
Masih dengan Lea yang terus ngedumel kepada laki-laki yang ada di depannya, tanpa menyadari kalau tingkahnya membuat sih pria itu hanya mampu menggelengkan kepalanya karena baru kali ini dia berinteraksi dengan cewek yang punya mulut model petasan banting. Teh Zahra pun akhirnya turun dari motor Lea yang dia tumpangi. Dan memukul pelan bahu sang adik.
"maafin Qais ya Lea, yang udah nyebrang nggak hati-hati dan bikin kamu kaget". ucap teh Zahra kepada Lea
"oh namanya Qais, makanya ya bang kalo jalan tuh ya liat-liat jangan maen asal jalan".ucap Lea masih kesal
" lah masa Qais dipanggil abang sih teh sama nih cewek satu, emang dia pikir Qais abang tukang cilok apa". gerutu dokter Qais kepada teh Zahra dan teh Zahra pun hanya cekikikan mendengar gerutuan dokter Qais.
"sudah-sudah Lea jangan panggil Qais abang ya, tapi panggil aja Aa' Qais kalo nggak bisa panggil Aa' dokter". goda teh Zahra kepada dokter Qais dan Lea.
" ya udah yuk Lea mampir dulu ke rumah teteh sekalian makan siang dulu sebelum kamu ke kampus". lanjut teh Zahra mengajak Lea mampir ke rumahnya
Karena tidak enak menolak ajakan teh Zahra, jadinya sekarang Lea mampir ke rumah teh Zahra sambil bersilaturahmi dengan umma Hana. Saat teh Zahra ingin membuka pintu tetapi pintu sudah terlebih dahulu terbuka dari dalam, dan memperlihatkan sosok pria yang tak kalah tampan dari dokter Qais, dan memiliki postur tubuh yang tingginya sama dengan dokter Qais, namun badannya lebih kurus dibanding dokter Qais, siapa lagi kalau bukan Almeer Hizbullah anak bungsu dari abi Fajri dan umma Hana. Saat pintu terbuka lebar, Almeer dikagetkan dengan hadirnya Azalea di depan rumahnya, dan Almeer pun menyapa Lea, padahal Almeer tadinya berniat keluar rumah untuk memanggil Aa' nya untuk makan siang bersama karena ummanya telah selesai masak.
"hai, Lea kok bisa ada disini?".tanya Almeer sambil tersenyum
" ya nih tadi abis nganterin teh Zahra pulang, eh malah disuruh mampir". jawab Lea
"ya udah nggak apa-apa Lea, aku makasih banyak loh udah mau anterin teh Zahra pulang soalnya tadi aku nggak bisa jemput, yaudah yuk masuk kita makan siang bareng kebetulan tadi umma udah kelar masak dan nyuruh aku manggil A' Qais buat ikutan makan siang, eh ternyata kalian udah pada ada di depan pintu". terang Almeer sambil mempersilakan Lea dan yang lain masuk untuk makan siang bersama.
__ADS_1
Saat mendengar ada suara orang yang memasuki ruang makan, umma pun menoleh dan tersenyum saat melihat ternyata ada gadis yang sangat bunda sukai saat pertama kali bertemu, anak gadis yang mukanya cantik alami dan dandanan menutup aurat namun tidak mengurangi keceriaannya, siapa lagi kalau bukan Azalea.
"masyaa allah ada si neng geulis, sini duduk sebelah umma, kita makan siang bareng". ajak umma Hana kepada Lea dengan gembira
"assalammualaikum umma, maaf ya Lea jadi merepotkan nih, padahal cuma nganterin teh Zahra doank eh malah diajak makan siang bareng, kan jadi enak". sapa Lea kepada umma Hana sambil menyalimi tangan umma Hana.
"waalaikumsalam, nggak apa-apa sayang, umma malah seneng jadi rame deh makan siang hari ini, dan kebetulan umma juga masak banyak jadi jangan sungkan ya". ucap umma Hana
" ya elah sok-sok an malu" gumam dokter Qais tapi masih bisa didengar oleh Lea
"ish umma ini beneran anak umma bukan sih ko nyebelin banget ya, beda sama teh Zahra dan Almeer. Jangan-jangan ketuker kali umma di rumah sakit pas umma baru lahiran". ucap Lea
"Qais beneran anak umma ko Lea, tapi ya gitu sifatnya kalau sama orang yang baru dikenal tapi sebenarnya baik ko anaknya malah cocok dengan Lea,sama-sama ganteng dan cantik semoga kalian berjodoh ya". terang umma sekaligus harapan umma semoga Lea bisa jadi mantunya.
