Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
cerita Zahra 2


__ADS_3

Selama seminggu sebelum keberangkatan Zhafran ke Turki, Zhafran selalu mengajak Zahra jalan-jalan dengan ditemani oleh Zahwa. Waktu selama seminggu itu mereka gunakan untuk lebih saling mengenal dan membuat banyak kenangan, dan mereka pun melakukan foto bertiga dan tak lupa mereka meminta foto sendiri-sendiri.. ada juga beberapa foto berdua saja namun tetap memberikan jarak.


Seminggu telah berlalu, waktu keberangktan Zhafran ke Turki dan Zahra pun diajak oleh orang tua Zhafran untuk mengantarkan Zhafran sampai apartemennya yang ada di Turki, karena umi Nisa ingin menemani Zhafran terlebih dahulu selama di turki walau hanya 3 hari. Dan Zahra pun di ijinkan untuk ikut oleh abi Fajri karena masih ada orang tuanya Zhafran jadi mereka tidak hanya berdua saja.


Setibanya mereka di Turki, mereka langsung menuju apartemennya Zhafran untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang letih selama perjalanan dari Indonesia ke Turki. Saat memasuki apartemen Zhafran , Zahra meminta ijin untuk melihat lihat dalam apartemennya apa saja.


"masyaa alloh luas juga ya A' apartemen kamu, udah gitu pemandangannya indah banget nih pasti kalau malam". ucap Zahra kepada Zhafran


"ya alhamdulillah kalau kamu suka, ya nanti kalau neng Zahra rindu sama Aa' , neng Zahra boleh ko kesini ajak aja Zahwa". ucap Zhafran


"insyaa alloh ya A' kalau di ijinin sama abi". jawab Zahra dan diangguki oleh Zhafran


" neng, gimana kalau besok kita jalan-jalan, disini banyak tempat-tempat bersejarah loh". ajak Zhafran


" boleh A' , biar kita bisa jalan rame-rame pasti seru, apalagi Aa' disini bisa 4tahunan ya, jadi ayo kita buat kenangan yang banyak A' biar nanti Aa' nggak rindu sama aku". ledek Zahra kepada Zhafran dan Zahra langsung kembali menundukan kepalanya


" kalau rindu mah setiap saat neng, mau sebanyak apapun bikin kenangan mah tetap aja bakal rindu karena tidak dapat melihat secara langsung". jawaban Zhafran membuat Zahra tersenyum saat menundukkan kepalanya


"ya udah sekarang kita istirahat dulu ya neng, nanti sore baru kita jalan-jalan sama yang lain". ucap Zhafran.


Tak terasa waktu tiga hari di Turki telah berakhir sekarang waktunya untuk keluarga Zhafran dan Zahra kembali ke tanah air meninggalkan Zhafran yang akan menuntut ilmu di Turki. Zhafran pun mengantarkan keluarganya dan calon istrinya ke bandara, saat berpamitan umi Nisa selalu menangis karena harus berjauhan dengan putra sulungnya tapi Zhafran berjanji akan menghubungi setiap ada waktu senggang dan kalau bisa setiap tahun Zhafran akan usahakan untuk pulang ke Indonesia.


Zhafran pun berpamitan kepada calon istrinya , dan meminta agar Zahra tidak usah sedih, karena Zhafran melihat Zahra yang selalu menunduk dan sesekali mengusap air matanya, Zhafran berpesan agar Zahra selalu mengabari Zhafran walaupun Zhafran tidak bisa cepat dalam merespon pesan-pesan Zahra nanti. Zahra juga berpesan kepada Zhafran agar selalu jaga kesehatan, jangan lupa ibadah dan jaga hatinya hanya untuk Zahra.


Setelah acara perpisahan dengan penuh air mata itu, akhirnya keluarga Zhafran dan Zahra menaiki pesawat untuk kembali ke Indonesia sedangkan Zhafran kembali pulang ke apartemennya.


Waktu pun berlalu , selama dua tahun waktu yang dilewati oleh Zhafran dan Zahra dengan status sebagai calon suami dan calon istri walaupun harus LDR, tapi mereka berdua selalu menjaga komunikasi antara mereka berdua, bahkan Zhafran sebulan yang lalu memberikan kejutan kepada Zahra dengan kedatangan Zhafran yang mendadak ke kampus Zahra dan itu semua sukses membuat Zahra bahagia. Karena dapat melihat secara langsung calon suaminya yang selama dua tahun hanya dapat melihat melalui ponsel dan bila rindu hanya bisa memeluka barang-barang yang diberikan sebagai hadiah oleh Zhafran, karena kata Zhafran dia disana menjadi asisten dosen dan mendapatkan uang tiap bulannya, dan uang itu sebagian Zhafran gunakan untuk membeli barang yang dia kirimkan untuk orang tuanya atau Zahra secara bergantian.


