
"hahaha , ampun A' , Lea dan Aa' selamat ya atas pernikahannya, semoga bahagia selalu dan cepat ngasih ponakan buat aku, Lea bae-bae ya sama singa kelaparan ini, nanti tiba-tiba langsung diterkam dan nggak bisa jalan lagi". ucap Almeer sambil menjauh dari dokter Qais karena takut di jitak lagi.
" heh bocah, sini kamu, ngeledekin Aa' aja kamu, mau Aa' stop nih uang jajannya, dan manggil Lea jangan cuma nama aja, dia sekarang kakak ipar kamu bocah semprul" ucap dokter Qais.
membuat yang lain hanya geleng-geleng kepala memang Almeer itu anak yang suka meledek kakak-kakaknya, tapi mereka tau kalau Almeer sangat sayang sama kakaknya, makanya dia kuliah hukum, biar kalau ada yang berani ganggu keluarganya harus hadapi Almeer dulu.
"hahahaha , udah lah A' , kalau Aa' marah emang benar kaya singa kok,, ini buktinya mukanya serem kaya singa" ledek Lea
"wah wah wah, udah berani ngeledekin suaminya ya,, liat aja nanti malam kamu nggak bakal bisa tidur". bisik dokter Qais kepada Lea
Lea langsung menjauhkan badannya sedikit karena merinding mendengar ucapan dokter Qais, Lea sudah lemas duluan saat memikirkan bahwa Lea nanti dibuat oleh dokter Qais ,tak akan bisa tidur semalaman.
Dan wajah tegang Lea membuat dokter Qais tersenyum karena berhasil menjaili istrinya.
"selamat ya Is, atas pernikahannya, semoga bahagia selalu". ucap dokter Harun
"makasih ya A', dan semoga Aa' cepet nyusul". ucap dokter Qais
" aaaminn , semoga saat diwaktu yang tepat nanti" ucap dokter Harun
"abah ,umi ,Harun hayang kawin". lanjut dokter Harun dan membuat yang lain tertawa termasuk teh Zahra.
"nikah dulu A', baru kawin" jawab abah Umar
"lah si Aa' mau nikah sama siapa orang JOMBLO gitu kok" ledek Zahwa
"wah si neng udah bisa ngeledekin Aa' nya nih, awas ya nanti Aa' ngambek dan nggak pulang ke Bandung lagi loh buat ngajak jalan kamu". ucap dokter Harun
"lah A' , jangan gitu dong, ampun ya maafkan aku, adikmu yang imut ini". ucap Zahwa sambil merangkul tangan dokter Harun.
Dan dokter Harun langsung mengelus pipi adik sepupunya itu.
"kalau neng Zahra mau nggak umi nikahin sama Harun, walaupun agak rese tapi baik kok dan ganteng pula" ucap umi Nisa dan teh Zahra hanya tersenyum
__ADS_1
"lah si umi mah, mau promosiin anaknya nggak usah disebutin kejelekannya sebutin itu yang cakep-cakepnya, biar cepet laris manis tanjung kimpul". protes dokter Harun.
"lagian mana mungkin si neng Zahra ini bisa naksir sama Harun, yang hanya bagaikan remahan rengginang" ucap dokter Harun
secara spontan teh Zahra tiba-tiba bicara
" lah aku mah, kalau bisa terima aku apa adanya, dan bisa bikin aku jatuh cinta dan bahagia, aku mah pasti terima apa adanya" ucap teh Zahra
" nah langsung dah nikahin tuh A' , biar teh Zahra bisa selalu jadi kakak ipar Zahwa".
"gas polll A' Harun, maju terus pantang mundur, pepet terus sampai dapat" timpal Lea
" Qais juga setuju kok A' ". ujar dokter Qais
"ya A' , nggak usah pake lamaran segala A' langsung aja minta ke abi , dan langsung ijab qobul, abi dan umi juga pasti setuju punya mantu kayak A' Harun" nimbrung Almeer
"oce deh pada setuju ya, ayo atuh neng kita nikah". ucap dokter Harun
Ledekan mereka membuat Zahra langsung merona dan kabur menjauh. melihat Zahra kabur menjauh membuat dokter Harun tersenyum dan berteriak.
Acara resepsi pernikahan pun dimulai, setelah Lea dan dokter Qais berganti pakaian, mereka beserta keluarga berjalan menuju singgah sana, yang akan menjadi saksi mereka menjadi raja dan ratu sehari.
Para tamu pun mulai berdatangan untuk mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu.
Para rekan kerja Lea dan dokter Qais pun datang mengucapkan selamat, dan memberikan kado pernikahan untuk mereka.
