Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
ketutup portalnya


__ADS_3

Sesuai rencana kemarin, bahwa pagi ini dokter Qais akan mengajak anak dan istrinya untuk berkunjung ke Bandung Zoo.


Firman dan Fahira sangat antusias saat mengetahui bahwa mereka akan ke kebun binatang. Firman dan Fahira yang telah rapih meminta ijin kepada dokter Qais untuk mengajak aki, nini dan yang lainnya untuk ikut.


Dokter Qais mengijinkan Firman dan Fahira untuk mengajak yang lain sambil menunggu Lea yang sedang siap-siap.


tok tok


"assalammualaikum, aki, nini". serempak Firman dan Fahira tak lama pintu kamar terbuka


"walaikumsalam, eh cucu nini udah pada cantik dan ganteng nih". ucap umma Hana


"ya dong nini, Fafa kan mau jalan-jalan ke kebun binatang, Fafa kesini mau ajak nini sama aki buat ikut, mau ya". antusias Fahira


"em, mau nggak ya, coba Fafa ajak aki di dalam". ucap umma Hana


Setelah mengajak abi Fajri akhirnya abi Fajri memutuskan untuk ikut bersama Fahira dan Firman.


Firman dan Fahira juga sudah mengajak dokter Harun, teh Zahra bahkan mengajak Almeer dan Zahwa untuk ikut dan mereka semua memutuskan untuk ikut sebelum mereka balik ke Jakarta sedangkan Almeer dan Zahwa masih akan menginap selama sehari lagi di hotel dan akan kembali ke rumah abah Umar, karena Almeer masih ada sisa waktu cutinya sehingga memutuskan akan menginap di rumah abah Umar saja sebelum Almeer dan Zahwa nanti akan LDR, karena Zahwa akan tetap di Bandung untuk merampungkan kuliahnya


Saat ini keluarga abi Fajri telah sampai di tempat tujuan wisata mereka sekeluarga. Dengan antusias Fahira dan Firman mengelilingi kebun binatang.


Dokter Qais sangat senang telah membuat keluarga bahagia, saat dirasa sudah lumayan lelah, dokter Qais mengajak keluarganya untuk beristirahat dan makan siang di tempat makan yang telah tersedia di sana.


"aduh, pengantin baru makannya yang banyak ya". ledek dokter Harun saat melihat Almeer menikmati makanannya


"ya harus banyak dong, untuk Zahwa terutama biar tenaganya juga banyak". Lea ikut meledek Almeer yang terlihat makin cemberut


"kenapa daddy dan mommy harus makan banyak bun? biar cepet gede ya?". tanya Fahira yang ternyata memperhatikan obrolan Lea dan dokter Harun yang meledek Almeer

__ADS_1


"ups, lupa kalo ada anak kecil". lirih Lea sambil menutup mulut membuat Almeer melirik Lea dengan tatapan mengejek "emang enak siapa suruh ledekin aku, nggak tau apa kalo aku ini lagi kesel dari semalam". batin Almeer sambil melirik ke arah Lea


"ya sayang biar cepet besar, dan kuat jadi bisa main dengan Fafa dan abang Firman". ucap Lea memberi jawaban atas pertanyaan Fahira


"Fafa dan abang sudah makannya? kalo sudah temani nini yuk, mau cuci tangan". ucap umma Hana mengalihkan Fahira karena tau kalau anak-anaknya akan membahas hal yang belum layak anak kecil dengar


Fahira dan Firman sudah pergi menemani umma Hana, melihat para bocil pergi membuat dokter Harun senang karena bisa meledek Almeer kembali.


"semalam begadang sampai jam berapa de?". tanya dokter Harun kepada Zahwa


"jam sepuluh kayanya A', lagian ngapain begadang orang cape jadi tidur cepet deh". Zahwa menjawab dengan wajah polosnya, Zahwa masih belum paham jika dokter Harun sedang meledek Zahwa dan Almeer


"ya bener kamu de, ngapain ya pake begadang segala, mendingan tidur ya dari pada begadang nggak jelas". ucap dokter Harun sambil tersenyum dan sesekali melirik kearah Almeer yang terlihat tepuk jidat karena istrinya sangat polos dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh kakaknya.


"tuh Al denger jangan begadang". timpal dokter Qais dengan senyum meledek.


"au ah kalian ngeselin ngeledek mulu". kesal Almeer lalu menghampiri umma Hana yang tengah menemani Firman dan Fahira.


