
Sudah dua hari Lea tak sadarkan diri meski kondisinya stabil tetap saja membuat suami serta seluruh keluarganya masih diselimuti rasa khawatir.
Dokter Qais selalu mendampingi Lea, namun saat ini dokter Qais harus kembali praktek kerja sehingga dokter Qais meminta kepada bunda Hawa dan umma Hana untuk membantunya menjaga Lea.
Sedangkan, malam harinya dokter Qais akan tidur di rumah sakit untuk menjaga sang istri tercintanya itu.
"aku hari ini ada jadwal kerja di rumah sakit, aku ijin kerja dulu ya sayang, nanti waktu istirahat aku akan kesini lagi buat nemuin kamu, kamu cepat sadar ya sayang, karena aku udah rindu sekali sama kamu". ucap dokter Qais lalu mencium kening Lea dengan penuh kasih sayang
"bunda, umma aku kerja dulu ya, aku titip Lea ya, kalau ada apa-apa kabarin aku, assalammualaikum".pamit dokter Qais kepada ibu dan ibu mertuanya
"iya nak, kamu fokus aja kerjanya umma bakal jagain istri kamu, jadi kamu nggak perlu khawatir". ucap umma Hana
"Is, bunda bareng kamu dong keluar, soalnya bunda mau liat kondisi baby triples". ucap bunda Hawa
"ayo bunda, umma aku pamit ya". ucap dokter Qais
Mereka berdua berjalan menuju ruangan NICU anak-anak untuk melihat kondisi baby triples.
Karena dokter Qais merupakan dokter di rumah sakit tersebut jadi dokter Qais diberikan ijin untuk masuk ke dalam ruangan itu untuk secara langsung mendekati ketiga anaknya yang masih berada dalam inkubator.
Dokter Qais dan bunda Hawa tersenyum haru melihat ketiga bayi itu, ketiga bagi itu menggeliat pelan serta tangannya bergerak pelan seolah paham bahwa ada ayah dan neneknya yang sedang mengunjungi mereka.
Saat perawat masuk dan ingin memberikan susu untuk ketiga anaknya itu, dokter Qais meminta botol susu itu, karena dokter Qais ingin dia yang memberikan susu itu untuk anak-anaknya.
__ADS_1
Dan perawat pun mengijinkannya, dokter Qais mengangkat anak pertamanya dan bunda Hawa juga ikut membantu dokter Qais memberikan susu untuk anak kedua dokter Qais sedangkan anak nomer tiga karena kembali tertidur kembali maka akan diberikan susunya nanti setelah kedua kakaknya selesai menyusu.
"duh anak ayah haus ya nak?kalian pintar sekali minum susunya biar cepat besar dan sehat ya nak". ucap dokter Qais dengan senyum karena melihat kelucuan anak-anaknya saat sedang menyusu
"Is, kamu belum ngasih nama ke mereka loh". ucap bunda Hawa
"iya bunda, aku mau kasih namanya saat Lea sudah sadar saja, karena aku sama Lea yang buat namanya jadi, aku ingin sama-sama menyebutkan dan memperkenalkan nama anak-anak di depan kalian, untuk saat ini panggil saja mereka baby ABC, itu inisial nama depan mereka bertiga, bun". terang dokter Qais sambil tersenyum tipis antara bahagia dan sedih karena kondisi anak-anak nya serta sang istri yang masih belum sadarkan diri
"insyaa Alloh sebentar lagi Lea akan sadar biar bisa kumpul bareng baby ABC, Lea pasti kangen sama anak-anak kalian dan dia pasti sedang berusaha untuk kembali sadar untuk kamu dan anak-anak, Lea itu anak kuat bunda yakin Lea mampu menghadapi semua ini"ucap bunda Hawa.
Setelah melihat ketiga anaknya, dokter Qais langsung menuju ruangannya sedangkan bunda Hawa kembali menuju ruangan rawat Lea.
