Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
pindah rumah


__ADS_3

ketika wanita belum menikah, surganya ada di ridho orang tua, namun ketika sudah menikah dan menjadi seorang istri maka surganya terdapat pada ridho suaminya.


Sebagai istri yang baik Lea memutuskan untuk ikut kemana pun suaminya berada, karena untuk seorang istri jika ingin masuk surga tidak lah sulit hanya taat beribadah kepada Alloh dan berbakti pada suaminya.


Lea ingin menjadi istri yang berbakti kepada suaminya selama hal yang diperintahkan oleh sang suami selalu berada dijalan Nya dan tidak melanggar segala aturan agama Nya.


Berpisah tempat tinggal dengan orang tua mungkin memang sangat berat namun semua itu harus dijalani dengan ikhlas. Apalagi harus tinggal bersama dengan mertua yang terkadang selalu merasa memiliki anak lelaki yang dimana sampai kapanpun surganya anak laki-laki terdapat di ridho orang tua sehingga menjadikan orang tua merasa lebih berhak mengatur anak laki-lakinya itu dibandingkan anak laki-lakinya diatur atau menuruti keinginan istrinya nanti.


Namun, Lea termasuk istri yang beruntung walaupun kelak Lea akan tinggal di rumah sang mertua, tapi mertuanya sangat sayang kepadanya, dan dari awal mengenal mertuanya, mertunya itu merupakan orang tua yang lemah lembut dan bijaksana.


Jadi, Lea tidak perlu khawatir kalau mertuanya akan ikut campur dalam biduk rumah tangganya bersama dengan dokter Qais.


Kasih sayang yang diberikan oleh mertuanya kepada Lea tidak perlu diragukan lagi, sehingga membuat Lea menyayangi mertuanya itu seperti orang tuanya sendiri.

__ADS_1


Tidak akan terlalu merasakan sedih karena kekurangan kasih sayang orang tua, karena mertuanya memberikan beribu-ribu kasih sayang kepada Lea seperti mereka menyayangi anak kandungnya.


Bahkan kedua ipar yang Lea miliki juga merupakan sesosok yang tidak pernah memiliki sifat dengki, mereka menganggap Lea seperti adik kandung dan kakak kandung mereka sendiri.


Lea bahkan tak segan untuk bersenda gurau dengan iparnya, apalagi teh Zahra selain dia adalah kakak ipar Lea, dia juga merupakan sahabat dan rekan kerja Lea selama kenal di tempat mereka mengajar. dan untuk adik iparnya yaitu Almeer, dia merupakan sosok yang sebelas, dua belas gesreknya dengan Lea jadi membuat Lea tak sungkan namun tetap menjaga auratnya agar tak tersentuh dan terlihat oleh Almeer karena Almeer hanya adik iparnya jadi haram hukumnya jika bersentuhan dan mengumbar auratnya di hadapan Almeer.


Saat ini Lea akan pamit dengan ayah dan bundanya, serta kakak dan abang iparnya yang kebetulan sudah pulang.


"ayah, bunda, Lea pamit ya, maaf selama Lea jadi anak kalian, Lea belum bisa bikin kalian bahagia, maaf jika Lea selalu menyusahkan kalian, maaf jika Lea membuat kalian lelah dalam mengurusi tingkah Lea yang kurang baik dari masih kecil hingga sekarang, makasih karena telah rela menghabiskan waktu dan uang kalian hanya untuk membesarkan Lea tapi Lea belum bisa memberikan apa-apa kepada kalian". ucap Lea sambil menangis dipelukan ayah dan bundanya.


