Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
resepsi teh Zahra dan dokter Harun


__ADS_3

Seminggu sudah usia pernikahan dokter Harun dan teh Zahra, mereka sedang menikmati manisnya jalinan kisah kasih yang selama bertahun-tahun mereka harus mengalami hati yang hancur.


Namun, saat mereka telah dipersatukan, maka hati mereka berdua kembali menjadi bersemi.


Seperti saat ini mereka sedang mengadakan resepsi pernikahan mereka sesuai dengan rencana awal setelah seminggu mengadakan akd nikah di rumah sakit. Maka hari ini mereka melaksanakan resepsi pernikahan di halaman kediaman keluarga abi Fajri.


Terlihat banyak sekali tamu yang hadir di sana hanya untuk mengucapkan selamat dan doa untuk pengantin baru itu.


Dokter Qais terlihat gagah menggunakan taxedo hitam. sedangkan teh Zahra memakai gaun hitam yang berpadu dengan manik berwarna gold dan jilban berwana senada dan hiasan yang sangat cocok dengan gaya teh Zahra yang memang selalu anggun.


Bahkan banyak dari rekan kerja dokter Harun yang memuji kecantikan teh Zahra. Dan orang itu berkata bahwa dokter Harun dengan teh Zahra sangat serasi.


Setelah kurang lebih tiga jam mereka menyambut para tamu yang menghadiri resepsi pernikahan dokter Harun dan teh Zahra. Saat ini suasana halaman tempat resepsi itu terlihat sepi dan hanya tinggal keluarga dan beberapa kerabat dekat saja.


Dokter Harun mengajak teh Zahra untuk ikut bergabung dengan keluarga yang sedang menyantap hidangan yang sudah tersedia untuk keluarga.


"ayo dek, kita makan dulu, kamu pasti lapar dan lelah kan, kaki kamu sakit atau pegal nggak sayang?". ucap dokter Harun sambil tangan sebelah kiri memegang pinggang teh Zahra dan tangan sebelah kanan menggenggam tangan kanan teh Zahra.


"iya A', aku lapar, haus dan pegal nih, sama kayak Aa', pasti Aa' juga ngerasain yang aku rasain kan?". ucap teh Zahra.


"iya sayang sedikit tapi lebih banyak senengnya karena sekarang semua orang tau kalo kamu sudah ada yang punya. Dan penantian Aa' selama ini benar-benar terwujud, alhamdulillah banget deh nggak bisa diungkapkan saking senangnya". ucap dokter Harun sambil tersenyum.


"iya A' makasih atas semuanya ya, semoga kita selalu bahagia dan semoga kita segera diberikan momongan ya". ucap teh Zahra dan diamini oleh dokter Harun.

__ADS_1


Karena memang dokter Harun sudah tidak sabar ingin memiliki momongan yang menjadi pelengkap dalam rumah tangganya.


Namun dokter Harun tidak mau memaksa, hanya mampu berdoa dan berusaha semoga disegerakan. Dokter Harun tidak mau menuntut kepada teh Zahra karena takut akan menjadi beban pikiran teh Zahra.


"Aduh, aduh pengantin baru mah selalu begitu ya romantis banget, jalan aja pake pegang pinggang dan pegangan tangan, padahal dari pelaminan kesini nggak jauh tapi tetap aja pegangan nggak mau lepas". ledek Almeer


"paan sih kamu de". ucap teh Zahra merona karena diledek oleh Almeer


"ye si JOMBLO iri aja, noh ada abah Umar, sana bilang buat nikahin Zahwa sama kamu, biar nggak iri lagi kalo liat orang gandengan, Aa' udah bilang sama abah, kata abah, kamu sendiri yang harus ngomong langsung". ucap dokter Harun


"wah benaran tuh abah Umar bilang gitu, oke deh siapa takut nanti aku bakal ngomong sama abah, tapi ajak abi juga ah biar kalo gugup bisa dibantuin abi".ucap Almeer