Pekerjaan dokter Qais hari ini lumayan banyak sehingga dokter Qais hanya menjenguk Lea ketika jam istirahat saja, dan setiap pasien yang di tangani oleh dokter Qais selalu mengucapkan do'a untuk kesembuhan istri dan anak-anak dokter Qais.
Bahkan, banyak yang mengirimkan karangan bunga untuk Lea, serta makanan untuk orang yang menunggu Lea siuman.
Saat ini jam kerja dokter Qais telah berakhir dokter Qais sudah bersiap untuk menemui istri tercintanya. Namun, sebelum dokter Qais menuju ruang rawat Lea, dokter Qais menuju ruang rawat baby ABC terlebih dahulu.
Dokter Qais berniat mengajak baby B untuk mengunjungi sang ibunya, karena tadi dokter yang merawat ketiga anaknya mengabarkan bahwa kondisi baby B sudah sangat stabil jadi bisa dibawa ke ruang rawat Lea, dan dengan adanya baby B didekat Lea, dokter Qais berharap dapat membuat Lea segera siuman.
Kini dokter Qais tengah menggendong baby B yang sudah hangat karena telah menggunakan kain bedongan, dengan senyum dokter Qais berpamitan dengan baby A dan baby C untuk menemui ibun Lea dan dokter Qais juga berharap baby A dan baby C akan cepat sehat sehingga bisa ikut menemui ibun Lea.
Dokter Qais berjalan di lorong rumah sakit dengan menggendong baby B, para rekan kerja yang melihatnya ikut menyapa dan tersenyum karena setidaknya sudah ada satu bayi dari dokter Qais dan Azalea yang kondisinya sudah membaik.
__ADS_1
Saat berjalan tak sengaja dokter Qais juga berpapasan dengan dokter Syahreza dan dokter Aqila yang tengah bersiap untuk pulang.
"hai Is, hai baby". sapa dokter Syahreza
"hai juga uncle dokter". dokter Qais menjawab dengan menirukan suara anak-anak
"dokter Qais boleh saya gendong baby nya?". mohon dokter Aqila yang gemas melihat anaknya dokter Qais dan Lea
"boleh kok dok, silakan". ijin dokter Qais sambil memberikan baby B ke dalam gendongan dokter Aqila
"duh ganteng banget sih kamu, mukanya gemesin banget kaya Lea ya mas muka baby nya". ujar dokter Aqila kepada dokter Syahreza
"iya kaya ibu nya, nanti kita buat yang kaya kamu juga ya". goda dokter Syahreza dan mendapatkan cubitan dari dokter Aqila
"apaan sih mas, nyebelin deh". gerutu dokter Aqila dengan bibir yang mencebik
"nggak usah gitu bibirnya nanti mas khilaf aja, apa mau dimajuin aja nih jadi besok nikahnya". ucap dokter Syahreza sambil mencubit pelan bibir dokter Aqila
"ish, dia pikir nikah apaan langsung besok nikahnya, emang nikah dadakan apa". lirih dokter Aqila sedangkan dokter Syahreza hanya tersenyum melihat dokter Aqila kesal dengannya sedangkan dokter Qais yang memperhatikan percakapan itu menjadi bingung sendiri.
"kalian ada hubungan ya?". tanya dokter Qais penasaran
"iya Is, insyaa alloh bulan depan kami akan menikah, semoga kamu dan Lea nanti bisa hadir ya di nikahan kami". jelas dokter Syahreza sekaligus berharap agar dokter Qais dan Lea dapat hadir di acara pernikahan dokter Syahreza dan dokter Aqila.
__ADS_1
"masya alloh, barakallah ya bang dan dokter Aqila semoga dilancarkan dan diberkahi pernikahan kalian, insyaa alloh semoga Lea cepat pulih jadi Qais dan Lea bisa ikut hadir". ucap dokter Qais