Zahra juga dua bulan sekali akan datang ke Bandung untuk menjenguk dan menginap di rumah orang tua Zhafran. Bahkan orang tua Zhafran sudah menganggap Zahra sebagai anaknya, dan Zahra juga sangat dekat dengan Zahwa yang usianya terpaut 4 tahun lebih muda dari pada Zahra.

__ADS_1


Setelah 4 tahun menimba ilmu di kampus masing-masing, akhirnya Zhafran dan Zahra lulus kuliah dan Zahra memutuskan untuk mengajar PAUD sedangkan Zhafran menjadi dosen pengganti.


Tepat saat sebulan sebelum Zahra bertambah usia menjadi 23 tahun, Zhafran kembali ke Indonesia dan melamar Zahra untuk yang kedua kali, dan pernikahan mereka di tetapkan pada saat Zahra berulang tahun.


Selama sebulan ini Zahra dan Zhafran akan disibukan dengan persiapan pernikahan mereka, Zhafran mau semua hal dia yang menyiapkan sendiri tanpa bantuan WO. Dan Zhafran juga menyiapkan satu set perhiasan emas dengan inisial ZZ. Dan sekarang tinggal seminggu lagi mereka menikah , mereka berniat untuk makan siang bersama sebelum dipingit.


"neng, kita makan apa nih?" .tanya Zhafran


" aku mau makan ayam bakar aja A' ". jawab Zahra


"oce, kita jalan sekarang ya neng"ucap Zhafran dan diangguki oleh Zahra


Setelah sampai ditempat tujuan, Zhafran pun memesankan makanan, untuk Zahra dan dirinya. Sebelum makanan datang Zhafran dan Zahra saling bertukar cerita.


"oya neng, nggak kerasa ya kita akan menikah seminggu lagi". ucap Zhafran


"iya A' , penantian 4tahun lebih akhirnya akan mempersatukan kita". jawab Zahra


" ish Aa' apa-apain sih kita kan nikah seminggu lagi jadi insyaa alloh kita berjodoh, aku selalu mengucap nama Aa' dalam do'a yang aku panjatkan. Makanya kalau Aa' nggak mau liat aku nangis ya jangan bikin aku nangis lah, kalau ada masalah kita selesaikan baik-baik jadi kita usahain jangan sampai terjadi pertengkaran yang hebat dalam rumah tangga kita, jadi kalau ada percikkan yang akan menimbulkan masalah mari kita berfikir dan membicarakan semua itu dengan kepala dingin, dan jangan ada hal yang kita tutup-tutupi". jawab Zahra


" Ya Aa' mah selalu berusaha nggak buat neng Zahra nangis tapi kan kembali lagi neng takdir Alloh yang nentuin, apa Aa nanti akan membuat neng Zahra nangis atau selalu bahagia tanpa air mata. Tapi, Aa' harap ke neng Zahra , apapun yang menjadi takdir kita harus neng Zahra terima dengan ikhlas ya". ucap Zhafran


Dan saat Zahra ingin menimpali ucapan Zhafran , makanan yang mereka pesan telah datang, jadi Zahra mengurungkan membalas ucapan Zhafran. Mereka pun makan dengan tenang dan selesai makan Zhafran mengajak Zahra pulang untuk beristirahat karena tidak mau Zahra kelelahan saat pernikahan nanti.


Selama seminggu mereka dipingit Zhafran selalu menghubungi Zahra baik via pesan atau video call.


Malam ini Zhafran merasakan ada yang aneh dengan dadanya namun Zhafran berfikir dengan istirahat maka hilang sakitnya, dilain tempat Zahra merasakan kesedihan yang begitu dalam namun Zahra tidak tau apa yang membuatnya bersedih. Zahra berfikir mungkin kesedihan ini akibat Zahra akan pergi dari rumahnya karena akan mengikuti suaminya nanti.


Pagi pun menjelang Zahra sudah selesai di makeup dan sudah cantik dengan balutan baju pengantin namun hatinya masih merasakan kesedihan , karena dibanding rasa gugup, Zahra malah merasa sedih yang teramat mendalam hingga Zahra berusaha untuk tidak menangis karena hal yang belum jelas. Dan tidak lama kemudian Zhafran dan keluarganya tiba dan mulai memasuki area tempat akad nikah akan dilaksanakan.

