
Rasa khawatir menyelimuti hati abi Fajri, umma Hana dan Almeer, sehingga setelah dihubungi oleh dokter Qais bahwa teh Zahra kecelakaan, mereka langsung memutuskan menuju Bandung dengan menggunakan pesawat agar lebih cepat sampai.
Beberapa jam kemudian abi Fajri, umma Hana dan Almeer telah sampai di rumah sakit tempat teh Zahra dirawat. Mereka berjalan menuju ruang rawat teh Zahra.
Setelah sampai didepan ruang rawat teh Zahra, keluarga abi Fajri disambut oleh abah Umar, umi Nisa, Zahwa, ustad Zein dan Kyai.
Akhirnya mereka semua memasuki ruang rawat teh Zahra. teh Zahra yang melihat abi dan ummanya berjalan mendekat lalu tersenyum, abi Fajri dan umma Hana langsung mencium kening teh Zahra.
"kenapa bisa begini sayang? tanya umma Hana
"ini karena teteh kurang hati-hati umma, maaf ya sudah buat kalian khawatir". ucap teh Zahra sambil menunduk
"lain kali lebih hati-hati ya nak". ucap abi Fajri sambil
"teteh berhasil bikin aku hampir jantungan deh, kaget tau aku, baru mau jalan ke kampus udah dibikin kaget gara-gara umma nangis, dan bilang kalau teteh kecelakaan. coba ceritain gimana kejadiaannya, aku penasaran nih". ucap Almeer
Akhirnya teh Zahra menceritakan apa yang terjadi kepada keluarganya.
"oh begitu ceritanya, jadi kamu sudah menyadari perasaan kamu ke Harun, dan saat mau bilang ke Harun soal perasaan kamu, malah terjadi kesalahpahaman yang menyebabkan kamu menyebrang jalan tidak hati-hati akhirnya kecelakaan. Alhamdulillahnya kamu dan si pengendara motor itu tidak apa-apa, lain kali walaupun kamu bersedih atau buru-buru tetap hati-hati ya sayang, umma nggak mau liat anak-anak umma celaka, bikin hati umma sedih". ucap umma Hana sambil mengelus kepala teh Zahra
"oya terus kenapa bisa memutuskan nikah besok, kenapa dadakan sekali? oya ini berkas-berkas yang diperlukan, siapa yang akan mengurusnya?" tanya abi Fajri.
__ADS_1
"ya maaf om, saya terkesan sangat dadakan sekali, tapi niat saya hanya ingin merawat Zahra secara langsung, dan dengan cara menikah saya bebas untuk merawat Zahra tanpa takut dosa. Dan lagi pula kan segala sesuatu hal yang baik harus disegerakan, apalagi nikah ya akan abah?" ucap dokter Harun sambil melirik abah Umar.
"iya nak, tapi nggak dadakan juga kali, abah aja sampai kaget kamu bilang mau nikah besok dan untuk berkas-berkas yang akan mengurus ke KUA nanti biar asisten saya yang ngurusin semuanya". ucap abah Umar sambil menepuk pundak Harun sedikit kencang
"hehehehe ampun abah, ya abis aku kan udah hayang kawin win win, hayang kawin" ucap dokter Harun membuat semua geleng-geleng kepala sambil tersenyum sedangkan teh Zahra hanya menunduk menahan malu.
"iya nih Aa' Harun udah kaya A' Qais aja dadakan. A' Qais dadakan lamaran, nah A' Harun dadakan nikah, nah nanti aku dadakan punya anak deh". ucap Almer
"hayo berani kamu dadakan punya anak, umma potong-potong tuh pisang kamu, biar nyaho kamu". ucap umma Hana sambil menjewer Almeer dan membuat yang lain tertawa
"ampun umma, anak umma yang ganteng, sholeh, baik hati, tidak sombong tapi masih jomblo ini, nggak akan dadakan punya anak ko, jadi umma yang cantik tolong lepasin ya jewerannya". ucap Almeer.
Malampun tiba, umma Hana, umi Nisa, Zahwa dan Lea sedang menyiapkan makan malam untuk mereka makan bersama, sebelum mereka akan kembali ke hotel dan yang akan menemani teh Zahra adalah Almeer.