" nak, bunda rela meskipun harus mengorbankan nyawa bunda hanya untuk anak-anak bunda, bunda rela merasakan sakit hanya untuk dapat melahirkan kalian, bunda rela begadang untuk menjaga dan merawat kalian disaat sakit, tapi bunda tidak akan rela jika anak bunda harus tersakiti oleh siapa pun, karena bunda dan ayahlah yang berjuang sepenuh hati untuk membuat kalian bahagia, jadi jika ada yang menyakiti anak-anak bunda, bunda akan maju selangkah didepan kalian untuk melindungi kalian, mereka tidak berhak menyakiti kalian karena bunda dan ayah pun tidak pernah menyakiti kalian. Jika kamu suatu saat ada yang menyakiti, bilang lah ke bunda, karena bunda akan selalu melindungi kalian hingga akhir hayat bunda. Kalian pelita bunda disaat kegelapan, kalian penghibur bunda disaat rindu dengan ayah mu yang sedang dinas diluar kota, kalian adalah separuh nafas bunda. Jadi lah anak-anak yang baik, semoga kalian akan disayangi oleh semua orang, dan kalian tetap akan menjadi putri kecil bunda sampai kapan pun". ucap bunda Hawa sambil menangis dipelukan orang-orang terkasihnya.


Kak Salwa yang mendengar ucapan bunda Hawa langsung menghambur kepelukan mereka, akhirnya mereka berpelukan.

__ADS_1


Ayah Amar merasa sangat beruntung dikelilingi oleh bidadari-bidadari cantik. mereka adalah kekuatan ayah Amar dan alasan ayah Amar harus selalu bertahan dan mencoba untuk selalu hidup dan tidak gugur saat sedang menjalani tugas negaranya.


Ayah Amar yang melihat kedua anak mantunya sedang tersenyum sambil menyeka air matanya, langsung mengedipkan matanya dan menggerakan matanya sebagai pertanda meminta kedua anak mantunya untuk ikut berpelukan.


Dokter Qais dan abang Adnan pun mengerti dengan kode yang ayah Amar berikan, sehingga mereka berdua ikut berpelukan bersama.


Mereka berharap keluarga mereka akan selalu bahagia dan tetap rukun sampai kapan pun.


Setelah beberapa menit berpelukan m, mereka pun melepaskan pelukannya, dan ayah Amar langsung menyeka air mata bunda, kak Salwa dan Lea tidak lupa memberikan kecupan sayang dikening mereka.


"untuk Adnan dan Qais ingat pesan ayah, ayah titipkan mereka kepada kalian untuk kalian didik dan bimbing serta kalian bahagiakan. Jika suatu saat nanti kalian sudah tidak sanggup untuk mendidik, membimbing serta sudah tidak menyayangi anak-anak ayah ini. Tolong kembalikan mereka kepada ayah secara baik-baik seperti saat kalian meminta mereka kepada ayah. Jika mereka melakukan kesalahan tegurlah namun jangan sekali-kali menyakiti fisiknya, karena ayah dan bunda tidak pernah sekalipun menyakiti fisik mereka. Namun jika mereka tetap nakal tapi kalian masih sayang kepada mereka, bilang lah ke ayah biar ayah yang menegur mereka nantinya". ucap ayah Amar kepada kedua anak mantunya.


"ya ayah, Adnan janji bakal bahagiain bidadari ayah yang satu ini, dan Adnan juga janji sebagai kakak, untuk melindungi Lea juga walaupun Lea hanya adik ipar ku tapi aku selalu menganggapnya seperti adik kecil ku." ucap abang Adnan sambil memeluk kak Salwa

__ADS_1


"Qais juga janji ayah, insyaa alloh akan selalu berusaha untuk membahagiakan Lea dan berusaha untuk tidak menyakiti hati dan fisik Lea. Jika suatu saat ada kesalahan yang tanpa sengaja Qais lakukan ke Lea, jangan sungkan untuk menegur Qais ya ayah". ucap dokter Qais dan diangguki ayah Amar


Setelah acara pamitan yang mengharukan, Lea dan Qais kini sudah berada didalam perjalanan untuk menuju ke kediaman keluarga abi Fajri Hizbullah.


__ADS_2