Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
dokter Qais sakit


__ADS_3

Langit masih gelap, namun dokter Qais sudah terbangun karena merasakan mual yang luar bisa pada perutnya. Dokter Qais langsung bangkit menuju ke wastafel yang di kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


uuweek, uuweek


Suara berisik di dalam kamar mandi membuat Lea terusik dari tidurnya dan Lea bangun untuk mengecek sumber suara itu. Alangkah terkejutnya Lea saat melihat suaminya sedang memuntahkan isi perutnya. Dengan rasa khawatir, tangan Lea terulur untuk memijat pelan tengkuk leher dokter Qais.


Setelah merasa tak ada yang c apa karena kamu tadi terlalu banyak makan dan minuman yang asam jadi asam lambung kamu naik?". cecar Lea


" aku nggak apa-apa kok sayang, ya mungkin karena aku terlalu banyak makan dan minum yang asam-asam kali ya tadi". ucap dokter Qais sambil menyenderkan tubuhnya ke dipan tempat tidur


"ya udah aku ambil air hangat dulu ya, kamu diem aja disini". ucap Lea


Lea turun menuju dapur, saat akan menuju dapur, Lea berpapasan dengan Firman yang akan menuju dapur juga sambil menggenggam botol susu milik Fahira.


"abang, kamu mau bikin susu buat Fafa ya?". tanya Lea


"iya ibun, Fafa tiba-tiba minta susu, jadi abang buatin deh biasanya juga jarang mendusin minta susu eh ini dia tumben minta susu". terang Firman


"ibun, mau apa ke dapur?". sambung Firman


" ibun, mau ambil air hangat buat ayah, soalnya ayah sedang tidak enak badan".jelas Lea


"astagfirullah, tadi ayah nggak apa-apa kok, kenapa sekarang bisa sakit, sakit ayah parah nggak bun?". panik Firman


"nggak ko bang, ayah kamu hanya mual karena tadi terlalu banyak makan dan minum yang asam-asam jadi asam lambungnya sedikit naik jadi itu yang nyebabin ayah kamu jadi sakit, tapi insya alloh ayah tidak apa-apa kok, abang do'ain ayah ya". terang Lea


"oya mana botol susu punya Fafa, biar ibun sekalian yang buatin susunya".sambung Lea


Lea sudah membawa air hangat untuk suaminya sedangkan Firman membawa botol susu untuk Fahira. Sebelum Lea masuk ke dalam kamarnya, Lea terlebih dahulu menengok ke kamar Firman dan Fahira.


"Fafa sayang, ini ibun udah buat susunya, diminum ya, habis itu langsung tidur ya". ucap Lea sambil mengelus kepala Fahira dengan penuh kasih sayang dan diangguki oleh Fahira.


"abang juga tidur ya, jangan tidak tidur, nanti takutnya sakit, nanti ibun sedih deh, jadi ingat langsung tidur ya, biar besok lebih semangat lagi". ucap Lea dan Firman langsung memeluk Lea


"siap ibun, abang sayang ibun". ucap Firman

__ADS_1


"Fafa juga sayang ibun dan ayah kok, nggak cuma abang doang". timpal Fahira


"iya, ibun tau kalian sayang ibun dan ayah, karena kami juga sayang sama kalian, jadi anak yang baik ya nak, udah sekarang bobo lagi ya, selamat bobo anak-anak ibun". ucap Lea da mengecup kening kedua anaknya.


Lea telah memasuki kamarnya dan mendapati suaminya habis dari kamar mandi, sepertinya suaminya itu habis memuntahkan isi perutnya kembali.


"muntah lagi A?"dan diangguki oleh dokter Qais.


Lea menuntun suaminya untuk duduk dikasur, lalu Lea memberikan air hangat untuk suaminya minum, serta tidak lupa menaruh kompresan air hangat untuk diletakan diperut dokter Qais. Lea juga membalurkan minyak angin di tengkuk leher dokter Qais sambil melakukan pijatan pelan agar dapat mengurangi rasa mual dokter Qais.


"masih mual A'?". tanya Lea kembali


"sedikit sayang, ini udah mendingan karena ada kamu yang perhatian dan mengurus aku, makasih ya sayang". ucap dokter Qais ditengah keadaannya yang masih lemah


"ya udah tidur lagi yuk, masih malam nih A', kamu harus banyakin istirahat karena tenaga kamu sudah habis gara-gara muntah terus". ucap Lea sambil berbaring di kasur


"geli A', ngapain sih kaya gini?". tanya Lea saat melihat dokter Qais menaruh mukanya di dada Lea


"nggak apa-apa de, mual Aa' langsung mulai ilang loh saat meluk kamu, apalagi meluknya kaya gini, bikin nggak mual dan nyaman banget". ucap dokter Qais sambil terus merapatkan wajahnya di dada Lea dan dokter Qais menghirup dalam-dalam aroma istrinya itu yang dapat menghilangkan sedikit rasa mualnya.


