
Setelah acara jalan-jalan dan makan siang, dokter Qais pun melanjutkan mobilnya menuju makam A' Zhafran sesuai permintaan teh Zahra. Saat mobil yang dikendarai dokter Qais telah sampai di area pemakaman, teh Zahra berjalan lebih dulu dibanding dokter Qais dan Lea, teh Zahra bahkan berjalan agak cepat dari biasanya, seakan-akan seperti akan bertemu dengan kekasih yang masih hidup yang bisa dipeluk jiwa dan raganya, namun, kenyataannya yang akan ditemui ini sudah terbujur kaku didalam liang lahat.
Teh zahra tidak pernah memberikan bunga untuk makam A' Zhafran karena dulu sewaktu masih status sebagai calon istri, A' zhafran pernah meminta agar kelak kalau meninggal jangan ditaburi bunga dimakamnya, cukup do'akan saja, karena jika A' Zhafran meninggal laki-laki itu hanya butuh do'a dari orang-orang yang disayangnya, do'a yang insyaa alloh akan melapangkan kuburnya bukan hanya diingat saat diziarahi terus ditaburi bunga dan langsung di do'akan tapi setelah pulang ziarah tidak lagi ingat untuk mendo'akan yang sudah meninggal tersebut. Oleh karena itu, A' Zhafran selalu berkata jika kelak dia meninggal maka jangan pernah lupa untuk mendo'akan, agar do'a dari mereka yang mendo'akan dapat meringankan yang sudah wafat dari siksa di kubur.
Sudah 3 tahun kepergian A' Zhafran namun belum bisa sedikit saja mengikis ingatannya tetang A' Zhafran dari fikiran teh Zahra, dan waktu selama itu juga tidak mampu menghapus posisi A' Zhafran dari hatinya, karena melalui A' Zhafran, teh Zahra mengenal cinta yang tulus, melaluinya teh Zahra belajar bersabar dan ikhlas dalam menjalani hidup ini, bahkan sampai sekarang setelah 3 tahun kepergian A' Zhafran, teh Zahra masih belajar cara untuk ikhlas. Selama ini teh Zahra berusaha menjalani hidup yang normal seperti orang yang tidak sedang menyimpan kesedihan karena teh Zahra tidak mau melihat keluarganya khawatir akan kondisi teh Zahra bila terlihat sedih. Padahal kehilangan A' Zhafran adalah kesedihan yang benar-benar amat dalam.
Bagaimana tidak sedih setelah kurang lebih 4 tahun menunggu dinikahi oleh sang pujaan hati, tepat saat hari pernikahan dan ulang tahun teh Zahra, teh Zahra bukannya merasa senang namun harus merasakan duka yang amat dalam karena saat selesai mengucapkan lafadz qobul nikah, bahkan saksi nikah belum sempat mengucapkan kata sah, tiba-tiba A' Zhafran tidak sadarkan diri, dan setelah beberapa saat dirawat di rumah sakit A' Zhafran menghembuskan nafas terakhirnya.
Memang benar kalau jodoh, rejeki dan maut sudah ditetap oleh Sang Maha Kuasa, tidak ada yang bisa merubahnya kecuali atas KehendakNya. Tapi tetap saja bagi teh Zahra kehilangan A' Zhafran disaat harusnya mereka menikmati manisnya dari sebuah penantian selama 4 tahun, namun bukannya manis yang mereka nikmati tapi kesedihan yang mereka rasakan.
__ADS_1
Tapi dengan kejadian meninggalnya A' Zhafran membuat teh Zahra sampai saat ini juga selalu memikirkan apakah teh Zahra terlalu berlebihan mencintai A' Zhafran sehingga melebihi kecintaan teh Zahra kepada Sang Maha Pemilik Kehidupan. Oleh karena itu, teh Zahra ditegur oleh Nya dengan mengambil sesuatu yang sangat dicintainya dengan begitu cepat.
