Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
disini jomblo dirumah jomblo


__ADS_3

Keesokan harinya, dikediaman keluarga abi Fajri setelah mereka melakukan sholat subuh berjama'ah, mereka langsung kembali menuju kamar masing-masing untuk bersiap-siap berangkat bekerja.


Di dalam kamar dokter Qais dan Lea, dua sejoli itu sedang berpelukan diatas kasur, mereka sama-sama sedang menyalurkan rasa sayang mereka sebelum nanti seharian tidak bertemu karena aktifitas masing-masing.


"hah, bakal rindu nih Aa' sama istri cantik Aa' ". ucap dokter Qais


"iya A' ,aku juga bakal rindu, lebay ya kita padahal pisah sebentar doang, nanti juga pas kamu pulang kerja pasti ketemu".ucap Lea


"soalnya kan sehabis menikah selama seminggu ini Aa' nggak pernah jauh dari kamu, eh hari ini karena kerja jadi harus terpisah beberapa jam dari kamu". ucap dokter Qais sambil mengecup kening Lea


"ya udah yuk, kita siap-siap berangkat kerja". ajak Lea kepada dokter Qais


"iya tapi kiss dulu dong" ucap dokter Qais dan Lea pun menuruti maunya dokter Qais.


Lalu mereka pun bersiap-siap, dokter Qais memakai pakaian yang telah disediakan oleh Lea, sedangkan Lea sedang di depan cermin sedang memakai jilbabnya dan memakai sedikit bedak pada wajahnya serta lipglos untuk bibirnya.


"masyaa alloh, cantiknya istri Aa', untuk kamu yang ngeliatin anak-anak kecil, coba kalau kamu kerja kantoran terus diliatin sama cowok-cowok, pasti Aa' cemburu dan nggak ngijinin kamu keluar rumah". ucap dokter Qais sambil memeluk Lea dari belakang.


"paan sih A', orang aku aja cuma pake bedak tipis biar nggak buluk-buluk banget". ucap Lea


"kamu tuh nggak pake bedak tetap aja cantik"ucap dokter Qais sambil membalikan badan Lea lalu mencium keningnya.


"udah yuk, kita makan aja, kasian yang lain pasti nunggu kita". ucap Lea


Dan dokter Qais dan Lea berjalan berdampingan menuju meja makan.


Disisi lain yaitu di dalam kamar dokter Harun dan teh Zahra, terlihat dokter Harun yang telaten sedang mengobati luka-luka yang ada ditubuh teh Zahra menggunakan salep.


"udah A', biar aku aja yang obatin sendiri, Aa' mending siap-siap aja gih". ucap teh Zahra


"udah diem dek, semalam kamu kan udah ngelayanin aku dengan baik, nah sekarang gantian aku yang ngelayanin kamu".ucap dokter Harun sambil mengedipkan matanya


"ish si Aa' , nggak usah bahas yang semalam apa, malu tau".ucap teh Zahra dengan pipi yang merona.


"idih, imutnya istri aku ini kalo lagi merona, bikin pengen ngekepin kamu aja dikamar". ucap dokter Harun sambil memeluk teh Zahra

__ADS_1


"apaan sih, udah ah sini aku obatin sendiri aja"ucap teh Zahra sambil mau merebut salep yang berada ditangan dokter Harun.


"ih, nggak boleh, ini biar Aa' yang ngobatin, masa wanita lain Aa obatin tapi istri sendiri nggak diobatin". ucap dokter Harun


Setelah selesai memberikan salep, dokter Harun memastikan kembali ke teh Zahra apa tetap akan bekerja atau istirahat saja di rumah.


"kamu yakin dek, mau tetap kerja? nggak mau cuti lagi dulu sampai jaitannya benar-benar sembuh". tanya dokter Harun


"aku tetap kerja A', kamu tenang aja ya , aku nggak akan cape-cape kok, kan cuma ngajar doang, nanti kalo yang ngawasin anak-anak bermain biar teman aku aja". ucap teh Zahra meyakinkan dokter Harun.


"ya udah deh, tapi nanti kalo kamu pulang kabarin ya biar Aa' jemput kamu, sekalian jemput Lea, Aa' hari ini jadwal praktek di klinik kok jadi bisa jemput kamu". ucap dokter Harun dan diangguki oleh teh Zahra.


Dokter Harun dan teh Zahra setelah rapih langsung menuju ruang makan.


Keluarga abi Fajri sarapan dengan penuh kehangatan. Bahkan ketiga pasangan itu tak malu untuk menunjukkan sikap romantisnya didepan yang lain.


