
Detik berganti menit, menit berganti jam, dan jam berganti hari, hari pun berganti bulan sudah sebulan setelah perjumpaan dokter Qais dengan Azalea di rumahnya, dokter Qais selalu berharap bahwa Azalea akan mampir lagi ke rumahnya namun ternyata sampai sebulan berlalu pun Lea tak pernah main ke rumahnya. Dokter Qais mau bertanya kepada teh Zahra tapi selalu dia urungkan karena gengsi, semua keluarga dan temannya tau bahwa dokter Qais merupakan sosok laki-laki yang cuek kepada wanita jadi kalau sampai dokter Qais menanyakan kabar Lea kepada teh Zahra pasti akan menjadi bahan ledekan keluarganya.
Dilain tempat, wanita yang sedang dipikirkan oleh dokter Qais sedang gembira karena skripsinya telah di Acc oleh dosen pembimbingnya, sehingga seminggu lagi Lea akan menjalani sidang skripsi, dan jika sidang skripsinya berhasil maka Lea akan segera wisuda dan perjuangan yang Lea lakukan selama masa kuliah akan terbayar sudah dan akan terasa sangat memuaskan bagi Lea karena dia mampu kuliah tanpa bayaran karena Lea berhasil mendapatkan full beasiswa bahkan Lea mendapatkan uang tambahan dari pihak kampus.
Setelah dari menyelesaikan urusan di kampus, Lea langsung segera pulang ke rumahnya untuk memberikan kabar gembira ini kepada keluarganya. Dengan mengendarai si pinky, Lea menerobos kemacetan ibu kota dan dalam waktu 45 menit Lea sampai di rumahnya. Senyum manis selalu terpancar diwajah cantik Azalea, setelah mengucapkan salam dan mencium tangan orang tua dan kakaknya, Lea langsung menyampaikan kabar gembira.
"ayah, bunda" ucap Lea sambil memeluk kedua orang tuanya
"makasih buat do'anya sehingga Lea sekarang akan segara lulus kuliah, karena alhamdulillah skripsi Lea sudah di Acc oleh dosen pembimbing Lea dan seminggu lagi Lea akan sidang skripsi, sekali lagi makasih ayah, bunda, Lea sayang kalian". ucap Lea sambil menangis dipelukan orang tuanya.
"masyaa alloh anak bunda, akhirnya kamu akan lulus kuliah juga nak, nggak sia-sia ya nak, kamu begadang selama sebulan ini untuk menyelesaikan skripsi kamu, selamat ya sayang". ucap bunda Hawa sambil berderai air mata lalu mengecup kening putri bungsunya.
" masyaa alloh ayah juga bangga banget nak sama kamu, padahal kamu tidak mau kalau ayah mengeluarkan biaya untuk kuliah kamu, karena kamu selalu ingin kuliah dengan beasiswa agar kamu lebih termotivasi dan tambah semangat belajarnya. Dan sekarang kamu telah membuktikan semua perjuangan kamu dengan yang sebentar lagi akan lulus kuliah". ucap ayah sambil menghapus air mata yang menetes disudut matanya dan memberikan kecupan hangat di kening Lea.
"selamat ya de, kakak ikutan bangga sama kamu, semoga ilmu yang kamu dapatkan bisa kamu implementasikan secara baik ya". ucap kak Salwa sambil tersenyum.
"sini kakak ikutan ayah peluk". ucap ayah sambil merentangkan sebelah tangannya agar kak Salwa masuk ke dalam pelukan hangatnya
"ayah bangga mempunyai kedua putri yang cantik dan berprestasi, semoga kalian selalu bahagia ya nak. Kalian akan selalu menjadi putri kecil ayah sampai kapan pun". ucap ayah Amar
" ya sudah sebagai wujud syukur atas skripsi kamu yang telah di Acc oleh dosen kamu, nanti malam kita akan melakuan acara barberque ya, kamu boleh undang teman-teman kamu". ucap bunda Hawa dengan tersenyum manis
"oce bunda nanti aku mau undang rekan kerja aku dan beberapa teman dekat aku di kampus'. ucap Lea
Setelah pembahasan tentang acara syukuran nanti malam, kakak Salwa meminta tolong kepada Azalea untuk menemani kontrol kandungan di rumah sakit karena suaminya kak Salwa sampai saat ini masih dinas.
__ADS_1
"Lea, anterin kakak kontrol kandungan yuk, kan kamu tau sendiri bang adnan belum pulang dari dinas, mau kan?". ucap kak Salwa dengan menunjukan wajah yang menggemaskan agar Lea mau menemaninya.
"baiklah kakakku yang cantik dan baik hati, adikmu yang cantiknya cetar membahana ini akan mengantarkan kak Salwa ke rumah sakit, lagian aku juga sudah nggak sabar pengen liat ponakan aku ini". ucap Lea sambil mengelus calon ponakannya yang masih berada di dalam perut kak Salwa.
"oce kalau gitu kita siap-siap, kalau sudah rapih kita langsung pergi ke rumah sakit". ucap kak Salwa
Setelah 10 menit mereka siap-siap dan sudah rapih, dengan kak Salwa menggunakan baju gamis berwarna merah maroon dan menggunakan hijab yang senada dengan warna gamisnya, sedangkan Lea menggunakan gamis dan hijab berwarna coklat susu dengan wajah yang hanya menggunakan pelembab wajah dan hanya memakai lip gloss untuk bibir mungilnya karena Lea kurang suka berdandan, Lea hanya akan berdandan jika ada acara-acara penting saja. Lalu mereka pamit dengan kedua orang tuanya.
