
Setelah acara barbequean selesai dan rekan kerja Lae pun sudah berpamitan pulang, sekarang tinggal keluarga Lea dan keluarga dokter Qais yang sedang berkumpul di ruang tamu. Dan mereka pun membicarakan langkah selanjutnya tentang hubungan Lea dan dokter Qais setelah acara lamaran tadi telah terlaksana.
Dokter Qais menyampaikan bahwa dokter Qais tidak ingin acara pernikahan dengan acara lamarannya terlalu jauh karena takut menimbulkan dosa, jadi dokter Qais berharap pernikahannya bisa terlaksanakan dengan segera. Dan semua keinginan dokter Qais pun disetuju oleh orang tua Lea dan orang tua dokter Qais.
"em tapi A' setelah Lea melakukan sidang skripsi maka satu bulan setelahnya Lea akan diwisuda, jadi gimana dong nggak bisa bulan depan soalnya pas banget Lea wisuda". jawab Lea memberitahukan kalau tanggal pernikahan yang di tetapkan berbenturan dengan jadwal wisudanya
" Apa ade nggak keberatan kalau pernikahan kita dilaksanakan setelah dua minggu ade sidang skripsi? yaitu bertepatan dengan seminggu sebelum ade wisuda, jadi kurang lebih tiga minggu lagi kita akan menikah, dan saat ade nanti di wisuda Aa' jadi bisa hadir sebagai suami ade, bagaimana ade setuju tidak?". tanya dokter Qais dengan penuh kelembutan kepada Lea
" ya sudah Lea setuju A' dengan keputusan Aa' ". jawab Lea
" ya sudah berarti nanti pernikahan kalian insyaa alloh akan terlaksana tiga minggu lagi ya". ucap abi Fajri
"tapi kalian mau diadakan dimana acara pernikahan kalian? di rumah Lea apa di gedung?" lanjut tanya abi Fajri
" sejujurnya kalau Lea dari dulu pengennya ngadain akad nikahnya di masjid Istiqlal, dan untuk resepsi ya terserah Aa' Qais aja mau dimana". jawab Lea sambil melirik dokter Qais
" gimana kalau acaranya kita sewa halaman masjid, nah akad nikah mulainya pagi jam 9an, terus resepsinya mulai ba'da dzuhur sampai sebelum ashar, bagaimana ada yang keberatan tidak?". terang dokter Qais
"baik ayah setuju dengan saran dari Qais, berarti mulai besok kalian harus sudah ke masjid Istiqlal untuk bertemu dengan pengurus masjid apa boleh kalian menyewa lahan sebentar, terus jangan lupa dengan mencari tempat cetak undangan, gaun penganti dan makeup pengantinya, catering yang akan kalian gunakan atau kalian ingin menggunakan jasa WO, jadi tinggal terima beres". ucap ayah Amar
"sepertinya saran pak Amar benar, kalian menggunakan jasa WO saja jadi kalau kalian sibuk ada tim WO yang menanganinya". ucap umma Hana yang menyetujui saran ayah Amar, dan disetujui pula oleh abi Fajri dan bunda Hawa
" ya abi, umma , ayah dan bunda, kami akan mengikuti saran kalian agar menggunakan jasa WO, apalagi Qais tidak mau Lea jadi terbebani karena Lea harus fokus untuk sidang skripsinya terlebih dahulu, dan Qais takutnya juga bentrok dengan jadwal praktek Qais di rumah sakit, gimana de kamu juga setuju kan kalau kita menggunakan jasa WO?" tanya Qais kepada Lea dan mendapatkan anggukan kepala dari Lea menandakan bahwa Lea setuju
"ya sudah berarti pernikahan akan diadakan tiga minggu lagi dan menggunakan jasa WO serta tempat pelaksanaan pernikahannya di masjid Istiqlal ya" ucap abi Fajri dan disetujui oleh yang lain
"kalau begitu kami pulang ya pak Amar soalnya sudah malam, takut besok pada telat bangun".lanjut abi Fajri berpamitan pulang dan di iya kan oleh ayah Amar
Setelah sampai di pintu depan keluarga dokter Qais berjabat tangan dengan calon besannya, dan dokter Qais menyalimi calon mertua dan calon kakak iparnya. Lalu saat di hadapan Lea dokter Qais berbicara kepada Lea agar Lea mengetik nomor ponselnya di HP Qais, karena mereka belum mengetahui nomor ponsel pasangannya satu sama lain.
" de, Aa' pamit pulang ya, besok pagi ade ngajar kan?" .ucap dokter Qais dan diangguki oleh Lea
__ADS_1
" ya sudah besok Aa' jemput ya sekalian nanti nganter teh Zahra, jadi kita tidak hanya berdua di dalam mobil, nggak apa-apa kan de?" tanya dokter Qais kepada Lea
" iya nggak apa-apa kok A' , aku juga takutnya malah jadi dosa kalau kita berduaan saja" ucap Lea
" Aa' pulang ya de, assalammualaikum semuanya". pamit Qais
" hati-hati ya dijalan". ucap keluarga Lea
" hati-hati dijalan ya calon suami". gumam Lea di dalam hati sambil tersenyum
Setelah keluarga Qais pulang, Lea dan keluarganya mulai mengistirahatkan diri di kamar masing-masing. Malam ini adalah malam yang terindah bagi Lea.
Keesokan harinya dokter Qais setelah rapih, dokter Qais pun berjalan menuju ruang makan untuk sarapan bersama dengan keluarganya, di ruang makan semua keluarganya sudah berkumpul dan berbincang hangat sambil menunggu kehadiran dokter Qais.
