
Cinta memang tak harus bersama, cintak tak juga harus diungkapkan jika itu hanya akan menyakitkan.
Begitu juga dengan dokter Harun yang mencintai teh Zahra hanya dalam diamnya, hanya keluarga ustad Zein yang mengetahui seberapa tulusnya cinta dokter Harun, cinta seorang anak yatim piatu kepada seorang gadis cantik dan lemah lembut.
Walau masih usia muda dokter Harun selalu dewasa karena dia hanya hidup sendiri tanpa orang tua kandungnya. Walaupun ada orang tua angkat tapi tetap saja dia merasakan kehilangan yang mendalam yang menjadikan sosok dokter Harun menjadi dewasa sebelum waktunya
Sehingga dalam mencintai seorang gadis saja, dokter Harun sudah benar-benar terlihat tulusnya bukan seperti anak remaja lain yang lebih banyak nafsunya yang merasa jika mencintai seorang gadis, maka harus memilikinya atau harus menyatakan cintanya walau ditolak.
Setelah acara wisuda dokter Harun berpamitan dengan kyai dan nyai yang merupakan pendiri pondok pesantren sekaligus orang tua ustad Zein, yang sudah menanggap dokter Harun adalah bagian keluarganya, mengetahui kisah hidup dokter Harun yang sangat luar biasa, dan sekarang kisah cintanya yang bernasib tragis karena harus merelakan sebelum diungkapkan.
"assalammualaikum kyai, nyai". ucap dokter Harun sambil menyalimi mereka
"waalaikumsalam, anakku" ucap mereka
"aku mau pamit ya, hari ini aku harus pergi ke Dubai, insyaa alloh nanti aku tetap kabari Kyai dan Nyai ya, terima kasih sudah sayang dan menganggap aku seperti anak kalian, maaf karena selama ini mungkin aku telah menyusahkan kalian, bahkan sering numpang makan di rumah Kyai dan Nyai". ucap dokter Harun
"kamu anak yang kuat dan baik nak, kamu tidak pernah menyusahkan kami, kamu selalu memikirkan kebahagian orang lain dibanding kebahagian kamu sendiri, Kyai bangga bisa kenal dan disayang oleh kamu nak, sering-sering kemari ya walaupun sudah lulus, dan saat libur dari Dubai jangan lupa kemari ya, kunjungilah Kyai dan Nyai mu yang udah renta ini".ucap Kyai Ibrahim
" ya insyaa alloh aku selalu berkunjung ke kalian jika libur kuliah". ucap dokter Harun
"anakku, kamu terlalu jauh meninggalkan Nyai mu hanya karena cinta, tapi Nyai harap kmu mendapatkan jodoh yang baik nak, karena kamu anak yang baik, anak yang selalu rela berkorban, Nyai pasti akan merindukan kamu". ucap Nyai Fitri
"Nyai jangan nangis dong, hilang tuh cantiknya, nanti aku kena jewer lagi sama Kyai gara-gara bikin Nyai yang tadinya cantik jadi jelek". ucap dokter Harun sambil mengusap air mata dipipi Nyai
Nyai yang diledek oleh dokter Harun langsung dicubit pelan lengan anak didiknya itu, dan yang lain hanya tersenyum saja.
__ADS_1
"dek". ucap ustad Zein sambil merengganvkan tangannya agar dokter Harun memeluknya.
Dokter Harun pun langsung menghambur ke pelukan ustad Zein yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri.
"A' makasih buat semuanya ya, baik ilmu, kasih sayang sebagai kakak dan teman curhat aku". ucap dokter Qais
" belajar yang rajin ya dek, jangan lupa tiap hari hubungi Aa' atau kyai , kalau ada apa-apa jangan sungkan minta tolong dengan kami, jangan kamu terus memendam dek, hanya karena tidak mau menyusahkan orang lain, walau kami bukan keluarga kandung mu, tapi kami menyayangi kamu. teruslah belajar mengikhlaskan ya dek, insyaa alloh kamu akan dapat yang terbaik". ucap ustad Zein sambil menepuk pundak dokter Harun.
Setelah acara pamitan dengan keluarga ustad Zein yang sudah seperti keluarganya juga, bahkan dokter Harun lebih banyak bercerita dengan keluarga ustad Zein dibandingkan dengan keluarga abah Umar, Walaupun keluarga abah Umar juga sangat baik dan menganggap Harun seperti anaknya juga namun tetap saja dia merasa sungkan.
Dokter Harun menuju keluarga abah Umar yang telah menunggunya. dan mereka memutuskan untuk pulang sebentar mengambil barang-barang lainnya yang dibutuhkan dokter Harun selama menempuh pendidikan di Dubai.
Saat setelah sampai dikediaman abah Umar, dokter Harun langsung menuju kamarnya untuk membawa barang-barangnya.
Mendengar semua itu hanya membuat dokter Harun pura-pura tidak tau dan akan berusaha untuk mengubur cintanya itu, sampai suatu saat ada yang mampu membuatnya jatuh cinta lagi. Tapi untuk saat ini dokter Harun hanya ingin fokus kuliah, agar cepat lulus, dan dia akan mencari pekerjaan tambahan untuk menopang biaya hidup selama disana, karena walaupun dia dapat beasiswa, dokter Harun pun berniat mengumpulkan uang untuk masa depannya juga dan agar dapat mengalihkan pikirannya dari bayang-bayang cinta pertamanya yang hanya dapat dia pendam.
