
Kehilangan merupakan salah satu fase kehidupan, ada cinta ada benci, ada kelahiran dan ada pula kematian.
Manusia merupakan aktor dalam kehidupan. Sang Pencipta lah yang menentukan segala takdir manusia, mulai dari kelahiran, rejeki, jodoh, dan kematian.
Manusia hanya dapat mengubah sedikit alur cerita namun penentu dari semua cerita makhluk hidup di dunia ya hanya Sang Pencipta.
Jika ingin rejeki yang banyak dan baik, maka carilah rejeki itu secara halal walaupun harus menguras banyak keringat, harus banting tulang kesana kesini, maka lakukan lah, karena dengan usaha kerja keras kita dalam mencari rejeki, bila rejeki itu kita dapat maka akan terasa cukup.
Namun bila rejeki itu kita dapat dari hasil berleha-leha dengan merampas hak orang lain, dan bermain curang maka rejeki yang akan di hasilkan adalah haram, sampai kapan pun tak akan pernah merasa cukup, akan terus merasa kurang.
Jodoh, bila kita berusaha menjadi pribadi yang baik, maka kita akan mendapatkan jodoh yang baik. Jika kita baik tapi jodoh kita belum baik maka itu adalah ujian untuk kita sebagai manusia.
Seperti kisah dokter Qais dan Lea, mereka hanya bertemu dua kali, dan saat pertemuan pertama mereka membuat debaran dihati mereka walaupun saat itu mereka sama-sama merasa jengkel.
Tapi karena namanya jodoh jadi ya mereka bisa bersatu dan berusaha untuk selalu belajar saling menerima segala kekurangan dan kelebihan masing-masing karena setiap manusia tidak ada yang sempurna.
Lain lagi kisah dokter Harun dan teh Zahra, saat pertama kali bertemu mereka mulai merasa ada desiran hebat pada hati mereka masing-masing.
Namun karena dokter Harun selalu pakai masker untuk menutupi wajahnya, membuat teh Zahra salah paham dengan lelaki yang memiliki warna mata dan postur tubuh yang sama dengan dokter Harun.
Bahkan kesalahpahaman itu membuat teh Zahra jatuh cinta dengan lelaki itu yang tak lain adalah A' Zhafran. Bahkan mereka sampai memutuskan untuk menikah.
Tapi takdir menghendaki bahwa teh Zahra dengan A' Zhafran, mereka tidak saling berjodoh karena Sang Maha Pemilik Kehidupan, mengambil ruh A' Zhafran tidak lama setelah mengucapkan kalimat ijab qobul.
Kepergian A' Zhafran untuk selamanya merupakan bukti nyata bahwa manusia hanya bisa berencana namun Alloh yang menentukan segalanya.
Setelah kepergian A' Zhafran untuk selamanya membuat teh Zahra terpuruk. Namun dengan kehendak Nya pula, Alloh mengembalikan lagi cinta pertamanya teh Zahra yang sebenarnya.
Dengan kehendak Nya dokter Harun sekarang bisa menikmati segala pengorbanan yang selama ini dokter Harun lakukan untuk saudaranya, dengan memberikan cinta pertamanya itu.
__ADS_1
Dokter Harun dengan segala keikhlasannya selama ini akhirnya membuahkan hasil, cinta yang selama bertahun-tahun dokter pendam dapat dengan mudah ungkapkan kepada teh Zahra yang saat ini telah resmi menjadi istrinya setelah tadi telah melaksanakan proses akad nikah di ruang rawat teh Zahra.
Semua orang yang menyaksikan acara akad nikah itu pun tersenyum haru. Karena melihat sepasang pengantin baru itu terlihat sangat bahagia, setelah banyaknya ujian yang mereka hadapi.
Setelah menerima ucapan selamat dari para anggota keluarga abi Fajri, keluarga abah Umar, keluarga ustad Zein bahkan keluarga dari Lea pun ikut diundang untuk menyaksikan acara akad nikah teh Zahra, mereka kembali asyik mengobrol dan memberikan waktu untuk sepasang pengantin baru itu untuk saling beromantis-romantisan.
