
"kamu dari mana sayang? aku cariin juga".tanya dokter Qais saat melihat Lea dan Firman berjalan mendekati dokter Qais
"aku sama Firman habis cari angin di taman belakang". ucap Lea
"ya sudah sini mau makan kue nggak, enak banget loh ini cake strawberi kesukaan kamu kan". ucap dokter Qais
"wah, cake strawberi em aku mau dong, pasti enak banget y, Fafa sudah makan kue sayang?" tanya Lea dan diangguki oleh Fahira
"jangan ditanya dia mah bun, ini udah makan kue coklat habis tiga potong".timpal dokter Qais sambil tersenyum
" abang, mau makan kue apa nak? mau kue chees cake kesukaan abang nggak?". tanya Lea
"boleh ibun, ibun mau minum tidak?abang mau ambil minum dulu". ucap Firman
"boleh, tolong ya nak". ucap Lea
"Aa' tumben doyan banget cake strawberi biasanya mah nggak terlalu suka".heran Lea saat melihat dokter Qais terus memakan cake strawberi
"iya nggak tau nih, enak banget ada asem dan manisnya, pokoknya pas deh rasanya". ujar dokter Qais
"iya tuh si Aa' udah kaya orang kesambet, tumben banget sampe habis banyak makan cake strawberinya". timpal Almeer
"ya orang rasanya enak kok, jadi bikin nagih". ucap dokter Qais
"aduh ada lemon tea juga, wah mantap dah, pinter banget deh abang, ambilin minum buat ayah juga". ucap dokter Qais dengan mata berbinar karena dibawakan es Lemon tea oleh Firman.
"wah bener aneh nih, si Aa' biasanya juga milih cappucino dari pada lemon tea, bae-bae A' kn Aa' kurang suka asem nanti takutnya malah mules-mules". ledek Almeer
"wah jangan dong, Aa' juga nggak tau pokoknya enak aja gitu makan dan minum ini semua". ucap dokter Qais
__ADS_1
Semua orang juga merasa aneh dengan dokter Qais dan takut juga kalau dokter Qais bakal sakit perut. Lea yang memperhatikan suaminya hanya bisa tersenyum, karena bagi Lea memang cake strawberi ini rasanya enak jadi wajar kalau suaminya jadi suka.
Mereka semua kembali bersenda gurau sampai waktu menunjukan sudah sore baru lah keluarga ayah Amar pulang sedangkan keluarga abah Umar masih berada di rumah abi Fajri karena akan menginap terlebih dahulu di Jakarta sebelum kembali ke Bandung dan keluarga abah Umar akan tidur di kamar yang ada di klinik.
Saat malam tiba keluarga abah Umar ikut makan malam bersama dengan keluarga abi Fajri. Setelah makan malam selesai dan berkumpul di ruang keluarga, tiba-tiba Almeer mengungkapkan niat baiknya.
"abah Umar, ada yang ingin Al sampaikan, maaf ya jika menyampaikannya disini bukan datang berkunjung ke kediaman abah Umar, karena memang belum sempat, jadwal kuliah padat dan Al juga sedang sibuk menangani kasus klien. Al disini ingin mengungkapkan niat baik Al kepada Zahwa, Al berniat ingin menjadikan Zahwa sebagai istri Al yang selalu berjalan beriringan untuk mendapat ridho Nya sampai ke Jannah nanti, Al tau memang kami masih kuliah, tapi Al janji akan berusaha menjadi suami yang terbaik buat Zahwa kelak, Apakah abah Umar mengijinkan Zahwa dilamar oleh Al yang tidak memiliki apa-apa ini?". tanya Almeer
Ucapan Almeer membuat semua orang terkejut terutama Zahwa, karena memang Zahwa memiliki rasa untuk Almeer selama ini.
"masyaa alloh, abah terkejut mendengar nya, kalau abah mah ya setuju-setuju aja selama niatnya baik, tapi abah nggak bisa ngasih keputusan nerima apa tidaknya, karena yang menjalankan hubungan nantinya kan Zahwa dan kamu, jadi abah serahkan keputusan ini kepada Zahwa sepenuhnya, gimana nak jawaban kamu?". ucap abah Umar
"boleh Zahwa bertanya apa yang membuat Al memilih Zahwa sebagai istri?" tanya Zahwa
"karena kamu yang mampu menggetarkan hati ini, karena kamu yang bagiku layak untuk kelak menjadi pendampingku dan ibu dari anak-anakku nanti". jawab Almeer
"tapi, kamu kan tau aku masih kuliah, dan kuliah ku juga di Bandung masih satu tahun lagi, apa kamu yakin?". ucap Zahwa
"baiklah, aku bersedia"jawab Zahwa dengan wajah merona karena bahagia bisa menikah dengan pujaan hatinya.