Flashback


Selesai menemani dokter Qais berburu seblak sesuai keinginan ibu hamil yang meminta dokter Qais membeli seblaknya ditemani oleh Almeer dan karena tak tega jika tak menuruti kemauan ibu hamil itu akhirnya dengan setengah hati Almeer ikut menemani kakaknya tersayang untuk berburu seblak.


ceklek


Almeer membuka pintu kamar hotel dan tersenyum saat melihat Zahwa tengah tengkurap sambil memainkan ponselnya. Perlahan Almeer berjalan mendekati Zahwa dan melihat apa yang tengah dilakukan istrinya itu, ternyata Zahwa tengah melihat foto-foto pernikahan mereka yang berlangsung tadi pagi.


"ehem serius banget sih? sampai nggak engeh suaminya udah masuk kamar". ucap Almeer


"eh Aa' udah pulang, maaf ya nggak tau kamu sampai, soal lagi asyik liat foto nikahan kita nih, aku lagi milih buat di jadiin wallpaper". terang Zahwa

__ADS_1


"wah Aa' beliin aku seblak juga ya". sambung Zahwa saat melihat Almeer membawa bungkusan ditangannya.


"iya nih Aa' bawain, coba sini Aa' bantuin pilih foto yang buat jadi wallpaper di handphone kamu". ucap Almeer sambil ikut berbaring di dekat Zahwa setelah menaruh seblak di atas meja


"kayanya yang ini bagus, kamu cantik banget". sambung Almeer setelah melihat foto-foto itu


"makasih A' , ya udah ya yang ini aja ya yang aku jadiin wallpaper". ucap Zahwa


"udah kan, sekarang handphonenya taro dulu ya". ucap Almeer sambil mengambil handphone Zahwa lalu menyimpannya


"makasih ya sayang udah mau jadi istri Aa' , mulai saat ini kita harus saling percaya satu sama lain, saling menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan masing-masing, harus selalu jaga komunikasi, ada masalah sekecil apapun cerita kan saja. Aa' tau diri Aa' masih banyak kurangnya, dan Aa' mungkin bukan tipe cowok yang selalu romantis tapi Aa' janji sebisa mungkin selalu membuat kamu bahagia karena Aa' merasa menjadi lelaki yang beruntung, dari sekian banyak lelaki yang mendekati kamu, tapi kamu memilih Aa' yang masih banyak kurangnya ini, tolong ajarkan Aa' untuk menjadi imam yang baik buat kamu, dan A' harap kamu akan menjadi istri yang menurut jika Aa' mengajarkan dan membimbing kamu untuk yang lebih baik namun jika Aa' ada salah dalam membimbing kamu tolong tegur Aa', karena Aa' ingin kamu menjadi jodoh Aa' di dunia dan di akhirat, Aa' ingin hanya bersama kamu, kita berjuang untuk menggapai surga". ucap Almeer sambil membelai wajah Zahwa lalu mengecup kening Zahwa dan Zahwa hanya mampu menganggukan kepalanya karena matanya sudah berkaca-kaca karena mendengarkan penuturan Almeer


"i love you my wife". sambung Almeer lalu mengecup bibir Zahwa


"i love you my hubby". balas Zahwa lalu mengecup bibir Almeer sekilas namun tengkuk leher Zahwa langsung di tahan oleh Almeer, sehingga bukan hanya sekedar kecupan saja namun sudah saling bertukar saliva.


Semakin lama semakin menuntut dan membuat Zahwa lupa akan suatu hal karena terlalu menikmati apa yang suaminya lakukan saat ini.


Saat ingin membuka semua pakaian yang dikenakan istrinya, Zahwa baru tersadar.


"jangan A'" pekik Zahwa membuat Almeer heran


"maaf A' aku baru ingat kalo aku lagi halangan, jadi belum bisa memenuhi kewajiban aku sebagai istri". lirih Zahwa karena tak enak dengan suaminya yang sangat berharap untuk bersatu malam ini juga.


" HAH"


"jadi nggak bisa main bola nih, sejak kapan kamu lapangan bolanya di tutup portal?". ucap Almeer


"sejak pas ganti gaun pengantin tadi di rumah abah, aku juga taunya dari Lea, karena ternyata tamunya datang lebih cepat, maaf ya A' ". sesal Zahwa karena lupa memberitahu Almeer

__ADS_1


"terus ini gimana,udah semangat banget mau main bola eh gagal, tapi tolong bantuin dengan cara lain ya sayang". ucap Almeer lalu menuntun Zahwa untuk melakukan dengan cara lain, walaupun belum bisa menjebol bola ke gawang setidaknya Almeer tidak terlalu ngenes.


setelah Zahwa memuaskan suaminya, lalu Zahwa dan Almeer duduk berdua untuk menikmati seblak yang sudah dingin itu, Almeer dengan telaten menyuapi istrinya.


__ADS_2