
Saat ini ketiganya sedang berjalan menuju kantin rumah sakit, Azalea berjalan sambil menggandeng tangan sang kakak sedangkan dokter Qais berjalan di belakang para wanita itu sambil memperhatikan Lea dari belakang.
Walaupun dokter Qais masih menunjukan sikap cueknya namun dalam hatinya bersorak gembira karena bisa lebih dekat dengan Lea.
Saat sudah sampai di kantin dokter Qais memesankan makanan untuk Lea dan kak Salwa, sedangkan kedua wanita itu mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka bertiga.
Saat sedang asyik berbincang dengan kak Salwa, dari kejauhan Lea melihat dokter Qais berjalan kearahnya dengan membawa nampan berisikan makanan untuk mereka bertiga. Dan saat sudah tiba di depan meja dokter Qais memberikan makanan kepada Lea dan kak Salwa sesuai yang telah mereka inginkan.
"terima kasih ya dokter, jadi merepotkan dokter deh". ucap kak Salwa yang merasa tidak enak dengan dokter Qais
"tidak apa kok kak, oya jangan panggil dokter ya kan lagi tidak jam praktek, panggil aja Qais". jawab Qais
"baiklah Qais, ayo kita makan habis itu sholat dzuhur dulu ya de, biar jalan pulangnya enak sudah tenang karena sudah sholat". ucap kak Salwa kepada Qais dan Lea
"oce kak, ayo mari makan A' Qais" ucap Lea dan membuat Qais senang
Mereka pun mulai memakan makanan mereka masing-masing. Saat sedang asyik makan datang lah dokter Syahreza hendak ikut bergabung, karena dari kejauhan dokter Syahreza sudah melihat dokter Qais sedang makan bersama orang lain dan saat itu dokter Syahreza tidak tau kalau itu adalah Azalea guru dari Shanum putrinya.
"hai Qais, boleh saya ikut bergabung dengan kalian" ucap dokter Syahreza kepada Qais
"silakan bang reza gabung saja kebetulan kami juga belum kelar makannya". ucap dokter Qais
__ADS_1
Saat sedang duduk dokter Syahreza melihat kearah seberang tempat duduknya, dan kaget karena yang sedang duduk berhadapan dengan dokter Qais adalah Azalea guru Shanum sekaligus wanita yang membuatnya merasakan jatuh cinta kembali setelah kepergian mendiang istrinya.
"siang bu Lea, kok bisa ada disini?". sapa dokter Syahreza kepada Lea
"eh ada papanya Shanum, kerja disini juga ya? iya saya abis nganterin kakak saya periksa kandungannya dengan dokter Qais". jelas Lea kepada dokter Syahreza
"kalian saling kenal?". tanya dokter Qais karena melihat interaksi antara Lea dan dokter Syahreza
" ya kenal, karena bu Lea ini guru yang mengajar Shanum sekaligus guru kesayangan Shanum karena tiap pulang sekolah Shanum selalu menceritakan kegiatan sekolahnya dan tak lupa menceritakan tentang bu Lea yang baik banget dan Shanum merasa memiliki seorang ibu dan berharap bisa memiliki ibu sepeeti bu Lea" terang dokter Syahreza dan dokter Qais bisa menangkap bahwa dokter Syahreza tertarik bahkan mencintai Lea karena terlihat dari binar matanya saat bicara tentang Lea
"ah, papanya Shanum bisa aja, saya memang sayang dengan semua murid saya kok, ya sudah silakan lanjut makan lagi". terang Lea karena merasa canggung mendengar ucapan dokter Syahreza
Mereka pun melanjutkan makan, tapi dokter Qais sudah kehilangan selera makannya namun dokter Qais tetap menampilkan wajah biasa saja lain dengan hatinya yang terbakar oleh api cemburu. Makan siang pun telah usai, karena sebentar lagi adzan dzuhur dokter Qais mengajak mereka untuk sholat dzuhur di masjid rumah sakit.
