Hai, Pak Dokter!!!

Hai, Pak Dokter!!!
sidang skripsi


__ADS_3

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh Lea dan para mahasiswa tingkat akhir di kampus tempat Lea menimba ilmu telah datang, hari dimana mereka merasakan tegang namun juga bahagia. Dimana tugas skripsi mereka akan mereka pertanggung jawabkan dihadapan para penguji. Lea sangat tenang karena Lea membuat skripsi itu sendiri tanpa bantuan yang lain, dari mulai mengetik sampai mencari referensi, sehingga membuat Lea hapal dan paham akan isi yang ada di dalam skripsinya.


Setelah menunggu gilirannya, akhirnya Lea dipanggil ke dalam ruang sidang, disan Lea diberi pertanyaan-pertanyaan yang lumayan banyak, namun Lea mampu menjawab dengan baik. Walaupun dari hasil sidang, skripsi ada yang harus direvisi dibeberapa bagian, namun Lea sangat bersyukur karena Lea lolos dalam sidang skripsi dan hanya tinggal menantikan menantikan acara wisudanya nanti, sehingga saat dua minggu lagi Lea akan sipersunting oleh dokter pujaan hatinya, Lea sudah tidak ada beban apa-apa lagi karena bisa fokus terhadap persiapan pernikahannya.


Saat Lea berjalan keluar dari ruang sidang, tidak jauh dari ruang sidang sudah ada yang menanti Lea dengan membawakan sebuket bunga, sebuket beberapa coklat dan satu buah boneka yang imut dan lucu , yang akan dipersembahkan untuk keberhasilan Lea hari ini. Dan kedatangan laki-laki itu menjadi perhatian bagi para mahasiswa dan mahasiswi di kampus itu, terutama para mahasiswi yang terus terpesona dan memuji pada wajah dan penampilan laki-laki itu, siapa lagi kalau bukan calon suami Lea, yaitu dokter Qais. Lea pun yang mendengar kasak-kusuk yang terjadi pada para mahasiswi akhirnya melihat kearah yang menjadi sumber gosip para mahasiswi itu. Saat Lea tau siapa yang menjadi bahan gosipan tersebut, lalu senyum Lea terbit, karena betapa bahagianya melihat laki-laki yang sebentar lagi menjadi suaminya itu sedang tersenyum juga kearahnya sambil melambaikan tangan yang artinya meminta Lea untuk menghampiri laki-laki itu.


Dengan bahagia Lea pun berjalan menghampiri dokter Qais dengan senyum manisnya.


"selamat ya sayang sekarang sudah sidang skripsi dan akhirnya semua kerja keras kamu selama ini membuahkan hasil. Semoga semua ilmu yang kamu dapatkan bermanfaat bagi banyak orang". ucap dokter Qais sambil tersenyum dan memberikan buket dan boneka yang dokter Qais bawakan untuk Lea


"makasih ya A', do'ain ade trs ya A', " ucap Lea sambil menerima pemberian dari dokter Qais


"sekarang kamu mau ada kegiatan apa lagi de? ada kegiatan kah dengan teman-temanmu?" tanya dokter Qais


"nggak ada kok ,tapi aku ijin mau foto bersama dulu ya dengan teman-temanku, boleh A'? tanya Lea meminta ijin


" boleh kok, sini nanti Aa' aja yang fotoin kalian juga nggak apa-apa kok". ucap dokter Qais

__ADS_1


Lea pun berjalan menemui teman-temannya didampingi dokter Qais, Lea mengajak teman-temannya berfoto bersama sebelum Lea kembali ke rumah, dan foto-foto itu kelak akan menjadi kenang-kenangan mereka dikala rindu karena sehabis sidang dan wisuda nanti, pasti mereka akan sulit untuk berjumpa.


Setelah Lea dan teman-temannya mengabadikan momen bersama. Lea pamit kepada teman-temannya sebelum pamit, Lea memberitahukan kepada teman-temannya untuk hadir diacara pernikahan antara Lea dan dokter Qais yang akan diadakan dua minggu lagi di masjid Istiqlal.


