga.


Saat umma Hana melihat dokter Qais, Lea dan dokter Harun serta Almeer yang berjalan dibelakang mereka, sedang menuju tempat para keluarga sedang berkumpul dan menikmati makanannya. Umma Hana lalu memanggil mereka.


"kamu mau makan apa A' ? tawar Lea kepada dokter Qais


"udah Aa' aja yang ngambilin de, kasian kamu kan kakinya lagi pegal udah gitu kamu jalan pasti ribet sama baju kamu, udah ya duduk manis aja ya". ucap dokter Qais


"nggak apa-apa nih A'? kan aku jadi nggak enak, masa suami aku yang ambilin". ucap Lea


"nggak apa-apa kok sayang". ucap dokter Qais sambil mengelus kepala Lea


" makasih ya A' ". ucap Lea sambil tersenyum manis.


Melihat kemesraan dokter Qais dengan Lea membuat dokter Harun akan memulai aksinya untuk mendapatkan cinta pertamanya yang selama ini ia pendam.

__ADS_1


"de Zahra, kamu nggak berniat ngambilin Aa' makanan gitu?". tanya dokter Harun


"ish, emangnya kamu siapanya aku, kamu juga sudah besar dan punya tangan dan kaki kan buat ambil sendiri". ledek teh Zahra.


"ya kan kamu itu calon istri masa depan aku, sebelum nanti kita nikah jadi dari sekarang kamu harus belajar untuk mulai melayani aku". ucap dokter Harun.


"idih, kamu kepedean banget emang siapa yang calon istri kamu, perasaan aku nih ya kamu nggak pernah tuh lamar aku". ucap teh Zahra


"oh minta dilamar nih, oce deh nanti aku lamar ya, aku bilang sama abah dan umi dlu ya buat lamarin kamu" ucap dokter Harun yang kabur karena melihat teh Zahra yang sudah melihatnya dengan tajam.


Acara makan pun telah usai, sekarang waktunya pengantin baru itu berganti baju biasa, karena mereka akan melaksanakan sholat ashar berjamaah.


Setelah mereka selesai menunaikan ibadahnya. Dokter Qais mengajak semuanya untuk menginap disalah satu hotel yang sudah dokter Qais sewa untuk keluarganya, mertuanya dan keluarga almarhum A' Zhafran.


Dokter Qais menyediakan terapis spa untuk istri dan keluarganya yang ingin dipijat. Karena dokter Qais ingin keluarganya segar kembali setelah lelah seharian.


Beberapa jam kemudian setelah kembali segar kembali mereka memutuskan untuk makan bersama di restoran yang ada di hotel itu.


"makan yang banyak ya sayang". ucap dokter Qais.


"nggak ah, aku kalau malam makannya nggak banyak soal takut nggak bisa tidur gara-gara kekenyangan". ucap Lea


"ya nggak apa-apa kalau kamu nggak bisa tidur nanti aku temenin". ucap dokter Qais sambil tersenyum.


"iya Lea makan yang banyak karena malam ini kamu juga akan begadang kok ,jadi makan yang banyak aja biar jadi banyak tenaganya nanti". ledek dokter Harun.


"Lah orang udah malam ya ngapain aku begadang, aku mah mendingan tidur apalagi hari ini sungguh melelahkan dan udah abis di pijat ya mending aku bobo cantik deh". ucap Lea yang tidak mengetahui arah perkataan dari dokter Harun.


"iya kita liat aja nanti Lea, kamu bakal tidur apa bakal jadi begadang semalaman, ya nggak A'?". ucap Almeer.


"kita emang mau tidurkan A'?". ucap Lea

__ADS_1


"ya nanti kita bakal tetap tidur ko".jawab dokter Qais


"tapi nggak tau jam berapa, karena malam ini, akan jadi malam yang panjang buat kita" batin dokter Qais sambil tersenyum.


__ADS_2