Namun, saat ini Lea dan dokter Qais tidak dapat mengikuti shalat subuh berjamaah dengan keluarga yang lain, dokter Qais dan Lea memutuskan sholat di kamar saja karena dokter Qais kembali memuntahkan isi perutnya sedangkan Lea rela mendampingi suaminya sambil memijit pelan leher dokter Qais.


Lea menatap kasian kepada suaminya, karena baru kali ini semenjak menikah beberapa bulan yang lalu, Lea baru melihat dokter Qais sakit, karena biasanya dokter Qais tidak pernah terlihat sakit karena dokter Qais selalu menjaga kesehatannya serta selalu mengkonsumsi vitamin untuk menunjang kesehatannya.


Tapi kali ini sangat berbeda, Lea merasa semua ini terjadi karena dokter Qais yang kemarin sangat berlebihan dalam memakan dan meminum, minuman yang masam, padahal semua anggota keluarga tau bahwa dokter Qais kurang menyukai rasa masam, karena dokter Qais mempunyai riwayat sakit asam lambung. Jadi, sebisa mungkin dokter Qais akan menjauhi makanan yang masam dan mengurangi rasa kepedesan akan sebuah makanan.


Umma Hana yang heran karena dokter Qais dan Lea tidak ikut dalam sholat berjama'ah, akhirnya memutuskan untuk melihat langsung kondisi anak dan menantunya. Apalagi saat tadi Firman sempat berkata kalau semalam dokter Qais kurang enak badan.


Setelah umma Hana sampai di depan pintu kamar dokter Qais dan Lea. Umma Hana langsung mengetuk pintu kamar tersebut.


tok


tok


tok

__ADS_1


"nak, apa kalian sudah bangun?". ucap umma Hana sambil mengetuk pintu kamar anaknya.


ceklek


Pintu kamar tersebut terbuka dan memperlihatkan sosok umma Hana yang sudah tak sabar ingin mengetahui kondisi anaknya.


"kata Firman, suami mu sedang tidak enak badan semalam". ucap umma Hana


" iya umma, sepertinya karena Aa' makan dan minum yang asam jadi perutnya protes deh dan ngebuat Aa' jadi muntah-muntah dari semalam".terang Lea.


"boleh umma masuk? umma mau lihat kondisi Qais".tanya umma Hana


"tentu boleh umma, silakan masuk, tapi Aa sedang tidur lagi karena habis minum obat". ucap Lea


Umma Hana lalu mendekat kearah anaknya yang sedang tertidur iku. umma sedih saat melihat wajah pucat dokter Qais.


Umma Hana terus membelai wajah anaknya yang tengah tertidur. Umma Hana meminta Lea untuk terus menemani dokter Qais dan bila sakit dokter Qais semakin parah lebih baik di bawa ke dokter saja. Lea lalu mengangguki perintah mertuanya itu.


Lea berharap semoga suaminya lekas sembuh dan membaik agar bisa berkumpul lagi bersama keluarganya yang lain.


Beberapa saat dokter Qais tertidur, sekarang waktunya untuk sarapan sehingga Lea harus membangunkan suaminya agar bisa sarapan terlebih dahulu biar tidak semakin sakit karena telat makan.


Dokter Qais bangun dari mimpi indahnya dan badannya terasa lebih enakan dan mualnya mulai hilang entah kemana. Dokter Qais setelah mencuci muka akhirnya keluar dari kamar bersama dengan Lea menuju meja makan.


Di meja makan sudah berkumpul untuk sarapan bersama dan sudah ada pula keluarga abah Umar yang memang belum kembali ke Bandung.


"kamu sudah enakan nak?".tanya umma Hana


"alhamdulillah sudah umma, sudah tidak mual lagi". ucap dokter Qais


"alhamdulillah kalau begitu, jangan makan yang masam terlalu banyak ya nggak baik buat tubuh kamu". nasehat umma Hana dan diangguki oleh dokter Qais


Mereka lalu mulai sarapannya, tidak lupa Lea terlebih dahulu menyendokan makanan untuk dokter Qais lalu selanjutnya untuk kedua anak angkatnya, setelah selesai mengambilkan makanan untuk suami dan anak angkatnya, Lea lalu mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Mereka semua makan dengan di selingi dengan obrolan ringan.


Sesuai dengan janjinya mereka semua akan berwisata terlebih dahulu sebelum keluarga abah Umar kembali ke Bandung.

__ADS_1


__ADS_2