Abi Fajri yang sedang mengelap sudut bibir umma yang ada sedikit sisa makanan, dokter Qais yang sedang minta disuapi oleh Lea, sedangkan dokter Harun yang telaten menyuapi teh Zahra.


Sedangkan Almeer sebagai penonton adegan romantis itu.


"dirumah jomblo, diluar jomblo, dimana-mana aku selalu jomblo, la la lala lala". nyanyi Almeer


"ish umma, emangnya aku anak kecil apa disuapin segala". ucap Almeer sambil melirik dokter Qais dan teh Zahra.


"iri? bilang bos" ucap kompak dokter Qais dan teh Zahra


Membuat semua orang tertawa sedangkan Almeer hanya mencebikkan bibirnya.


"kalian itu selalu deh tidak berkepriJOMBLOAN banget sih". protes Almeer.


"ya udah kamu nikahin aja tuh si Zahwa, kemarin pas di kebun strawberi kan kamu bilang mau ajak nikah Zahwa". ucap dokter Qais.


'emang boleh bi, umma kalo aku nikahin Zahwa?"tanya Almeer dengan wajah penasaran


"kalo abi sih tergantung kamu sudah siap belum membina rumah tangga, kalo sudah siap ya silakan nikahi wanita mana pun yang penting akhlaknya baik". ucap abi Fajri.

__ADS_1


"iya umma juga setuju aja kok, apalagi Zahwa juga anaknya baik,umma juga sudah dekat dengan Zahwa". ucap umma Hana.


"terus kalo A' Harun setuju nggak kalo adenya aku nikahin?". ucap Almeer dengan penuh semangat.


"kalo Aa' mah yang penting ade Aa' bahagia pasti Aa' akan restuin, karena walaupun Zahwa hanya ade sepupu Aa' tapi Aa' sudah anggap dia sebagai ade kandung Aa' jadi kalo sampai ada yang nyakitin Zahwa ya berarti harus berhadapan dengan Aa' ". ucap dokter Harun.


"jadi Aa' setuju nih?" tanya Almeer


"ya Aa' mah setuju-setuju aja, tapi ya tergantung Zahwanya mau atau tidak dan tergantung abah dan umi setuju atau tidak". ucap dokter Harun


"Alhamdulillah kalo dari keluarga ini setuju berarti tinggal lamar ke abah dan uminya Zahwa dong". ucap Almeer


"abi lamarin Zahwa dong". ucap Almeer


"ini anak minta nikah udah kaya minta beli cilok, ya sabar lah nanti Harun tolong tanyain ke abah kamu, apa tidak masalah kalo Zahwa masih kuliah tapi sudah nikah, kalo tidak masalah ya baru kita sekeluarga kesana". ucap abi Fajri


"iya bener yang abi bilang, sekarang kita serahin ke A' Harun, semoga aja diperbolehkan". ucap dokter Qais.


"ini si Al ngatain A' Qais lamaran dadakan , ngatain A' Harun nikah dadakan, lah kamu sendiri ngebet banget pengen nikah dan minta dilamarin dadakan pula, dasar nggak nyadar diri nih".batin Lea sambil geleng-geleng kepala


"ini kalo beneran Almeer direstuin sama abah Umar lucu juga ya, masa anak abi tiga ,tiganya nikah di bulan yang sama" batin Zahra sambil tersenyum


Dokter Qais dan dokter Harun yang melihat tingkah aneh dari istri mereka pun menjadi penasaran.


"kamu kenapa sayang?" tanya dokter Qais dan Lea hanya geleng-geleng kepalanya sambil tersenyum


" kamu kenapa dek? kok sennyum-senyum gitu" tanya dokter Harun.


"nggak apa-apa ko cuma lucu aja kalo beneran Al nikah bulan ini juga berarti ketiga anak abi nikah di bulan yang sama". ucap teh Zahra dan membuat yang lain tertawa


"iya teh kalo perlu teteh nanti resepsi nikahannya barengan Almeer aja, biar Al yang ngeluarin uang, teteh dan A'Harun cuma nebeng aja". ucap Lea.


"wah bener juga kata Lea tuh, jadi uang kita bisa buat kita tabung dek".timpal dokter Harun


"wah , wah ,wah nggak bisa gitu dong, itu mah untung dikalian tapi buntung di aku" protes Almeer.

__ADS_1


"sudah-sudah kalian berangkat gih nanti telat loh" lerai umma Hana


Dan kelima anak muda itu berpamitan dengan abi Fajri dan umma Hana.


__ADS_2