" widih si Aa' meni kasep pisan euy, emm wangi parfumnya dari jarak 5 meter juga udah pasti kecium nih, beuh pokoknya Aa' hari ini tampilannya beda banget dah ah nggak kaya biasanya, sekarang mah ketara kaya ABG baru jatuh cinta, ya nggak teh?". ledek Almeer saat melihat Qais
" ya nih ade teteh yang satu ini, hari ini auranya beda banget aura calon pengantin ya". ledek teh Zahra pula
" sudah-sudah jangan gitu sama Qais, Qais tampilannya kayak biasa aja kok sama kaya kemarin, cuma sekarang yang berubah itu cara bicara Qais yang jadi manis banget kalo ke Lea". ledek umma Hana dan membuat dokter Qais memanyunkan bibirnya karena berharap ummanya membela eh ternyata ikut meledek.
" iya sekarang tuh Qais yang ada dari cuek jadi bucin" ledek abi Fajri dan sukses membuat yang lain mentertawakan dokter Qais dan membuat dokter Qais menunduk menahan malu.
"ah kalian mah gitu banget ma Qais, udah ah Qais mau sarapan dulu abis itu jemput Lea takut telat". ucap dokter Qais
"teteh ikut bareng Qais kan berangkat ngajarnya?". lanjut Qais kepada tetehnya
" ya teteh bareng kamu, kan kalian belum boleh berdua-duan jadi teteh sekarang bakal buntutin kalian terus kalau lagi berduaan sampai kalian sah". ucap teh Zahra
"ya udah ayo sarapan dulu baru pada berangkat" ucap umma sambil menuangkan makanan ke piring abi Fajri
Sedangkan di rumah Lea, Lea sudah terlihat sangat cantik dengan gamis dan hijab berwana pastel, keceriaan Lea meningkat menjadi dua kali lipat dari biasanya, sambil menuruni anak tangga rumahnya Lea pun terus bersenandung, sampai di ruang makan Lea langsung menghadiahkan ciuman dipipi untuk ayah,bunda dan kak Salwa, hal yang dilakukan Lea hanya dapat membuat keluarga geleng-geleng kepala, tapi mereka bahagia, karena Lea terlihat tampak bahagia sekali setelah menerima lamaran dadakan dari dokter Qais.
__ADS_1
Setelah keluarga Lea sarapan, mereka pun berbincang-bincang terlebih dahulu di ruang tamu sambil menunggu kedatangan dokter Qais yang akan mengantarkan Lea mengajar.
"wah sekarang mah, si ade udah nggak minta dianterin sama ayah lagi nih bun". ledek ayah Amar
" iya lah si ade mah pasti udah bosen itu kalo ayah yang nganterin jadi karena udah ada dokter Qais jadi ayah bye bye, dan si pinky aja motor kesayangan Lea bisa jadi di musium kan tuh". ledek bunda Hawa
"ish nggak gitu kok ayah, ish bunda mah ngeledek mulu, nih ya, ayah dengerin Lea, walaupun Lea kelak akan menikah dengan dokter Qais, tapi Lea nggak bakal lah lupain ayah, apalagi ayah itu cinta pertamanya Lea, ayah itu seorang komandan yang mampu mengarahkan Lea sehingga bisa seperti ini, ayah itu sosok lelaki yang rela melakukan apa pun untuk istri dan anak-anak ayah, karena dari dulu selelah apa pun ayah sehabis pulang dinas, ayah pasti selalu menyempatkan waktu untuk keluarga sebelum ayah beristirahat. Jadi, ayah akan tetap menjadi nomor satu dihati Lea. Tapi sekarang bedanya tanggung jawab ayah terhadap Lea sudah lebih ringanan karena ada A' Qais yang mau membantu ayah untuk menanggung tanggung jawab yang selama ini ayah pikul atas diri Lea. Jadi, jangan pernah berfikir kalau Lea bakal lupain ayah ya".ucap Lea sambil memeluk ayahnya dari samping dan membuat sang ayah terharu mendengarkan ucapan dari si putri bungsunya.
Acara berpelukan itu pun terhenti saat mendengar suara ketukan pintu yang disertai ucapan salam.
tok
tok
tok
"assalammualaikum" ucap salam dari dokter Qais saat mengetuk pintu
ceklek. suara pintu terbuka dan memperlihatkan sosok Lea yang sangat cantik, aura kecantikan Lea dapat membuat dokter Qais terkesima dan tersadar saat Lea mulai berbicara.
"waalaikumsalam, Aa' udah datang, mau masuk dulu nggak A' ?". ucap Leas
"aku masuk cuma ijin sama ayah dan bunda ya de, karena nggak enak sama ka Zahra sudah nunggu di dalam mobil dan takut telat juga". ucap dokter Qais
Setelah ijin dengan orang tua Lea, sekarang dokter Qais dan Lea berjalan menuju mobil yang diparkir di luar gerbang.
"de nanti kita ijin menikah ya ke teh Zahra, karena kita akan melangkahi teh Zahra". ucap Qais
" iya A' nanti kita ijin ke teh Zahra bersama-sama ya, tapi aku penasaran A' dulu aku dengar teh Zahra itu sudah hampir menikah, tapi kok sekarang nggak jadi".tanya Lea karena dulu saat kejadian teh Zahra gagal menikah , Lea belum mulai mengajar.
"ya sudah Aa' ceritain ya". ucap dokter Qais lalu memulai untuk bercerita.
__ADS_1