Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
ungkapan cinta


__ADS_3

Waktu pun telah berlalu, sehabis melaksanakan sholat dzuhur mereka bersiap-siap pulang ke rumah.


Karena teh Zahra tidak mau menunggu hingga sore hari sehingga meminta kepada suaminya untuk ijin kepada dokter agar bisa segera keluar rumah sakit.


Dan akhirnya dokter Harun meminta tolong kepada dokter jaga untuk mengecek kondisi teh Zahra, dan teh Zahra lalu diperbolehkan untuk pulang.


Setelah mengurus administrasi, teh Zahra beserta para keluarganya sekarang keluar dari rumah sakit namun sebelum kembali ke rumah atau hotel masing-masing tempat mereka menginap.


Dokter Harun mengajak semua keluarganya untuk singgah di restoran, karena dokter Harun ingin mentraktir keluarganya sebagai ucapan syukur atas pernikahan dokter Harun dan teh Zahra.


Sampai di restoran tersebut sudah tersedia banyak makan yang telah dipesan oleh dokter Harun saat masih berada di rumah sakit.


"sebelumnya Harun ingin mengucapkan terima kasih ya buat semuanya yang udah meluangkan waktu untuk hadir di acara akad nikah Harun dengan Zahra, dan sebagai rasa syukur atas kelancaran akad nikah tadi, Harun ingin mentraktir kalian semua, dan Harun mohon do'a selalu ya untuk kebahagiaan rumah tangga Harun dengan Zahra, doa kan kami agar segera diberi momongan". ucap dokter Harun dan di amini oleh semua orang


"ya semoga keluarga kalian sakinnah, abi harap kepada kalian berempat jika suatu saat ada masalah tolong kalian selesaikan baik-baik, jangan terlalu percaya dengan omongan orang lain, harus saling percaya dengan pasangan masing-masing, kami sebagai orang tua tidak akan ikut campur kehidupan rumah tangga kalian, tapi jika kalian butuh pendapat kami, maka kami akan dengan senang hati mendengarkan dan memberikan masukan, namun sebulum kalian menceritakan masalah kalian kepada kami, usahakan terlebih dahulu kalian selesaikan masalah kalian bersama pasangan kalian" .ucap abi Fajri dan disetujui oleh para orang tua.


Mereka makan siang dengan penuh canda tawa sehingga menciptakan rasa kekeluargaan yang begitu hangat.


Acara makan siang bersama telah usai, sekarang mereka telah berada dalam perjalan pulang ada yang kembali ke hotel dan ada yang kembali ke rumahnya.


Teh Zahra bersama dokter Harun, abi Fajri, umma Hana dan Almeer berada dalam satu mobil menuju ke hotel yang terletak tidak jauh dari rumah sakit tempat teh Zahra di rawat.


Setelah sampai di hotel, mereka memutuskan langsung masuk ke kamar masing-masing.

__ADS_1


Saat ini pasangan yang baru tadi pagi mengucapkan ijab qobul, sedang dilandan rasa gugup, karena baru kali ini mereka berada dalam satu ruangan bersama dan hanya berdua saja.


Mereka sama-sama bingung memulai berbicara dari mana sehingga mereka berdua masih sama-sama duduk bersebelahan di ujung tempat tidur.


Setelah dokter Harun berhasil mengatasi dan mengurangi rasa gugupnya. Dokter Harun memberanikan diri untuk menggenggam tangan teh Zahra.


"dek, makasih ya sudah mau jadi istri aku, makasih udah mau sayang sama aku, aku akan berusaha buat kamu bahagia, bila nanti aku membuat kamu kecewa tolong tegur aku, biar aku bisa perbaiki diri aku". ucap dokter Harun sambil terus menggenggam tangan teh Zahra dan sesekali mengecup tangan teh Zahra


"ya A' , makasih juga ya sudah sayang sama aku, tolong jangan pernah bosan bimbing aku untuk menjadi istri yang baik buat Aa' dan jika aku berbuat salah tegur aku dengan lemah lembut jangan bentak aku ya, karena aku tidak pernah dikasari atau dibentak-bentak cukup tegur secara halus insyaa alloh aku juga akan paham". ucap teh Zahra


"iya dek, kita sama saling belajar untuk saling mengerti ya, dan jangan lupa komunikasi, kejujuran itu adalah faktor penting dalam berumah tangga, i love my first love". ucap dokter Harun sambil mengecup kening teh Zahra


"i love you suamiku, pria bermasker ku yang telah membuat hati ini berdesir untuk pertama kalinya". ucap teh Zahra sambil mencium pipi dokter Harun


Sedangkan dilain tempat sepasang muda mudi sedang berbincang sambil berpelukan di atas kasur.