__ADS_1


Ditempat itu sudah ada bapak penghulu, abi Fajri dan saksi nikah dari kedua belah pihak pengantin. Penghulu pun menanyakan kesiapan dari Zhafran. Lalu Zhafran segara menjabat tangan abi Fajri.


"saya nikah dan kawinkan engkau saudara Zhafran Al-giffary bin Umar Al-giffary dengan putri kandung saya yang bernama Zahra Tusyitta binti Fajri Hizbullah dengan mas kawin satu set perhiasan dibayar tunai". ijab yang di lafalkan oleh abi Fajri sambil menjabat tangan Zhafran yang sudah dingin, namun abi Fajri berfikir kalau Zhafran sedang gugup


"saya terima nikah dan kawinnya Zahra Tusyitta binti Fajri Hizbullah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai". ucap Zhafran


namun belum sempat para saksi nikah bilang SAH , Zhafran sudah jatuh tak sadarkan diri sambil memegang dadanya.


Dan hal tersebut membuat semua orang panik dan menangis terutama Zahra dan umi Nisa sudah menangis tiada henti. Dan Zhafran pun segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Setelah masuk ke dalam ruang IGD Zhafran langsung ditangani oleh para tim medis, dan Zhafran sempat sadarkan diri dan meminta dipanggilkan keluarganya dan Zahra serta keluarga Zahra.


Saat Zahra menasuki ruangan, Zahra tidak henti-hentiya menangis . Dan Zhafran melihat itu langsung menyuruh Zahra untuk mendekati Zhafran.


" neng, jangan menangis, Aa' nggak suka liat neng Zahra nangis". ucap Zhafran dengan suara pelan dan terbata-bata


" udah Aa' jangan banyak ngomong biar cepat pulih". ucap Zahra sambil menangis


" neng, apa pun yang terjadi Aa' selalu sayang sama neng Zahra, neng jangan terus nangis ya". ucap Zhafran kepada Zahra lalu Zhafran menoleh ke arah keluarganya lalu keluarganya mendekat


"abah, umi, maafin Zhafran ya kalau selama ini belum menjadi anak yang baik buat kalian, maaf Zhafran belum bisa membuat kalian bahagia. Abah, Umi jangan sedih terus ya doakan Zhafran agar diampuni segala dosa Zhafran, Zhafran sayang abah dan umi, titip Zahra ya abah,umi, jangan sampai Zahra nangis terus soalnya Zhafran nggak suka, umi serahkanlah mas kawin yang Zhafran berikan untuk Zahra sebagai hadiah terakhir dari Zhafran". ucap Zhafran


"Zahwa adiknya Aa' yang paling cantik, bantu Aa' jaga abah dan umi ya sayang, kamu harus jadi anak yang berbakti pada orang tua, rajin belajarnya ya de, jaga diri baik-baik karena Aa' sudah tidak bisa menjaga kamu". ucap Zhafran


lalu Zhafran menoleh ke keluarga Zahra,


"abi, umma maaf Zhafran tidak bisa menjadi menantu yang baik, maaf Zhafran hari ini membuat Zahra menangis, tolong maafkan kesalahan Zhafran ya abi, umi. Zhafran nitip Zahra tolong hibur Zahra agar tidak menangis lagi". ucap Zhafran kepada abi Fajri dan umma Hana


lalu Zhafran melihat Zahra lagi dan memegang tangan Zahra, lalu mengecup kening Zahra. Dan air mata keduanya saling menetes dengan deras.


" udah Aa' jangan banyak ngomong ya, istirahat biar cepet sembuh" . ucap Zahra karena tidak kuat mendengarkan ucapan dari Zhafran tapi Zhafran malah menggeleng

__ADS_1


" neng, ingat jangan nangis ya, maafkan kesalahan Aa' selama ini, terima kasih sudah mau menerima Aa' dihati neng, neng Zahra hari ini cantik sekali, apalagi kalau tersenyum, jangan sedih kelamaan ya neng hanya karena Aa', dan pakailah selalu mas kawin itu ya agar selalu ingat dengan Aa' , dan cari lah pengganti Aa' yang bisa menyayangi dan menjaga neng Zahra setelah ini. Aa' sayang sama neng Zahra" ucap Zhafran dan tidak mendapat jawaban dari Zahra karena Zahra terus menangis bahkan sudah memeluk Zhafran.


Zhafran pun dengan melirikan matanya meminta abah Umar untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Dan setelah itu Zhafran menghembuskan nafas terakhirnya. tepat di hari pernikahannya dan hari ulang tahun Zahra , yang berubah menjadi kelabu.


__ADS_2