"A' Qais jangan lupa ya bilangin ke teh Zahra kalau nanti ke rumah, ajak umma dan yang lain juga nggak apa-apa kok A' ".ucap Lea
"ya nanti Aa' sampein ke teh Zahra dan Aa' ajak umma,abi dan Almeer y de" ucap spontan memanggil Lea dengan kata "de".
Hal itu membuat Lea menunduk karena pipinya merona dan jantungnya berdetak lebih kencang, dan membuat kak Salwa tersenyum karena kak Salwa merasakan bahwa dokter Qais dan Lea saling menyukai.
"ya udah ya A' , Lea tunggu ya di rumah" ucap Lea dengan senyum manis
__ADS_1
"assalammualaikum Qais" ucap kak Salwa
"assalammualaikum A' " ucap Lea sambil melambaikan tangan
Lea berjalan kearah parkiran dengan terus tersenyum dan malu karena digodain oleh kak Salwa, sedangkan dokter Qais berjalan ke arah ruangannya dengan hati gembira dan berharap ini awal yang baik untuk hubungan dokter Qais dengan Lea dan berharap kalau Lea memang jodohnya yang selama ini dokter Qais tunggu. Walaupun Lea sosok wanita yang petakilan tapi mampu membuat dokter Qais nyaman saat di dekatnya.
Setelah sampai di rumah Lea langsung memberitahukan kepada bunda Hawa, kalau Lea sudah memberitahu kepada rekan kerjanya bahwa nanti malam akan mengadakan acara di rumahnya, dan untuk teman kampusnya mereka meminta membuat acaranya setelah wisuda saja. Jadi, malam ini acaranya untuk rekan kerja serta keluarga dokter Qais jika mereka berkenan hadir.
Dilain tempat dokter Qais kedatangan dokter Syahreza yang masuk ke dalam ruangan dokter Qais setelah tadi mengetuk pintu. dokter Syahreza berniat sebelum pulang ke rumahnya ingin menanyai tentang Azalea karena selama beberapa kali menjemput Shanum di sekolahnya, dokter syahreza tidak banyak berbicara dengan Azalea.
"hai, saya ganggu kamu nggak nih Is?? tanya dokter Syahreza kepada Qais
" nggak kok bang ini saya baru siap-siap mau pulang kok, ada apa bang?" tanya Qais
"emm gimana ya ngomongnya?🤔 saya mau tanya-tanya tentang Azalea ke kamu, kayak kalian sudah mengenal lama soalnya terlihat akrab sekali" ucap dokter Syahreza kepada dokter Qais
"saya mengenal Lea hanya sebatas dia teman mengajar teteh saya saja bang". ucap dokter Qais
"tapi kalo abang berfikiran saya keliatan akrab mungkin karena emang Azaleanya yang mampu mendekatkan dirinya ke siapa saja karena kan dia seorang guru jadi mudah bersosialisasi". ucap dokter Qais karena memang benar dokter Qais baru dua kali bertemu dengan Lea tapi dokter Qais sendiri bingung kenapa dokter Qais mudah akrab dengan Lea padahal pertemuan pertama mereka kurang menyenangkan
" oh begitu ya, kirain saya kamu tau banyak tentang Azalea, ya udah maaf y Is saya udah mengganggu waktu kamu, mau jalan ke parkiran bareng nggak Is?" ajak dokter Syahreza
__ADS_1
"ayo boleh bang". jawab dokter Qais
Dokter Qais dan dokter Syahreza saling berpamitan setelah sampai dikendaraannya masing-masing. Sepanjang jalan dokter Qais selalu kepikiran dengan ucapan dokter Syahreza sepertinya dokter Syahreza menyukai Azalea dan dokter Qais tidak bisa tinggal diam begitu saja, dokter Qais akan membicarakan semua ini kepada keluarganya. Dan dokter Qais akan pergi kesuatu tempat terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya.