
Tak henti kalimat syukur selalu keluar dari bibir sepasang orang tua baru itu, bagaimana tidak mereka bersyukur, karena rejeki ternikmat yang diberikan kepada mereka dari sang Pencipta, yaitu kesehatan baby triples yang kini dinyatakan mereka sehat dan boleh dibawa pulang.
Padahal kondisi baby A dan baby C sebelumnya masih sangat butuh penanganan namun kuasa dari sang Pencipta yang membuat kondisi baby A dan baby C tiba-tiba berangsur membaik bahkan sudah diperbolehkan untuk pulang.
Kini baby A tengah dalam gendongan umma Hana, baby B dalam gendongan bunda Hawa sedangkan baby C dalam gendongan abi Fajri sedangkan dokter Qais dan ayah Amar mereka sama-sama menuntun Azalea yang dimana bagi kedua pria itu Azalea merupakan separuh hidup mereka.
Karena memang bagi ayah Amar ketiga bidadarinya adalah separuh hidupnya, karena jika ketiga bidadarinya itu terluka sedikit saja maka akan membuat ayah Amar seperti orang yang kehilangan nikmatnya bernafas dengan gratis.
Ayah Amar rela melakukan apa saja demi melindungi bidadarinya itu, bahkan sampai kasus Azalea dengan bu Dewi yang mana dia itu orang tua kandung dari Firman dan Fahira, meski ayah Amar berusaha memaafkan dan mengikhlaskan semua yang telah dialami oleh Lea. Namun, ayah Amar tetap membawa bu Dewi ke ranah hukum atas segala perbuatannya yang telah menyakiti Azalea, princess kecilnya ayah Amar yang akan tetap menjadi princess kecilnya walaupun saat ini Lea telah dewasa dan bahkan sudah memiliki tiga anak.
Lea begitu bahagia melihat wajah bahagia dari wajah orang tuanya dan mertuanya yang tak henti mengajak berbicara, menjaili, dan menciumi baby yang berada digendongan mereka masing-masing.
Sedangkan Lea, sesekali mendapatkan kecupan di kepalanya secara bergantian dari dua pria yang berada disebelah kanan dan kirinya.
Mobil yang dikemudikan oleh dokter Qais kini melaju menuju kekediaman abi Fajri, padahal niat awalnya dokter Qais sebelum ada kejadian Lea terjatuh dan membuat harus melahirkan lebih cepat dari waktu perkiraan lahirnya dan bahkan menyebabkan Lea menjadi koma beberapa hari, dokter Qais berniat membawa Lea dan ketiga babynya untuk tinggal di rumah baru mereka yang telah disiapkan oleh dokter Qais.
Namun, karena kejadian ini dokter Qais memutuskan untuk tetap tinggal di kediaman abi Fajri saja sampai anak-anaknya berusia balita agar Lea juga ada yang membantunya dalam mengurus ketiga buah hatinya.
Penjagaan di kediaman abi Fajri juga diperketat, tamu yang tak di kenal akan masuk setelah para penghuni di rumah itu mengenalinya melalui cctv, dan tamu yang datang juga harus dengan alasan yang jelas.
__ADS_1
Sesampainya kendaraan yang di kendarai oleh dokter Qais, lalu dengan perlahan semua yang berada didalam mobil itu turun secara bergantian.
Dengan sangat hati-hati dokter Qais menuntun Lea untuk masuk ke dalam rumah, sedangkan ayah Amar kini sudah berjalan beriringan dengan bunda Hawa yang sedang menggendong baby B.
Melihat kedatangan Lea, lalu dokter Harun, teh Zahra, kak Salwa, abang Adnan, Almeer, Zahwa, Firman dan Fahira langsung berteriak ucapan selamat datang dengan membawa bunga dan balon yang akan mereka berikan kepada Lea dan baby triples.
"ibun, Fafa kangen". rengek Fahira lalu memeluk kaki Lea
"sama ibun juga kangen sama kak Fafa dan abang Firman". Lea mengelus kepala Fahira dan Firman dengan penuh sayang.