"bae-bae nanti kalian beneran jodoh loh Lea". ledek Almeer dan membuat Lea mendelikan matanya ke arah Almeer dan membuat yang lain tertawa kecuali dokter Qais
"sudah yuk kita makan, nanti kamu kan mau ke kampus". ucap teh Zahra
Beberapa menit kemudian setelah selesai dengan makan siangnya Lea pun ijin pamit pulang karena dy mau melakukan bimbingan skripsi di kampusnya. Jadi, dengan berat hati sehabis makan siang Lea harus pamit kepada umma Hana dan yang lain. Lea pun diantar ke depan rumah oleh Almeer karena teh Zahra sedang membantu umma merapihkan dapur. Dari kejauhan dokter Qais melihat interaksi antara Lea dengan si bungsu Almeer yang terlihat sangat akrab dan secara tidak langsung menimbulkan cemburu dihatinya. Sebenarnya dokter Qais mengakui kecantikan yang dimiliki oleh Lea, apalagi dengan menggunakan busana muslim yang menutup semua auratnya namun tidak mengurangi aura kecantikan seorang Azalea dan hanya dengan melihat mata Lea dapat membuat jantung dokter Qais berdetak tidak karuan. Tapi, karena dokter Qais tidak pernah pacaran dan menyukai seorang wanita membuat dia berusaha memungkiri bahwa dokter Qais telah jatuh cinta kepada Lea, gadis cantik, mungil namun kalau ngomong sudah kaya petasan banting selalu nyerocos tiada henti.
__ADS_1
Saking asyik dengan lamunannya, dokter Qais tidak sadar bahwa si bungsu Almeer telah duduk disampingnya sambil memperhatikan Aa' nya yang tengah melamun. Dokter Qais tersadar ketika Almeer menepuk pundak sang kakak itu.
"eh kamu, bikin kaget Aa' aja" kaget dokter Qais
"lah aku bukan ngagetin tapi emangnya Aa' nya aja yang asyik ngelamun, ngelamunin apa sih A' ?". tanya Almeer penasaran
"nggak ngelamunin apa-apa kok, sok tau kamu de". ngeles dokter Qais
" alah Aa' mah pake ngeles segala, aku tau pasti Aa' lagi ngelamunin Lea kan?". goda Almeer kepada dokter Qais sambil mengedipkan matanya
" idih ngapain mikirin dia, udah ah Aa' mau balik ke klinik aja". ucap dokter Qais sambil berjalan keluar rumah
Dilain tempat ada Lea yang sedang memikirkan perkataan umma Hana, yang secara tidak langsung berharap kalau Lea dan dokter Qais bisa berjodoh.
"ish masa iya sih aku harus berjodoh dengan cowok cuek, nyebelin bin ngeselin kaya dokter Qais, yang ada nanti bukan romantis-romantisan eh malah perang piring gara-gara ngadepin sikap dan sifat tuh dokter yang bikin ngelus dada mulu. Apa stok sabar aku bakal cukup ngadepin suami yang kaya dokter Qais ini ya". ucap Lea sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuknya namummn beberapa saat kemudian dia tersadar dengan apa yang diucapkannya , Lea pun langsung memukul pelan kepalanya agar pikiran aneh itu tidak ada di otaknya.
" eh tapi kan dokter Qais ganteng, tapi y semoga saja kalau jodoh aku sama dia, semoga sifat dia ngga kaya gitu lagi, jadi suami yang bucin sama istrinya" ucap Lea sambil senyum-senyum sendiri
__ADS_1
" ah sudahlah ngapa aku jadi ngelantur gini, mendingan aku bimbingan skripsi aja deh dari apa mikirin yang nggak-nggak".
Dan Azalea pun melanjutkan perjalanan menuju ruang dosen pembimbingnya, dan berharap tidak ada skripsi lagi yang direvisi agar cepat sidang dan wisuda.