Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
kebun strawberi


__ADS_3

Keluarga abi Fajri, keluarga ayah Amar, dan keluarga abah Umar, mereka telah sampai tempat wisata tersebut.


Saat ini mereka sedang menikmati pemandangan kebun strawberi, dan mereka bersiap-siap untuk memetik buah berwarna merah yang memiliki cita rasa asam dan manis itu.


Dokter Qais dengan setia mendampingi istrinya yang sedang sibuk memetik buah strawberi yang sudah bisa dipanen.


Sesekali Lea menyuapi dokter Qais dengan buah strawberi itu. Saat menyuapi dokter Qais Lea tidak berhenti tertawa karena merasa lucu dengan wajah suaminya itu, yang merasakan masamnya buah itu.


Dokter Qais sebenarnya kurang suka buah yang asam, namun demi membahagiakan istrinya, dokter Qais rela menerima suapan buah strawberi itu.


Dibelakang dokter Qais ada Almeer yang sudah mentertawakan dokter Qais, karena Almeer tau dokter Qais kurang suka buah yang asam.


Tapi Almeer salut dengan kakaknya itu, yang rela menahan rasa asam demi menuruti permintaan istrinya.


"de, stop buat ketawain Aa' atau Aa' stop jatah uang jajan kamu". ucap dokter Qais yang sebal karena ditertawai oleh Almeer


"maaf A' , abis aku lucu sama Aa', udah tau kurang suka buah asam tapi tetap aja dimakan". ucap Almeer sambil menahan agar tidak tertawa lagi.


"iya karena apapun yang bisa membuat Lea bahagia ya bakal Aa' lakuin walaupun Aa' suka atau tidak, yang penting istri Aa' bisa bahagia terus dekat Aa' ". ucap dokter Qais sambil mengelus kepala Lea.


Lea yang sedang memilih-milih strawberi untuk dipetik, akhirnya menghentikan aktifitasnya lalu bangkit dari posisi jongkoknya.


Dan tangannya terulur kearah wajah dokter Qais, lalu membelai wajah tampan suaminya itu.


"makasih sayang, udah bersedia ngelakuin apa aja buat aku, aku bahagia bisa jadi istri kamu, terus seperti ini ya jangan pernah berubah, i love you A".ucap Lea sambil mengelus pipi dokter Qais dan lalu memberikan kecupan di pipi suaminya.


"etdah, umma, abi, tolongin anakmu ini,mata Al udah disuci lagi nih, gara-gara A' Qais dan Lea yang melakukan adegan romantis didepan aku yang masih polos ini". teriak Almeer dan membuat yang laen tertawa.


"lagian kamu Al ngiri aja sama mereka, kalau kamu mau kaya mereka ya kamu nikah aja gih". saut Zahwa.

__ADS_1


"emang kamu nggak iri Wa? cuma kita berdua loh yang jomblo". ucap Almeer


"nggak tuh biasa aja, aku jomblo juga karena pilihan aku emang maunya nanti tiba-tiba ada yang lamar aku, dan nikahin aku, ya nanti juga kalau sudah nikah bisa mersa-mesraan kaya mereka cuma itu juga kalau dapat pasangan yang romantis tapi kalau dapat yang cuek ya udah nasib". ucap Zahwa sambil tertawa.


"Wa, kamu kan jomblo nah aku kan juga jomblo, gimana kalau kita nikah yuk biar nggak jomblo lagi". ucap Almeer dan mendapat jeweran dari dokter Qais


"ampun A' ,ampun, emang salah aku apa coba". ucap Almeer sambil berusaha melepaskan jeweran yang diberikan oleh dokter Qais


" ya lagian kamu nih, masih kuliah aja mikirin nikah, mau kasih makan apa istri kamu nanti". ucap dokter Qais sambil melepas tangannya dari telinga Almeer


"iya, kamu juga Al masa ngajak nikah orang nggak romantis banget, ngajak nikah udah kaya orang ngajak maen ke mall, santuy banget kamu". ucap Lea sambil geleng-geleng


"iya apa salah nya coba, masih kuliah tapi nikah, dan untuk kerjaan aku udah kerja tau baru 6bulan sih dan jabatannya juga masih biasa belum yang nangani kasus besar, tapi ya udah mampu lah buat nafkahin anak orang, ya Zahwa mau ya nikah sama aku" ucap Almeer sambil mengedipkan sebelah matanya


" haduh kamu ya Al, masa ngajak nikah kaya gitu, kalau ngajak nikah tuh temuin orang tua aku, minta restunya". timpal Zahwa


"benar ya, kalau aku lamar ke abah dan umi kamu, nanti kamu terima aku, kalian jadi saksinya semuanya". ucap Almeer


"yaudah kalau mau di romantisin nanti ya, aku siapin semuanya". ucap Almeer


"tau ah suka-suka kamu lah". ucap Zahwa sambil menjauh dari Almeer


Disisi lain ada teh Zahra yang hanya mampu tertawa melihat tingkah adiknya itu.