"eh bocah tengil kaya kamu bisa gugup juga toh, aku pikir kalo bocah tengil macam kamu ini nggak pernah ngerasa gugup". ledek Lea


" ya kan aku juga manusia loh, masa iya nggak ada rasa gugup, aduh punya kakak ipar satu ini bisanya ngeledek mulu dah ah. Rasanya pengen aku jitak nih anak satu". ucap Almeer


"ups lupa aku kalo ada bodyguardnya disini, jadi nggak bisa macem-macem, Ampun A' tenang nggak bakal aku jitak tapi kalo aku peluk boleh nggak A'?". ucap Almeer sambil mengedipkan matanya dan meledek dokter Qais yang terlihat bucin dengan Lea.


"wah nih anak ngajak gelud ya, jitak Lea aja bakal Aa' bejek kamu, apalagi kamu berani meluk Lea beuh Aa' masukin kandang buaya kamu, mau?" ucap dokter Qais


"woles A' , woles oke, iya aku nggak macem-macem kok sama cewek lain kecuali nanti sama istri aku, baru aku bakal macem-macem". ucap Almeer dan membuat yang lain hanya geleng-geleng kepala.


"dasar bocil, belum nikah aja udah bilang mau macam-macamin istri, kaya ngerti aja kamu". ledek dokter Harun.

__ADS_1


"ngerti dong A', aku kan udah dewasa tau bukan anak-anak. Tapi anak-anak jaman sekarang aja udah ngerti macam-macam kok, masa aku kalah sama mereka. ya walaupun aku ngerti macam-mcam itu apa tapi aku nggak pernah aneh-aneh kok sama cewek". ucap Almeer.


"iya berani kamu macam-macam sebelum waktunya bakal teteh sunat kamu". ucap teh Zahra sambil jarinya bergerak seperti gunting


"ish ampun teh jangan dong, itu harta berharga aku, jangan diapa-apain ya, aku jamin aku tuh nggak pernah aneh-aneh kok". ucap Almeer


"udah yuk teteh sama Aa' makan aja, nggak usah ladenin jomblo yang itu".ucap Lea sambil menggandeng teh Zahra untuk duduk di meja yang sudah disediakan makanan.


"lah si Lea mah gitu kan kalo ngomong suka bener banget, untung kakak ipar coba kalo bukan beuh udah aku piting kamu". gerutu Almeer dan masih dapat didengar dokter Qais dan dokter Harun.


"wah sini kamu, Aa' piting kamu duluan". ucap dokter Qais sambil memiting pelan leher Almeer


"ampun A' , ampun, ya nggak kok A' aku kan nggak lakuin ke Lea , ampun ya, oke kita damai ya". ucap Almeer sambil menyengir.


Dan dokter Harun tertawa melihat tingkah Almeer dan dokter Qais. Lalu dokter Harun menjitak pelan kepala Almeer.


"aduh kok A' Harun ikutan sih, ampun A', kalian curang nih keroyokan mainnya". ucap Almeer.


Dan dokter Qais dan dokter Harun tertawa dan bertos ria, karena senang menjahili Almeer yang merupakan anak yang tengil.


Namun, mereka sangat sayang satu sama lain, karena mereka dapat saling melengkapi dan dapat saling bersenda gurau tanpa takut ada yang merasa tersinggung karena sudah paham dengan sifat masing-masing.


Mereka juga akan berusaha untuk saling menjaga satu sama lain. Dan saling mendukung apabila ada yang butuh bantuan satu sama lain.

__ADS_1


Mereka hanya ingin menjadi keluarga besar yang saling menyayangi dan melindungi sehingga mampu membuat para orang tua bahagia karena melihat anak-anaknya akur dan saling menyayangi.


Karena kebahagian orang tua selain mempunyai anak yang sholeh dan sholehah, juga sukses , para orang tua juga berharap agar anak-anaknya saling menyayangi satu sama lain tidak ada keributan antara saudara.


__ADS_2