" masyaa Alloh, istri Aa' cantik banget, beruntungnya Aa' bisa punya istri cantik kaya kamu" ucap dokter Harun sambil mengelus kepala teh Zahra
"apaan sih A', gombal banget".ucap teh Zahra dengan wajah meronanya
"Aa' nggak gombal sayang, tuh kan kalo pipinya merah kaya gini bkin tambah cantik, bikin Aa' gemessss, pengen nyium" ucap dokter Harun sambil mencubit pelan pipi teh Zahra
"ih Aa' mah, udah ah jangan ngeledek mulu, Aa' nggak lapar?". tanya teh Zahra
" em kalo udah liat kamu Aa' nggak laper ngerasanya kenyang terus, mang kamu laper sayang?" tanya dokter Harun
" iya A' , aku laper, tadi belum sempat sarapan".ucap teh Zahra
"dari kantin rumah sakit boleh A'?". tanya teh Zahra
" boleh kok sayang, ya udah A' beli makanan dulu ya sekalian beli cemilan buat kita semua". ucap dokter Harun.
"Lea, Aa' nitip istri cantik Aa' dulu ya, soalnya mau keluar sebentar nih". ucap dokter Harun
"siap A', istrinya bakal Lea jagain dengan baik, dan nggak akan lecet kok".gurau Lea dan diacungi jempol oleh dokter Harun dan dokter Harun pun keluar untuk mencari makanan
" ish, emang teteh barang apa sampe dititip ke kamu, si Aa' mah sekarang jadi lebay deh".gerutu teh Zahra
"itu tandanya A' Harun sayang banget sama teteh, ih senangnya disayang dan diperhatiin sama suami sendiri". ucap Lea
__ADS_1
"aku juga sayang dan perhatian kok sama kamu sayang". ucap dokter Qais sambil merangkul Lea dan memberikan kecupan dikening Lea.
" iya Aa' itu sayang dan perhatian sama aku, makanya aku juga beruntung punya suami kaya kamu"ucap Lea sambil memeluk dokter Harun dari samping.
"ish, ish, ish kalian bermesraan didepan mata JOMBLO kaya aku ini, kalian sangat tidak BERKEPRIOMBLOAN". Ucap Almeer saat melihat dokter Qais dan Lea berpelukan
"aduh, A' aku lupa kalo disini ada JOMBLO, kasian banget pasti dia iri tuh, nggak bisa kaya gini". ledek Lea sambil mengecup pipi dokter Qais.
"ish beneran deh, Lea kamu tuh ya, bukan prihatin dengan aku, malah makin ngeledek". ucap Almeer
"kamu tuh ya sayang, udah jangan ngeledekin Al terus, nanti dia nangis loh". ledek dokter Qais sambil mengecup kening Lea
" ish nyebelin, teh Zahra tuh si Aa' sama Lea ngeledekin aku terus" adu Almeer kepada teh Zahra sambil duduk disamping teh Zahra dan memeluk teh Zahra.
Tiba-tiba pintu ruang rawat teh Zahra terbuka dan memperlihatkan dokter Harun yang sedang membawa beberapa kantong plastik yang berikan beberapa cemilan dan makanan.
Dan dokter Harun meletakan beberapa cemilan dan makanan itu di hadapan para orang tua yang sedang berbincang.
"hey, anak kecil itu istri aku, kenapa kamu peluk-peluk" ucap dokter Harun sambil melepaskan pelukan Almeer dari tubuh teh Zahra.
"idih mentang-mentang baru halal, udah langsung nggak ngebolehin teh Zahra buat aku peluk, dasar pelit" ucap Almeer sambil mencibikan bibirnya.
"ye biarin aja, pokoknya yang boleh meluk Zahra secara bebas ya cuma Aa' doang, kamu kalo mau peluk harus ijin dulu dan bolehnya cuma lima menit doang, nggak boleh lebih". ucap dokter Harun sambil memeluk teh Zahra
Dan membuat yang mendengarnya hanya tertawa melihat tingkah posesif dokter Harun kepada teh Zahra.
"umma, mereka tega sama aku, masa pelukan didepan aku, kan aku jomblo , umma aku juga mau nikah ya biar bisa peluk-peluk kaya mereka" ucap Almeer sambil memeluk umma Hana
"eh , eh, eh , awas minggir kamu, kenapa peluk-peluk istri abi, dan kamu ya lulus kuliah dulu terus kerja baru deh mikirin nikah". ucap abi Fajri sambil menjewer telinga Almeer
__ADS_1
Membuat semua orang tertawa , setelah aksi meledek Almeer. Abi Fajri lalu mengajak semuanya untuk memakan cemilan dan makanan yang telah disediakan oleh dokter Harun