
Setalah menyelesaikan urusannya dokter Qais langsung kembali ke rumahnya dan berniat untuk berbicara kepada orang tua, serta teteh dan adiknya. Dokter Qais berharap keluarganya menyetujui keputusan dokter Qais yang sangat mendadak itu.
Ketika sampai rumah pada pukul 17:30 dokter Qais langsung mengucapkan salam ketika masuk rumah dan mencari dimana keberadaan orang tua dan kedua saudaranya, karena ada hal penting yang ingin dokter Qais sampaikan. Setelah menemukan keberadaan orang-orang yang dokter Qais cari dari tadi akhirnya dokter Qais memberi salam dan menyalimi kedua orang tua serta saudaranya. Lalu duduk dan bergabung dengan keluarganya.
" abi, umma ada yang mau Qais sampaikan" ucap Qais dan membuat keluarganya bingung dan menatap ke arah dokter Qais karena wajah dokter Qais nampak sangat serius.
"ada apa nak? kok kayanya kamu serius banget". tanya abi Fajri sambil tetap menatap wajah serius dokter Qais
" bismillahirrahmanirrahim, abi, umma, teh Zahra dan Almeer , aku mau ijin melamar Azalea rekan mengajarnya teh Zahra". ucap Qais
Kalimat yang baru saja terucap dari mulut dokter Qais menimbulkan beragam macam mimik wajah, umma yang terlihat sangat senang karena memang berharap Azalea menjadi menantunya, serta wajah bingung dari abi, teh Zahra dan Almeer. Apalagi teh Zahra yang tidak pernah mendengar dari Azalea kalau wanita itu sedang dekat dengan adiknya karena yang selama ini teh Zahra tau dan dengar dari Lea bahwa dia sedang sibuk dengan skripsinya. Jadi, itulah yang membuat bingung "sejak kapan Lea dan Qais dekat, kok Lea tidak pernah bercerita" , itulah yang sedang dipikirkan oleh teh Zahra.
"alhamdulillah umma senang nak akhirnya Lea akan menjadi menantu umma, karena umma senang sekali dengan sikap dan sifat Lea". ucap umma Hana
"sejak kapan kamu sama Lea dekat Is? kok teteh tidak tau sih". tanya teh Zahra yang penasaran
"Qais nggak pernah ada hubungan sebagai kekasih teh, karena Qais dengan Lea hanya bertemu dua kali, yang pertama saat Lea berkunjung kemari sehabis mengantar teteh pulang dan kedua hari ini, saat Lea mengantarkan kakaknya untuk kontrol kandungan". jelas dokter Qais
"jadi kamu baru dua kali bertemu terus langsung mau melamarnya nak, apa Lea tidak memiliki calon? dan bila memang Lea tidak punya calon/kekasih apakah nanti kamu bakal diterima? karena kamu dan Lea baru dua kali berjumpa, dan apa kamu siap jika ditolak nanti?". cecar abi Fajri kepada Qais
"ya abi kami memang baru ketemu dua kali dan itu pun secara tidak sengaja, tapi selama sebulan setelah pertemuan pertama kami, Qais selalu memikirkan Lea, dan Qais pun tidak mau hal ini akan menjadi dosa untuk Qais karena selalu memikirkan wanita yang belum halal untuk Qais, jadi Qais mau menjadikan Lea sebagai pendamping Qais, ya semoga saja lamaran Qais tidak ditolak oleh Lea". jelas dokter Qais kepada abi dan keluarganya.
__ADS_1
"tapi kalau nanti mereka kaget melihat keluarga kita hadir di rumahnya gimana? atau kalau Lea dan keluarganya ternyata tidak sedang di rumah?" tanya teh Zahra
" kebetulan hari ini teh Zahra dan kita semua diundang oleh Lea untuk datang ke rumahnya karena Lea mengadakan syukuran kecil-kecilan karena skripsinya sudah di Acc dan seminggu lagi Lea akan sidang" jawab Qais
"tapi masa mau lamaran kami belum menyiapkan apa-apa nak" ucap umma Hana
"tenang umma, Qais sudah menyiapkan cincin bahkan perlengkapan seserahan bahkan buah dan kue pun sudah Qais siapkan di mobil jadi nanti tinggal jalan saja ke rumah Lea". ucap dokter Qais sambil tersenyum dan memperlihatkan giginya
"waduh si Aa' sudah prepair banget, padahal ini dadakan loh, udah kaya "tahu bulat digoreng dadakan 500san enak". ucap Almeer yang spontan membuat gelak tawa keluarganya
"ya sudah kalau semuanya sudah siap kapan kita akan ke rumah Lea?" tanya abi Fajri
"insyaa alloh abis sholat isya ya bi,, jadi selesai sholat nanti kita langsung jalan kesana". jawab dokter Qais
setelah masing-masing membawa barang seserahan, mereka pun berbaris dan teh Zahra pun yang ada di samping dokter Qais langsung mengetuk pintu rumah Lea. Dan kebetulan yang membuka pintu rumahnya adalah ayah Amar. Seketika ayah Amar pun dibuat terkejut karena ada banyak orang dan membawa barang-barang seserahan, ayah Amar pikir mereka semua salah alamat karena malam ini di rumah ayah Amar itu mengadakan syukuran atas skripsi Lea yang sudah di Acc sekaligus mendo'akan Lea semoga lancar dalam menghadapi sidang skripsinya bukannya acara melamar, tapi setelah diperhatikan oleh ayah Amar, ayah Amar dibuat bingung kembali karena beberapa orang yang membawa seserahan itu merupakan rekan kerja sang putri bungsu yanh sudah beberapa kali main ke rumah ayah Amar. Melihat keterkejutan diwajah ayah Amar, maka teh Zahra pun memulai pembicaraan
"assalammualaikum om Amar, masih inget dengan Zahra kan?" sapa teh Zahra
"waalaikumsalam Zahra, iya, om masih ingat kok dengan kamu, tapi ngomong-ngomong ini ada apa ya? kok rame-rame kesini bawa barang-barang kaya mau lamaran saja? padahalkan ini acara syukuran Lea" tanya ayah Amar dengan raut wajah bingung
" kenalin om ini orang tua Zahra, ini abi Fajri dan yang ini umma Hana, sedangkan yang ini adik-adiknya Zahra, yang ini namanya Qais dan ini si bungsu Almeer. Untuk jelasnya biar adik saya Qais yang menyampaikan maksud dan tujuannya datang kesini dengan membawa barang-barang ini". tutur teh Zahra sambil memperkenalkan keluarganya
__ADS_1
" assalammualaikum om, perkenalkan saya Qais , saya berniat untuk melamar dan mempersunting anak om yang bernama Azalea Khairunnisa untuk menjadi bidadari dunia dan akhirat saya, serta ibu untuk anak-anak saya kelak, ijinkan saya dapat menanggung semua tanggung jawab yang selama ini om tanggung atas diri Lea, ijinkan saya dapat saling melengkapi satu sama lain, ijinkan saya yang bukan siapa-siapa ini menjadi bagian dalam keluarga om Amar". ucap dokter Qais dengan lembut dan jelas dan membuat mereka yang mendengarnya menjadi terharu.