Dan waktu pun berlalu dokter Harun selama ada di Dubai selalu menyibukan diri dengan belajar dan bekerja, dokter Harun tidak pernah mengunjungi keluarga abah Umar dengan alasan sibuk kuliah padahal dokter Harun selama satu tahun sekali akan ke Bandung untuk mengunjungi keluarga ustad Zein sekaligus menenangkan diri disaat dia tanpa sengaja melihat teh Zahra dan A' Zhafran sedang berjalan-jalan bersama.
Sungguh dokter Harun sudah sebisa mungkin untuk membuang rasa cintanya kepada teh Zahra namun bukannya berkurang malah bertambah, bahkan dokter Harun ketika sedang melakukan sholat malamnya, selalu bermunajat agar diberikan jodoh seperti teh Zahra.
Tahun pun terus berganti, dokter Harun mendengar kabar bahwa A'Zhafran akan menikah dengan teh Zahra beberapa bulan lagi, sehingga membuat dokter Harun memperpanjang masa kontrak kerjanya. Agar dokter Harun tidak bisa hadir ke acara pernikahan mereka.
Mendengar kabar itu membuat dokter Harun lebih menyibukan diri, bahkan dia sampai kurang tidur agar pikirannya bisa teralihkan dengan kegiatan positif tanpa harus memikirkan gadis yang akan menjadi milik saudaranya.
Namun, saat tepat hari pernikahan A' Zhafran dan teh Zahra, dokter Harun mendapatkan kabar yang mengejutkan bahwa saudaranya itu meninggal dunia tepat dihari pernikahannya.
__ADS_1
Dokter Harun yang mendengar tentang hal itu pun sangat terpukul, saudara yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri itu, harus memiliki takdir meninggal disaat hari pernikahannya.
Tapi dokter Harun hanya mampu bersedih tanpa bisa pulang ke Indonesia menemui saudaranya itu karena dokter Harun masih terikat kontrak untuk beberapa bulan ke depan.
Dokter Harun juga ikut sedih saat mendengar dari Zahwa bahwa teh Zahra sangat terpukul atas hal itu.
Setelah beberapa bulan kemudian kontrak kerjanya pun berakhir dan dokter Harun memutuskan untuk langsung pulang menemui keluarga ayah Umar.
Setelah pulang ke Indonesia dokter Harun juga berkunjung ke makam saudaranya itu, dan ketika dia mengetahui bahwa teh Zahra sering ke Bandung untuk mengunjungi makam A' Zhafran maka dokter Harun kembali memutuskan untuk pergi ke Jakarta saja dan bekerja disana dan berharap tidak akan bertemu dengan teh Zahra, karena dokter Harun tidak mau memanfaatkan keadaan teh Zahra yang sedang terpuruk itu.
Setelah memutuskan kerja di rumah sakit ternama di Jakarta. tanpa sengaja saat sedang mengikuti pertemuan IDI (ikatan dokter indonesia) dokter Harun bertemu dengan dokter Qais, yang sama sekali dokter Harun tidak mengetahui bahwa dokter Qais adalah adik dari gadis yang dicintainya.
Dan setelah pertemuan dengan dokter Qais, dan mereka semakin dekat. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuka klinik persalinan di dekat rumah dokter Qais.
Setelah enam bulan bekerja sama dengan dokter Qais, tanpa sengaja dokter Harun melihat wanita yang selama ini dicintainya itu dan mendengar cerita dari dokter Qais bahwa teh Zahra masih selalu terpukul sehingga tidak ingin berhubungan dengan laki-laki lain untuk sementara waktu.
itulah yang menyebabkan dokter Harun tidak menyapa dan mendekatkan dirinya. Karena dokter Harun pun tau kalau teh Zahra tidak mungkin ingat dengan mukanya, karena selama mereka beberapa kali berjumpa di pondok santri putri, dokter Harun selalu memakai masker, sehingga tidak akan ada yang tau wajah aslinya itu.
Flashback off
"ya om, tante intinya sih saya memang menyukai Zahra dari dulu, dan saya tau kalau Zahra waktu itu belum move on dari Zhafran sehingga saya tidak berani mendekatinya takut dibilang memanfaatkan keadaan". uca dokter Harun
"Namun, saat di bandung , Zahra beserta Qais dan Lea pernah berkunjung kesana, dan saya kebetulan juga disana, dan tanpa sengaja saya mendengar ucapan Zahra bahwa akan menerima laki-laki yang menerima masa lalunya yang suram itu dan rela jika Zahra sampai kapanpun tidak akan melupakan Zhafran serta dapat membuat Zahra jatuh cinta kembali. Dan saya akan berusaha untuk membahagiakan Zahra, bahkan walau sampai kapan pun dia tidak akan mencintai saya, yang penting saya dapat berusaha membahagiakan Zahra dan saya juga sudah tidak sanggup melihat dan mendengar Zahra bersedih". ucap dokter Harun
Membuat semua orang tertegun akan cinta tulus dokter Harun selama ini.
__ADS_1