Sehingga sekarang teh Zahra tidak akan mencintai makhluk lain melebihi cintanya kepada Sang Maha Kuasa. Bahkan kepada keluarganya teh Zahra juga mulai mencintai mereka secara secukupnya saja, karena sudah cukup teguran yang telah diberikan oleh Nya kepada teh Zahra dengan membuat teh Zahra harus kehilangan A' Zhafran tepat dimoment pernikahan dan ulang tahunnya.
" assalammualaiku A', neng datang nih hari ini, ditemani sama Qais dan calon istrinya, kenalin A' , calon istrinya Qais namanya Azalea, mereka tadi bilang ke neng, kalau minta ijin ngedahalui neng yang sampai sekarang belum menemukan pengganti Aa' ".
ucap teh Zahra
"assalammualaikum A' ini aku Lea calon istrinya A' Qais dan calon ade ipar teh Zahra dan A' Zhafran, kita belum pernah berjumpa ya A' , tapi setelah mendengar sedikit cerita tentang A' Zhafran, aku yakin kalau A' Zhafran bukan hanya tampan tapi juga sangat baik karena mampu dicintai dengan tulus oleh teh Zahra sampai saat ini. A' Zhafran tenang aja ya teh Zahra akan selalu Lea hibur nanti dan Lea nggak akan biarin teh Zahra sedih. Jadi, A' Zhafran beruntung banget deh punya adik ipar kaya Lea ini, udah cantik, sayang keluarga dan bisa bikin orang yang Aa' sayang bakal bahagia dan nggak sedih lagi. Biarkan nama dan kenangan A' Zhafran tetap ada dihati teh Zahra tapi ijin kan teh Zahra juga ya untuk dapat mencintai laki-laki lain, tapi Aa' juga tenang saja walaupun teh Zahra nanti menikah dengan laki-laki lain, Lea pastiin yang mau jadi pendampingnya teh Zahra harus mau berbagi tempat dihati teh Zahra. Nah, jadi A' Zhafran harus ijinin Lea untuk menikah dengan A' Qais ya dan menjadi adik ipar teh Zahra dan A' Zhafran, Lea jamin nggak bakal rugi kok". ujar Lea dan membuat teh Zahra dan dokter Qais geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"tuh A' ,kamu bakal punya ade ipar kaya begitu, kalau kamu masih ada disini dan melihat kelakuan Lea secara langsung juga pasti bikin kamu gemes, makanya Lea dapat julukan dari Qais yaitu kaya "petasan banting". ujar teh Zahra
"A' , neng janji akan berusaha lebih ikhlas lagi jalanin hidup ini tanpa Aa' , dan semoga kelak neng bisa mendapatkan jodoh yang menerima neng yang hanya mampu memberikan setengah hati, karena neng nggak bakal bisa lupain Aa' . Biarlah cinta kita ikut abadi bersama Aa', namun kenangan kita berdua akan selalu abadi bersama aku, aku sayang Aa', yang tenang ya disana, semoga kita dapat bertemu diakhirat nanti, neng pamit mau ke rumah abah dan umi ya". ucap teh Zahra dan membuat Lea menitikan air mata, karena Lea benar-benar merasakan tulusnya kisah cinta antara A' Zhafran dan teh Zahra.
setelah mereka pamit pada makam A' Zhafran mereka pun menuju ke kediaman orang tua A' Zhafran. Setelah sampai di kediaman orang tua A' Zhafran. Mereka disambut oleh satpam di rumah itu, teh Zahra pun menanyakan apakah abah dan umi ada di rumah atau tidak. Dan kebetulan abah dan umi ada di rumah.
Teh Zahra pamit ke pak satpam untuk masuk ke rumah itu, setelah itu teh Zahra memencet bel rumah abah dan umi, dan pintu dibukakan oleh asisten rumah tangga itu. Dan teh Zahra mengajak dokter Qais beserta Azalea untuk menemui abah dan umi.
Saat sampai ditempat dimana umi dan abah berada dokter Qais dikagetkan dengan melihat sosok yang sangat familiar buat dokter Qais.
__ADS_1
"lah, Aa' ada disini?". tanya dokter Qais kepada laki-laki itu.