"kamu duduk dulu ya sayang, pasti kamu lelah dan jahitan kamu pasti masih agak nyeri, ayo kak Fafa ajak ibun duduk ya". ucap dokter Qais.
Mereke bersenda gurau bersama, dan tak jarang mereka tertawa karena melihat tingkah baby Zhafran dan baby Salman. Serta mereka sesekali menjahili baby triples yang kini tetap anteng dalam tidurnya walau dijahili.
"iya dong, mereka itu gemesin banget, siapa dulu dong ibunnya, ibun Lea yang paling cantik dan gemesin sepanjang masa jadi wajar kalau baby triples juga gemesin". gurau Lea sambil cekikikan sedangkan yang lain hanya tersenyum.
" tapi ini baby A hampir mirip ya sama Aa ya de". ucap Almeer ke arah Zahwa lalu Zahwa memperhatikan dengan detail wajah baby A.
"lah iya, hampir mirip sama kamu sih A' kok bisa ya?". heran Zahwa karena melihat adanya sedikit kemiripan baby A dengan suaminya
__ADS_1
" iya lah pasti agak mirip sama si ade, gimana nggak mau mirip soalnya kan Lea pas ngidam bawaannya selalu mau nyusahin Almeer, nah mungkin sebagai bentuk rasa terima kasih karena udah nyusahin selama dalam kandungan ngebuat salah satu dari mereka mirip kamu Al". seru dokter Harun sambil tersenyum karena mengingat bagaimana dulu Almeer yang ikut kelimpungan menuruti ngidam dari Lea
"hehehehe iya, teteh juga jadi ingat muka kesel dan bingung kamu waktu pas Lea ngidam, wah berarti kamu beruntung de, anak kamu punya ponakan yang mirip sama kamu wajahnya". timpal teh Zahra
" iya lah berarti baby A dia beruntung bisa mirip dengan wajah tampan dari daddy Almeer yang paling tampan di kediaman abi Fajri ini". canda Almeer membuat yang lain pura-pura muntah sedangkan para orang tua hanya menggelengkan kepalanya
"daddy, daddy kan tampan ya, boleh nggak teraktir Fafa es krim sama pizza, udah lama nggak makan itu, daddy kan katanya tampan jadi mau ya jajanin Fafa". ucap Fafa dengan wajah imutnya berharap mendapat traktiran dari daddy Almeer nya.
"wah, ini bocah udah mulai bisa malakin daddy nya ya, oke lah karena daddy nya ini tampan dan baik hati yuk kita beli apa yang Fafa pengen, abang Firman mau ikut nggak?". seru Almeer sambil mengajak Firman
"nggak, makasih daddy tawarannya, abang disini aja mau bantuin ibun dan ayah jagain baby triples". tolak halus Firman
"abang nggak apa-apa kalo mau ikut, kan ada ayah dan yang lain, yang akan bantuin baby triples". ucap dokter Qais
"iya bener kata ayah, abang ikut aja ya sama daddy Almeer sekalian palakin yang banyak daddy Almeernya ya, jangan cuma beli es krim dan pizza ya tapi minta beli makanan yang lainnya juga ya". sambung Lea agar Firman mau ikut dengan Almeer
"heh, ini emak-emak ya ngajarin anaknya pinter banget sih suruh malakin daddy nya". gerutu Almeer
"kali-kali loh, ingat nggak boleh pelit nanti kuburannya sempit". celetuk Lea sambil menyengir
__ADS_1
"udah, udah sana Abang Firman dan kakak Fafa ikut sama daddy Almeer gih, nih abang tambahin duitnya beli yang banyak biar cukup buat kita semua". lerai dokter Qais sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna merah kepada Almeer.
Akhirnya Almeer, Zahwa, Firman dan Fahira pergi untuk membeli makanan buat mereka semua. Sedangkan yang lain melanjutkan kembali obrolan mereka dengan penuh canda tawa