Banyak tanggapan dari teman-teman Lea setelah mengetahui bahwa Lea akan segera menikah dan calon suaminya yang tampan. Semua tanggapan itu hanya ditanggapi oleh Lea dan dokter Qais dengan senyuman dan geleng-geleng kepala.


"wah, Lea dapat cowok ganteng kayak gitu dimana sih?". kata Nur salah satu teman Lea


"Iya ya, Lea beruntung banget udah cantik eh calon lakinya ganteng, wah anaknya pasti bkin gemes banget nih". ucap Chika


"Lea bang Junet patah hati nih, Lea udah mau nikah padahal abang Junet udah mentok cintanya sama Lea". kata Junet dengan wajah sedih dan memegang dadanya.


"Lah iya Junet , kalian nggak tau apa si Rendi aja yang wajahnya ganteng dan kaya masih ditolak sama Lea, eh ternyata calonnya emang lebih ganteng dari Rendi". jawab Sinta


Jawaban Sinta membuat dokter Qais menengok ke Lea dan meminta jawaban dari Lea.


" Lea bukan milih-milih cowok, tapi waktu Rendi bilang suka sama Lea, memang Lea belum mau pacaran karena masih fokus kuliah, ini aja Lea dengan A' Qais nggak pacaran kok, tapi tiba-tiba A' Qais ngelamar Lea. Lagian kalau misalnya A' Qais ngajak pacaran juga pasti Lea tolak karena Lea maunya pacarannya setelah menikah biar kalau mau romantis-romantisan nggak dosa". jawab Lea yang membuat teman-temannya mengangguk dan dokter Qais tersenyum.

__ADS_1


"iya Lea kita ngerti kok, oya Lea kalau punya anak nanti jodohin sama anak aku ya kalau pas aku udh nikah dan punya anak, dan jenis kelamin anak kita beda, kita jodohin ya, biar aku bisa punya menantu yang catik or tampan" ucap chika sambil ketawa


"bisa aja sih kamu, ya udah, Lea pulang duluan ya soalnya masih ada urusan dan jangan lupa dua minggu lagi hadir ya dinikahan Lea". pamit Lea kepada teman-temannya dan diangguki oleh mereka.


Dan sekarang Lea sudah berada didalam mobil, namun dokter Qais tadi menyampaikan kalau mau ngajak Lea kesuatu tempat terlebih dahulu.


Saat tiba ditempat yang menjadi tempat tujuannya, dokter Qais lalu meminta Lea mengikutinya, dan saat sudah sampai di tempat itu, Lea tercengang karena melihat danau yang penuh dengan bunga-bunga yang bermekaran, dan terdapat spanduk bertuliskan "bersediakah kamu menjadi bidadariku?" .


Hal itu membuat Lea menangis haru dan tak lama kemudian dokter Qais berjongkok dan megang sebuah kalung emas berinisial AQ yaitu inisial nama mereka berdua. Dan dokter Qais meminta Lea untuk menerimanya da memakainya. Setelah memakainya Lea terus memandangi kalung tersebut, karena tidak menyangka kalau di dokter yang cuek, nyebelin dan pernah mengatainya seperti petasan banting, eh ternyata bisa romantis juga dan akan menjadi suaminya kelak.


"kamu seneng nggak de?". tanya dokter Qais


"seneng A' makasih ya kejutannya, semoga rejeki Aa' makin melimpah. Lea cinta sama Aa' ". ucap Lea lalu menunduk karena malu telah menyatakan cinta duluan.


"makasih ya udah cinta sama Aa', Aa' juga cinta sama kamu, semoga kita selalu bersama sampai tua dan hanya ajal yang memisahkan kita ya de". ucap dokter Qais


" ya sudah yuk pulang, takut ayah dan bunda sudah menunggu kamu dirumah". ajak dokter Qais.

__ADS_1


Dan akhirnya mereka meninggalkan tempat itu dan meninggalkan fotografer yang sebenarnya di minta oleh dokter Qais untuk mengabadikan kejadian itu.


__ADS_2