Motor yang Lea gunakan sudah sampai di parkiran rumah sakit pada pukul 11:30, setelah turun dari motor Lea langsung menggandeng tangan sang kakak dan berjalan ke arah poli kandungan, namun hari ini dokter Aqila tidak masuk karena sedang sakit jadi mau tidak mau kak Salwa harus melakukan kontrol kandungan dengan dokter laki-laki. Dan kak Salwa memutuskan untuk kontrol dengan dokter Qais, jadilah sekarang Lea dan kak Salwa sedang menunggu di depan ruangan yang bertuliskan Qais Assyauqi Sp.OG. Setelah menunggu antrian akhirnya nama kak Salwa dipanggil dan masuk ke ruangan dokter Qais dengan ditemani sang adik.
"assalammualaikum, pagi dok".sapa kak Salwa kepada dokter Qais yang masih sibuk memeriksa catatan kesehatan kak Salwa.
"waalaikumsalam, silakan duduk bu". ucap Qais sambil menegakkan kepalanya, dan dokter Qais dibuat terkejut karena kehadiran gadis yang sudah sebulan ini dia pikirkan.
"lah kamu bukannya adiknya teh Zahra ya?". tanya Lea kepada dokter Qais.
"untuk bu Salwa apa ada masalah selama kehamilan ini?". tanya dokter Qais kepada kak Salwa, ucapan dokter Qais membuat Lea kembali tersadar dari ketersimaannya kepada senyum di wajah tampan dokter Qais
"alhamdulillah tidak dok" jawab kak Salwa
"baiklah kalau tidak ada masalah, silakan ibu Salwa tiduran di atas kasur agar dapat melihat kondisi dede bayinya". ucap dokter Qais kepada kak Salwa
" suster, tolong bantu bu Salwa ya". setelah suster membantu kak Salwa tiduran di atas kasur dan mengoleskan gel di atas perut kak Salwa lalu dokter Qais menempelkan alat usg nya.
"wah anaknya kondisinya sehat ya bu, ini dedenya lagi ngisepin jempolnya, dan berat badannya sesuai dengan usia kandungannya". terang dokter Qais
"emm dok, kalau jenis kelaminnya sudah kelihatan belum ya?". tanya kak Salwa
__ADS_1
"nih sudah terlihat kok bu, coba liat sini, ini ada monasnya, selamat ya bu insyaa alloh calon anak ibu berjenis kelamin laki-laki''.ucap dokter Qais
"wah Lea akan punya ponakan jagoan, yee berarti nanti di rumah akan ada saingan ayah dalam adu ketampanan, soalnya kan kalau abang adnan mah jarang di rumah jadi tetap saja ayah yang paling tampan di antara bunda , kak Salwa dan aku". ucap Lea
"aduh jadi ngga sabar pengen cepet kamu lahir de, jadinya aunty punya mainan baru". lanjut Lea sambil tersenyum dan yang lain hanya dapat geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat Lea yang begitu antusias menanti ponakannya lahir
Setelah selasai diperiksa, kak Salwa dibantu oleh suster untuk turun dari ranjang lalu duduk kembali dihadapan dokter Qais yang sedang memberikan resep vitamin untuk kak Salwa.
"oya dok, aku boleh minta tolong nggak?? tolong sampein ke teh Zahra kalau nanti malam aku undang teh Zahra untuk datang keacara syukuran kecil-kecilan karena skripsi aku udah di Acc". ucap Lea
" boleh nanti saya akan sampaikan ke teh Zahra, kalau boleh tau acaranya jam berapa?". tanya dokter Qais
"acaranya habis isya dok". jawab Lea
"oce nanti saya kasih tau teh Zahra ya, emm jadi cuma teh Zahra nih yang diundang, saya nggak nih?". tanya dokter Qais kepada Lea, dan berharap Lea akan mengajaknya
"lah dokter Qais emang mau ikut? ya kalau mau ikut silakan datang saja nanti malam bareng teh Zahra karena teh Zahra tau kok alamat rumah aku". ucap Lea dan itu membuat dokter Qais senang tapi karena gengsi dokter Qais hanya tersenyum tipis
" oya bu Salwa ini resep vitaminnya ya, terus jaga kesehatan ya bu, bulan depan jangan lupa kontrol lagi". ucap dokter Qais
"ya maksih ya dok, ayo de kita ke kantin rumah sakit dulu soal kakak udah laper nih". ucap kak Salwa berteimakasih kepada dokter Qais sekaligus mengajak Lea untuk makan siang terlebih dahulu.
"ayo kak, aku juga laper nih". ucap Lea
"eh, bareng aja yuk sama saya ke kantinnya kebetulan saya juga sudah selesai praktik sesi pertama soal sudah waktunya istirahat".ajak dokter Qais
"suster, saya duluan ya istirahat kamu juga boleh istirahat kok sus". ucap dokter Qais.
__ADS_1
Dan mereka bertiga pun jalan di lorong rumah sakit untuk menuju ke arah kantin.