"Almeer udah kaya kamu aja A' ngajak cewek nikah pake dadakan". ucap teh Zahra


" iya itu namanya cowok, keliatannya doang kaya nggak serius tapi lama-lama pasti terlihat bahwa mereka serius banget sama pasangannya". ucap dokter Harun


"iya semoga kalau memang benar Almeer tertarik dengan Zahwa, semoga Zahwa itu adalah jodohnya Almeer ya, jadi bisa tambah mempererat hubungan keluarga kita nantinya". ucap teh Zahra

__ADS_1


"udah yuk sayang, kita tunggu mereka di restoran aja, soalnya kalau disini kelamaan, aku takut kamu nanti kelelahan dan luka kamu itu jadi sakit lagi". ucap dokter Harun sambil terus menuntun teh Zahra.


" iya A', ini juga sudah banyak kok strawberinya. Ya udah kita tunggu mereka saja sambil pesan menu makanan ya, aku soalnya udah nggak sabar mau nyobain makanan dari strawberi ini. pasti segar banget". ucap teh Zahra


Akhirnya mereka berdua berjalan menuju restoran menyusul kak Salwa dan abang Adnan yang sudah terlebih dahulu duduk di restoran itu sambil menikmati pemandangan perkebunan strawberi dari balik dinding kaca di restoran itu.


Dan dokter Harun tidak pernah lepas menggenggam tangan dari teh Zahra, Bahkan dokter Harun menuntun teh Zahra dengan sangat hati-hati.


Setelah puas dengan acara memetik buah strawberi dari pohonnya langsung, mereka langsung menuju restoran serba olahan strawberi itu.


Setelah selesai menikmati hidangan, mereka mulai berbincang hangat.


Dan tak terasa waktu sudah menujukkan siang hari. Keluarga abi Fajri dan keluarga ayah Amar menutuskan untuk pamit pulang kembali ke Jakarta


" kalian di Bandung cuma sampai hari ini? tidak berniat nambah liburannya?" tanya abah Umar kepada dokter Harun


"nggak abah, maafin Harun ya karena besok sudah harus bekerja lagi, tapi Harun dan Zahra janji jika libur kerja dan tidak ada halangan maka kami akan berkunjung kerumah kalian". ucap dokter Harun


"iya sudah abah mengerti ko, semoga kamu nggak akan lupain kami ya, dan ingat kami pasti akan rindu kamu jadi tetaplah terus jaga komunikasi kalian dengan kami ya nak".ucap abah Umar


"tenang abah, kami akan selalu ingat abah dan umi kok, kami akan usahakan sering ke bandung untuk menginap di rumah abah, dan abah, umi dan Zahwa kalau rindu sama aku kalian bisa menginap si rumah aku" ucap dokter Harun sambil merangkul pundak umi dan abah


"dan Zahwa, Aa' titip abah dan umi ya tolong jaga mereka bila ada sesuatu jangan sungkan hubungi Aa' ". ucap dokter Harun


"oce A' , aku pasti jaga abah dan umi kok, jadi semua serahin aja ke aku, Aa' juga jangan lupa telepon Zahwa ya, jangan mentang-mentang punya istri lupa sama adenya". ucap Zahwa sambil merangkul lengan dokter Harun.


"mana mungkin Aa' lupa telepon kamu, kamu kan adik Aa' yang paling cerewet, kalau Aa' telat telepon aja pasti kamu bakal kirim pesan terus ke nomer telepon Aa' ". ucap dokter Harun.


"umma, saya titip Harun ya, kalau dia melakukan salah tolong ditegur saja, dan untuk Zahra, umi titip Harun ya, tolong sayangi dia dengan tulus, dan ingatkan dia supaya jaga kesehatan. Karena Harun sering lupa makan kalau sudah fokus kerja". ucap umi dengan wajah sedih

__ADS_1


"sudah ya jangan sedih umiku, aku akan jaga kesehatan kok buat kalian yang udah tulus sayang sama aku." ucap dokter Harun sambil memeluk erat umi Nisa


Setelah acara berpamitan dengan keluarga abah Umar, mereka pun melajukan kendaraannya menuju Jakarta.


__ADS_2