"de, kalau kamu hamil, kamu sudah siap kan? tanya dokter Qais


"insyaa alloh siap A', ya walaupun masih sedikit khawatir apa aku bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti". ucap Lea sambil menenggelamkan wajahnya didada.


"menjadi orang tua itu walau ada kelas parenting tetap saja tidak terlalu menjamin kita menjadi bisa seperti yang kita pelajari, karena setiap anak itu berbeda-beda dan cara yang lebih efektif itu, dengan kita mengenali karakter anak kita nantinya, dan dari sana kita dapat belajar secara langsung, karena setiap anak memiliki karakter berbeda jadi kita akan terus selalu belajar menjadi orang tua yang baik sampai anak kita besar nanti. Maka kita harus dekat dengan anak kita agar lebih mengetahui karakternya, sesibuk apapun kita, usahakan anak tetap dalam didikan kita dan jangan lupa awasi pergaulan anak, sekiranya ada lingkungan kurang baik sebaiknya dijauhkan dari anak. Pokoknya kamu jangan khawatir ya sayang, Aa' akan selalu membantu kamu, jangan pernah merasa sendiri ya dalam mendidik dan membesarkan anak kita nanti".ucap dokter Qais


"iya A', aku bahagia jadi istri kamu, istri dari dokter yang cuek dan nyebelin kaya kamu". ucap Lea sambil tertawa

__ADS_1


"oh jadi aku dibilang cuek dan nyebelin nih, awas ya kamu, aku hukum kamu nih". ucap dokter Qais sambil mengelitiki pinggang Lea


"ampun A', ampun, ya deh sekarang Aa' udah nggak cuek dan nyebelin kok, kalau sekarang mah udah perhatian, nyenengin, udah the best deh pokoknya Aa' yang sekarang ini, jangan pernah berubah ya Aa' sayang, i love you". ucap Lea sambil menangkup wajah dokter Qais dan memberikan kiss dibibir suaminya


"i love you sayangku". balas dokter Qais


Selanjutnya terjadilah olah raga yang menguras tenaga namun membahagiakan bagi dokter Qais dan Lea.


Mereka berharap dapat segera diberikan kepercayaan untuk memiliki keturunan.


Mereka berharap sekuat apapun cobaan yang nanti akan menimpa biduk rumah tangga mereka, dapat mereka atasi bersama.


Karena tak selamanya rumah tangga itu akan bahagia pasti ada saja kerikil kecil yang menghadang mereka dalam berjalan menuju ridho Nya.


Dan sekarang adalah waktunya mereka untuk saling memperkuat cinta mereka satu sama lain, agar kelak jika sedang menghadapi sebuah kerikil kecil maupun batu besar, mereka mampu menghadapinya dengan kekuatan cinta mereka.


Bukan mengutamakan ego mereka, karena setan akan merasa senang jika sudah berhasil merusak sebuah rumah tangga.


Oleh karena itu perkuatlah iman dan perkuatlah ikatan cinta satu sama lain, jangan gengsi dalam mengungkapkan sebuah kata cinta.


Karena ungkapan kata cinta juga sangat dibutuhkan dalam berumah tangga, dan jangan segan untuk memperlakukan pasangan kita sebagai raja atau ratu dalam hati kita.


Kita akan menjadi raja atau ratu disaat kita tepat memilih pasangan. Memilih pasangan pun harus tetap selalu melibatkan Sang Pencipta, jangan lelah untuk berdoa kepada Nya agar mempersatukan kita dengan jodoh yang tepat untuk kita, agar bisa sama-sama menuju ke surga Nya.

__ADS_1


__ADS_2