Beruntungnya dari awal dokter Harun mendengar percakapan teh Zahra dengan Lea waktu itu, yang menyatakan bahwa teh Zahra siap untuk membuka hatinya untuk pria yang mampu membuatnya jatuh cinta kembali Dokter Harun langsung menyiapkan mas kawin yang kelak akan diberikan kepada teh Zahra
Dan sekarang mas kawin yang sudah disiapkan oleh dokter Harun sejak lama akhirnya akan dia berikan kepada wanita yang sejak dulu mengisi hatinya.
Makan malam sudah selesai, mereka pun memutuskan untuk undur diri, dokter Harun dan keluarga abah Umar akan pulang ke rumah abah Umar, sedangkan dokter Qais dan Lea akan kembali ke hotel yang sudah mereka pesan dari awal, sedangkan abi Fajri dan umma Hana akan menyewa hotel yang ada di dekat sini serta akan menyewakan hotel untuk dokter Harun dan teh Zahra untuk esok hari menginap setelah teh Zahra keluar dari rumah sakit di sore hari.
Karena tadi saat dokter visit untuk mengecek kondisi teh Zahra,dokter itu menyampaikan bahwa jika kondisi jaitan pada luka teh Zahra sudah tidak sakit lagi maka ketika dokter besok kembali visit maka teh Zahra diperbolehkan pulang.
__ADS_1
Sekarang teh Zahra sebelum mengantuk teh Zahra mengajak Almeer untuk berbincang-bincang terlebih dahulu.
"dek, makasih ya udah mau nemenin teteh". ucap teh Zahra
" apaan sih teh, lebay deh, aku kan adenya teteh jadi udah sewajarnya dong aku jaga dan lindungi teteh, walaupun nanti teteh udah nikah sama A' Harun juga, aku bakal tetap ada buat teteh kapan pun teteh butuh, dan sebisa mungkin aku tetap jagain teteh". ucap Almeer
"makasih ya adek ku sayang, beruntung banget teteh punya adik-adik kaya kamu dan Qais, adik yang sayang banget sama teteh". ucap teh Zahra sambil mengelus tangan Almeer yang sedang menggenggam tangannya.
"ada yang kurang teh, teteh beruntung punya adik kaya aku dan A' Qais selain baik tapi kami tampan, jadi teteh harus terus bersyukur karena dikelilingi oleh pria tampan". ucap Almeer sambil menaik turunkan alisnya.
"ih baru dipuji dikit langsung deh melayang, semoga nanti kalo kamu punya pasangan bisa kuat ya ngadepin kenarsisan kamu ini". ucap teh Zahra sambil geleng-geleng
"aku bukan narsis teh, tapi ngomong sesuai fakta, andai aja aku berminat untuk pacaran pasti pacar aku udah banyak teh, tapi karena aku hanya ingin pacaran setelah menikah ya jadi aku masih aja jomblo deh". ucap Almeer
"iya deh, iya kamu memang ganteng, tapi tetap gantengan calon suami teteh". ucap teh Zahra.
"cie cie yang sekarang udah punya calon suami, jadi yang dibilang paling ganteng mah pasti sang pujaan hati, yang laen mah dibilang jelek". ledek Almeer.
Masih banyak lagi pembicaraan yang dilakukan oleh teh Zahra dan Almeer, sampai akhirnya teh Zahra mengantuk dan tertidur duluan.
Almeer lalu menyelimuti teh Zahra, dan mengecup kening teh Zahra, dan menatap wajah teh Zahra yang sekarang mulai terlihat bahagia sesungguhnya bukan hanya pura-pura bahagia yang teh Zahra tunjukan selama tiga tahun belakangan ini.
__ADS_1
"semoga ini awal dari kebahagiaan teteh yang sesungguhnya ya, setelah menghadapi ujian yang sangat berat, karena nggak semua orang akan sanggup untuk seperti dikondisi teteh yang dulu, ditinggal selamanya saat setelah akad nikah, semoga A' Harun benar-benar bisa membahagiakan teteh ya, adek sayang teteh, dan akan terus lindungi teteh sekuat tenaga aku". ucap Almeer dan mulai ikut menyusul teh Zahra ke alam mimpi.