"baiklah om ijinkan, tapi semuanya kembali lagi kepada keputusan Lea apa dia menerima atau menolaknya, karena om tidak mau memaksa Lea" jelas ayah Amar kepada dokter Qais
"baik om, insyaa alloh saya bakal terima segala keputusan yang Lea berikan kepada saya". jawab Qais namun dokter Qais tetap berdoa dalam hati semoga Lea tidak menolaknya
" ayo mari pak, bu silakan masuk, maaf ya nggak langsung nyuruh masuk karena saya syok melihat kehadiran kalian dengan barang bawaan kalian". ucap ayah Amar
"tidak apa-apa pak, lagian ini memang salah putra kami karena dadakan , saya saja dibuat terkejut karena saat sore hari sampai rumah tiba-tiba bilang kalau malam ini mau ngelamar seorang wanita, maafkan anak saya ya pak" ucap abi Fajri sambil berjalan masuk ke dalam rumah Lea
"iya tidak apa-apa pak, semoga niat baik nak Qais mendapatkan jawaban yang baik ya dari anak saya". ucap ayah Amar sambil menepuk-nepuk pelan pundak abi Fajri
setelah sampai di ruang tamu yang beeada di rumah Lea, ayah Amar langsung mempersilakan meraka duduk, dan ayah Amar langsung memanggil bunda Hana, kak Salwa dan Azalea untuk ke ruang tamu karena ada hal penting yang ingin disampaikan.
"sini Lea duduk samping ayah" ucap ayah Amar sambil meneput kursi kosong yang di sebelahnya
"ada apa yah?". tanya Lea kepada sang ayah tanpa suara hanya bibirnya yang bergerak
"ini loh nak ada niat baik dari laki-laki dari keluarga bapak Fajri yang ingin melamar kamu sebagai istrinya, gimana bersedia tidak?" ucap ayah Amar
"siapa yah, kalau Lea boleh tau?". tanya Lea kepada ayahnya dan dalam hatinya berharap kalau dokter Qais lah yang melamarnya
__ADS_1
"biar laki-laki itu sendiri yang mengatakannya kepada kamu nak" ucap ayah Amar yang masih menyembunyikan siapa yang melamar Lea
"bismillahirrahmanirrahim Azalea Khairunnisa, saya Qais Assyauqi berniat dengan setulus hati untuk meminang kamu sebagai istri saya dan ibu dari anak-anak saya, maaf karena ucapan saya dan kehadiran saya beserta keluarga saya yang telah membuat kamu terkejut, karena saya tidak mau menanggung dosa yang lebih banyak lagi dalam memikirkan kamu terus dalam ingatan saya, memang pertemuan kita hanya terjadi dua kali, bahkan pertemuan pertama kita sangat tidak baik karena saya tanpa sengaja hampir terserempet oleh motor kamu dan membuat kamu marah-marah juga karena saya mengatai kamu seperti petasan banting karena selalu nyerocos tanpa henti, tapi tau kah kamu, setelah pertemuan itu dan selama sebulan kamu tidak pernah terlihat lagi, itu membuat saya selalu memikirkan kamu dan merindukan kamu, maaf karena saya telah lancang untuk merindukan kamu tanpa sepengetahuan kamu dan pertemuan kedua kita yang terjadi tadi siang di rumah sakit, itu yang membuat saya membulatkan tekad untuk melamar kamu walaupun saya tidak tau akan diterima atau ditolak tapi saya tidak mau terjadi zina hati dalam diri saya karena selalu memikirkan mu, jika kamu terima lamaran saya maka saya akan tenang karena saya tidak akan zina hati lagi karena kelak yang saya rindukan dan pikirkan itu adalah halal untuk saya, namun jika kamu menolak lamaran saya, maka saya akan berusaha untuk menghilangkan rasa ini, agar segera terhindar dari zina hati, Azalea Khairunnisa mau kah kamu menjadi pendamping hidupku dalam suka dan duka?". ucap dokter Qais panjang lebar dan membuat semua orang terharu, bahkan keluarganya tak menyangka jika Qais si dokter cuek dengan seorang wanita bisa berbicara seperti ini, dan jangan ditanya gimana respon Lea, bahkan Lea sudah menangis didalam pelukan ayah Amar.