Bahkan teman-teman dekat Lea di kampus membawakan kado pernikahan yang nyeleneh untuk diberikan kepada Lea dan dokter Qais.
"Lea, walaupun abang Junet patah hati, tapi tetap ini abang Junet datang dan membawakan Lea kenang-kenangan dan selamat menempuh hidup baru untuk kalian,, hiks.. hiks... hiks" ucap Junet sambil memberikan satu anak kambing untuk Lea dan dokter Qais dan sambil pura-pura nangis
"Lea cantik, dan dokter tampan , selamat ya atas pernikahannya, bahagia selalu, oya nih chika bawain baju seksi biar cepet punya anak, jangan lupa ya anaknya nanti jodohin sama anak chika nantinya". ucap chika sambil memberikan lima potong baju berbahan tipis alias lingerie yang hanya digantung menggunakan hanger tanpa dibungkus untuk Lea
Hal itu membuat Lea menunduk menahan malu atas ulah chika.
__ADS_1
"ish Lea cantik banget sih pantesan dapat suami yang ganteng, ah Sinta jadi iri deh, pengen cepet nikah nih, tapi belum ada calonnya,, hehehe, tapi selamat ya Lea dan dokter Qais, semoga selalu bahagia dan cepat punya momongan, dan ini obat buat kalau badan Lea nggak pada sakit dan ini voucher spa biar Lea segar lagi setelah habis dibabat sama dokter tampan " ucap Sinta sambil memberikan obat pegel linu dan voucher pijat spa
" Lea cantik banget lu, pantesan si Junet sampe mewek ditinggal kawin sama lu, tapi emang ya Jun, matanya Lea itu masih sehat jadi dia tau mana cowok yang ganteng sama mana cowok yang BIASA aja, pokoknya selamat ya Lea dan dokter, semoga jadi keluarga sakinnah , mawaddah warrahmah, ini ada sedikit hadiah dari gue buat kalian". ucap Ferdian sambil memberikan obat kuat yang dibentuk menjadi kalung menggunakan tali rapia, dan lalu mengkalungannya kepada dokter Qais dan Lea , serta memberikan satu dus susu bergambar beruang ,satu kilogram telur dan satu botol madu.
"ya ampunnn, kalian ini buat Lea malu tau, ini ide siapa sih, tapi makasih banyak ya buat hadiahnya walaupun aneh-aneh,, hehe, tapi semoga semua yang kalian berikan bermanfaat ya". ucap Lea
"ya sama-sama Lea" ucap mereka
"ya sudah ya Lea abang Junet mau makan dulu, karena patah hati juga butuh tenaga". ucap Junet sambil berpura-pura nangis kembali sambil memeluk Ferdian dari samping lalu Ferdian langsung menepuk-nepuk pundak Junet.
"ya udah selamat menikmati hidangannya ya, jamgan pulang kalau belum kenyang" ucap dokter Qais dan diangguki oleh teman-teman Lea.
Dan tak berselang lama, datang lah dokter Syahreza bersama Shanum dan dokter Aqila.
Karena semenjak mereka mengalami patah hati bersama, mereka menjadi dekat dan dokter Syahreza juga sempat mengenalkan Shanum dengan dokter Aqila, dan rupanya dokter Aqila menjadi dekat dengan Shanum karena dokter Aqila memang menyukai anak kecil apalagi yang lucu dan pintar seperti Shanum.
" bu guru cantik, Shan kangen soal ibu libur ngajar jadi Shan diajar sama bunda Hilwa deh" ucap Shanum sambil memeluk Lea
" bu guru juga kangen sama Shanum, nanti kalau ibu sudah selesai cutinya, ibun bakal ngajar Shanum lagi kok, sabar ya sayang". ucap Lea sambil mencium pipi Lea.
"selamat ya Is, semoga bahagia selalu". ucap dokter Syahreza kepada dokter Qais
"makasih ya bang, maaf ya bang kalau udah bikin abang kecewa" ucap dokter Qais sambil memeluk dokter Syahreza dan diangguki oleh dokter Syahreza
"selamat ya Lea" ucap dokter Syahreza
"makasih dok, sudah hadir, silakan dinikmati hidangannya". ucap Lea sambil tersenyum
" selamat ya dok, semoga sakinnah, mawaddah warrahmah". ucap doa tulus dokter Aqila
"terima kasih dokter Aqila" ucap dokter Qais sambil menangkup tangannya didadanya.
" selamat ya , bahagia selalu" ucap dokter Aqila kepada Lea
__ADS_1
"makasih ya dok, dokter cocok loh dengan dokter Syahreza". ucap Lea dan ditanggapi dengan senyuman oleh dokter Aqila.