"alhamdulillah".jawab mereka serempak
"baik, kalian menikah sebulan lagi gimana setuju tidak?". timpal abi Fajri
"ya kami setuju"jawab serempak Zahwa dan Almeer.
"alhamdulillah, baik berarti bulan depan kalian menikah ya, untuk tempatnya abi serahkan kepada kalian mau dimana". ucap abi Fajri
"gimana kalau dikediaman kami saja?". ucap abah Umar
__ADS_1
"karena Zahwa anak perempuan kami satu-satunya jadi kami ingin merasakan dan mengadakan pesta pernikahan dirumah kami". sambung abah Umar dan diangguki oleh semua orang
"baiklah, berarti acaranya akan diadakan di Bandung ya, dan saran umma lebih baik menggunakan WO saja ya biar kalian tidak repot karena kalian kan sibuk kuliah". ucap umma Hana
"iya, umi juga setuju dengan saran umma Hana kalau lebih baik pakai WO saja, jadi tinggal menerima beres tidak perlu kesana kemari untuk mengurus segala hal, jadi kalian bisa fokus kuliah deh dan tidak kelelahan". timpal Umi
Mereka pun larut dalam obrolan mengenai pernikahan Almeer dan Zahwa, mereka semua tak menyangka jika mereka akan tetap berbesanan walaupun teh Zahra tak jadi menikah dengan Almarhum A' Zhafran, tapi dengan teh Zahra menikah dengan dokter Harun mereka secara nggak langsung tetap jadi besanan dan apalagi saat ini Zahwa yang memang anak kandung abah Umar akan menikah dengan Almeer maka ikatan keluarga antara abah Umar dan abi Fajri akan semakin erat.
Malam pun semakin larut, mereka memutuskan untuk beristirahat karena esok hari masih weekend dan mereka berkeinginan untuk jalan-jalan ketempat wisata untuk menyegarkan badan dan pikiran mereka dari segala aktifitas selama ini. Sekaligus untuk menyenangkan Firman dan Fahira karena selama mereka diangkat menjadi anak oleh dokter Qais dan Lea, mereka belum pernah berjalan-jalan ke tempat wisata bersama keluarga besar abi Fajri.
Dokter Qais dan Lea sudah berganti pakaian dan menggosok gigi, sekarang mereka sudah berada diatas kasur sambil berpelukan, yang dimana sebelum mereka masuk kamar, mereka akan meniduri Firman dan Fahira terlebih dahulu, mereka selalu melakukan peran sebagai orang tua dengan sangat baik walaupun Firman dan Fahira bukan anak kandung mereka.
"Dek, kamu cape nggak hari ini?soalnya seharian ini kan aktifitas kita padat banget,kamu kalau cape minum vitamin ya biar kondisi kamu tetap terjaga terus". ucap dokter Qais sambil memeluk Lea.
"nggak cape kok A', aku malah senang bisa kumpul bareng semuanya, ya aku minum vitamin yang kamu kasih kok". ucap Lea sambil menghirup aroma tubuh dokter Qais
"aku suka wangi Aa', bikin tenang banget".sambung Lea
"kalo suka sini peluk sepuasnya nggak bayar kok khusus kamu mah". ucap dokter Qais sambil memeluk erat Lea.
"makasih ya A' ,udah sayang sama aku". ucap Lea sambil mengelus rahang dokter Qais
"sama-sama sayang, kamu beneran nggak lelah nih?". tanya dokter Qais memastikan kondisi Lea
"iya nggak lelah kok A', jadi nggak usah khawatir ya ". ucap Lea
"kalo nggak lelah, kita olahraga yuk, kan kalo lelah nanti bisa bikin bobo makin pulas". ajak dokter Qais sambil mengedipkan sebelah matanya
"ish, dasar ya ,ya udah hayo, aku juga mau ngumpulin pahala kok biar masuk surga, dengan nyenengin suami kan bisa dapat pahala". ucap Lea sambil mengecup pipi dokter Qais.
__ADS_1
"oke kita olah raga ya, matiin lampu dulu ya biar nggak ada yang liat". ucap dokter Qais
Dan akhirnya dokter Qais dan Lea melakukan olahraga malam dengan hanya pencahayaan dari lampu tidur saja.